• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Crime

Dari Izin Menjadi Kuburan Massal

M.Yamin Nasution by M.Yamin Nasution
December 17, 2025
in Crime, Feature, Law
0
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh : M Yamin Nasution SH
Pemerhati Hukum

πΆπ‘Žπ‘‘π‘Žπ‘‘π‘Žπ‘› π‘’π‘‘π‘–π‘˜: π‘‡π‘’π‘™π‘–π‘ π‘Žπ‘› 𝑖𝑛𝑖 π‘Žπ‘‘π‘Žπ‘™π‘Žβ„Ž π‘˜π‘Ÿπ‘–π‘‘π‘–π‘˜ π‘‘π‘’π‘Ÿβ„Žπ‘Žπ‘‘π‘Žπ‘ π‘Žπ‘Ÿπ‘Žβ„Ž π‘˜π‘’π‘π‘–π‘—π‘Žπ‘˜π‘Žπ‘› π‘›π‘’π‘”π‘Žπ‘Ÿπ‘Ž π‘‘π‘Žπ‘› π‘Ÿπ‘’π‘§π‘–π‘š π‘π‘’π‘Ÿπ‘–π‘§π‘–π‘›π‘Žπ‘›, π‘π‘’π‘˜π‘Žπ‘› π‘‘π‘’π‘‘π‘’β„Žπ‘Žπ‘› π‘π‘–π‘‘π‘Žπ‘›π‘Ž π‘π‘’π‘Ÿπ‘ π‘œπ‘›π‘Žπ‘™ π‘‘π‘’π‘Ÿβ„Žπ‘Žπ‘‘π‘Žπ‘ 𝑖𝑛𝑑𝑖𝑣𝑖𝑑𝑒 π‘šπ‘Žπ‘›π‘Ž 𝑝𝑒𝑛.

Tidak semua kuburan digali dengan cangkul.
Sebagian dibuka dengan izin.

Banjir dan longsor yang berulang di negeri ini bukanlah peristiwa alam yang netral. Ia adalah hasil keputusan yang lahir dari serangkaian tanda tangan, pasal, dan persetujuan administratif yang dikeluarkan negara atas nama pembangunan. Ketika izin-izin itu diterbitkan tanpa menghitung daya dukung lingkungan, kemampuan alam menopang kehidupan manusia secara berkelanjutan, negara sesungguhnya sedang mengubah ruang hidup menjadi ruang kematian.

Inilah konteks untuk membaca kepemimpinan Presiden Joko Widodo dan kesinambungannya di bawah Presiden Prabowo Subianto sebagai kelanjutan satu model kekuasaan, bukan dua rezim yang terpisah.

Negara tahu skalanya besar.
Negara tahu korban terus berjatuhan.

Namun negara memilih tidak menetapkan status bencana nasional.

Keputusan ini bukan kesalahan teknis, melainkan keputusan politik. Dengan menolak status bencana nasional, negara pusat membatasi tanggung jawabnya sendiri: anggaran darurat tidak terbuka penuh, komando lintas kementerian melemah, dan beban dipindahkan ke pemerintah daerah, padahal akar kehancuran diproduksi oleh kebijakan pusat. Presiden memang bukan satu-satunya aktor, tetapi ia adalah simpul terakhir yang memiliki kewenangan untuk menghentikan atau membiarkan sistem ini terus bekerja.

Di sinilah kekerasan negara bekerja tanpa suara.

Di saat yang sama, presiden datang ke lokasi bencana. Rompi lapangan dikenakan. Sepatu bot menginjak lumpur. Korban disalami. Bantuan diserahkan. Kamera merekam. Publik diperlihatkan potret kebijaksanaan, seolah negara hadir, peduli, dan bertanggung jawab.

Namun kebajikan yang muncul setelah kehancuran adalah kebajikan manipulatif.

Sebab tangan kekuasaan yang mengelus kepala korban adalah tangan yang sama yang membangun dan melindungi rezim perizinan ekstraktif. Melalui Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja, Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara, Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2021 tentang Penataan Ruang, Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta sistem perizinan elektronik berbasis risiko (OSS-RBA),bmekanisme cepat yang menekankan kelengkapan administratif dibanding keselamatan lingkungan, negara secara sadar melonggarkan pengawasan, mereduksi AMDAL, dan mempersempit partisipasi publik.

Dalam rezim ini, izin bukan lagi alat kehati-hatian, melainkan alat percepatan.

Hutan dibuka melalui Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH) yaitu izin negara yang memungkinkan kawasan hutan dipakai untuk tambang dan proyek besar.
Gunung dilubangi lewat konsesi.
Daerah aliran sungai dikorbankan demi status proyek strategis nasional.

Semua ini sah secara hukum.
Dan justru karena itu, ia berbahaya.

Presiden tidak dapat memposisikan diri sebagai penyelamat di hadapan korban, ketika kuburan massal dalam arti kematian warga yang berulang dan terstruktur akibat kebijakan lahir dari izin-izin yang disahkan oleh negara di bawah kewenangannya sendiri. Negara datang setelah nyawa hilang, tetapi menghilang ketika izin-izin yang mematikan diterbitkan.

Kunjungan presiden berubah menjadi upacara pengaburan sebab. Longsor diperlakukan sebagai musibah. Banjir disebut cuaca ekstrem. Kebijakan dipisahkan dari akibatnya. Dengan cara ini, kekuasaan mencuci tangannya sendiri, sementara rakyat mengubur orang-orang yang mereka cintai.

Dalam beberapa tahun terakhir, banjir dan longsor berulang di Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi menunjukkan pola yang sama: pembukaan hutan skala besar, konsesi tambang di hulu sungai, proyek infrastruktur tanpa pengendalian tata ruang yang ketat, serta perizinan cepat yang menyingkirkan keberatan warga. Korban selalu datang dari kelompok yang sama: petani, nelayan, masyarakat adat, dan warga miskin kota, mereka yang tidak pernah duduk di meja pemberi izin, tetapi selalu berada di bawah runtuhan akibatnya.

Pola ini bukan kebetulan.
Ia bukan anomali.
Ia adalah sistem.

Ketika kehancuran terjadi berulang di wilayah dengan karakter izin yang serupa, maka bencana tidak lagi bisa dibaca sebagai kejadian alam semata. Ia telah menjadi produk kebijakan. Dan ketika negara terus mereproduksi kebijakan yang sama, sambil menolak tanggung jawab strukturalnya, maka kematian warga berubah dari kecelakaan menjadi konsekuensi yang dapat diprediksi.

Di titik inilah bahasa hukum harus jujur.

Negara tidak hanya gagal melindungi.
Negara secara aktif menciptakan risiko.

Rezim perizinan yang mengabaikan daya dukung lingkungan adalah bentuk kekerasan administratif: tidak memerlukan senjata, tidak menimbulkan suara ledakan, tetapi berdampak sama mematikannya. Ia bekerja pelan, legal, dan terlegitimasi, hingga suatu hari bencana tanah runtuh, sungai meluap, dan rumah-rumah berubah menjadi liang kubur secara bergantian di Indonesia.

Karena itu, menolak status bencana nasional bukan sekadar soal prosedur. Ia adalah cara negara memutus rantai pertanggungjawaban. Dengan menurunkan skala bencana, negara menurunkan pula skala kesalahannya sendiri. Beban dialihkan ke daerah, ke cuaca, ke alam, sementara kebijakan pusat tetap utuh dan tak tersentuh.

Padahal, konstitusi tidak memberi mandat kepada negara untuk sekadar mengunjungi korban.
Konstitusi memberi mandat untuk mencegah korban.

Jika izin terus diterbitkan tanpa koreksi, jika hukum lingkungan diperlakukan sebagai hambatan investasi, dan jika keselamatan publik selalu dikalahkan oleh kecepatan proyek, maka setiap tanda tangan administratif berpotensi menjadi nisan yang ditunda.

Tidak semua kuburan digali dengan cangkul.
Sebagian disahkan dengan stempel negara.

Dan selama rezim perizinan ini dipertahankan tanpa pertanggungjawaban politik yang jujur, kuburan massal rakyat akan terus bertambah: legal secara hukum, namun tidak sah sebab tercela secara etika, konstitusi, dan kemanusiaan.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Warga Soroti Dugaan Ilegalitas MOTAH di TPS RW 01, Operasi Aset APBD Dipertanyakan

Next Post

Mengapa Tidak 90 Persen? Pertanyaan Keadilan di Balik Divestasi Freeport

M.Yamin Nasution

M.Yamin Nasution

Related Posts

Hidayah yang Menemukan Akal  Ketika Al-Qur’an Berbicara tentang Peredaran Bumi
Feature

Hidayah yang Menemukan Akal Ketika Al-Qur’an Berbicara tentang Peredaran Bumi

February 13, 2026
Ketua BEM UGM Dapat Teror Usai Suarakan Kasus Anak Bunuh Diri di NTT
Law

Ketua BEM UGM Dapat Teror Usai Suarakan Kasus Anak Bunuh Diri di NTT

February 13, 2026
Kalau Ijazah Jokowi Palsu, Terus Kenapa?: Ketika Moral Publik Dipatahkan dengan Santai
Feature

IF YOU CAN’T STAND THE HEAT, GET OUT OF THE KITCHEN

February 13, 2026
Next Post
Mengapa Tidak 90 Persen? Pertanyaan Keadilan di Balik Divestasi Freeport

Mengapa Tidak 90 Persen? Pertanyaan Keadilan di Balik Divestasi Freeport

Memperingati PDIP Pecat The Jokowi

Memperingati PDIP Pecat The Jokowi

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
10 Isu Prioritas Bisnis dan HAM di Indonesia 2026 Versi Setara Institute
Bisnis

10 Isu Prioritas Bisnis dan HAM di Indonesia 2026 Versi Setara Institute

by Karyudi Sutajah Putra
February 12, 2026
0

Jakarta-Fusilatnews - Bisnis dan hak asasi manusia (HAM) adalah seperangkat prinsip yang berfokus pada tanggung jawab pelaku usaha untuk menegakkan...

Read more
Kuorum Tak Terpenuhi, DPR Tunda Paripurna Pengesahan RUU Pilkada

Habis KPK, Terbitlah MK: Dilemahkan!

February 7, 2026
Akankah Gibran Ancam Bunuh Prabowo Seperti di Filipina?

Ketika Prabowo Menantang Gibran Bertarung di 2029

February 7, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka Β Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka Β Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – β€œ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – β€œ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Pedagang Sea Food di Beijing Terkejut Dengan Larangan Total Impor Jepang

Krisis Suksesi Menghantui UMKM Jepang, Peluang Baru Terbuka bagi Mitra Asing

February 13, 2026
Rakyat Tolak Gibran, Prabowo Terima; Rakyat Minta Adili Jokowi, Prabowo Malah Serukan ‘Hidup Jokowi’

Damai Hari Lubis Bantah Minta Maaf dan Terima Uang: Ini Rekayasa Politik, Bukan Proses Hukum

February 13, 2026
Hidayah yang Menemukan Akal  Ketika Al-Qur’an Berbicara tentang Peredaran Bumi

Hidayah yang Menemukan Akal Ketika Al-Qur’an Berbicara tentang Peredaran Bumi

February 13, 2026
Prof Euis Amalia: Karya FKI Lebih Konkret Dibanding ICMI dan KAHMI

Prof Euis Amalia: Karya FKI Lebih Konkret Dibanding ICMI dan KAHMI

February 13, 2026
Ketua BEM UGM Dapat Teror Usai Suarakan Kasus Anak Bunuh Diri di NTT

Ketua BEM UGM Dapat Teror Usai Suarakan Kasus Anak Bunuh Diri di NTT

February 13, 2026
Kalau Ijazah Jokowi Palsu, Terus Kenapa?: Ketika Moral Publik Dipatahkan dengan Santai

IF YOU CAN’T STAND THE HEAT, GET OUT OF THE KITCHEN

February 13, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Pedagang Sea Food di Beijing Terkejut Dengan Larangan Total Impor Jepang

Krisis Suksesi Menghantui UMKM Jepang, Peluang Baru Terbuka bagi Mitra Asing

February 13, 2026
Rakyat Tolak Gibran, Prabowo Terima; Rakyat Minta Adili Jokowi, Prabowo Malah Serukan ‘Hidup Jokowi’

Damai Hari Lubis Bantah Minta Maaf dan Terima Uang: Ini Rekayasa Politik, Bukan Proses Hukum

February 13, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

Β© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

Β© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...