• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Daya Dukung Politik Bukan Ukuran Keberhasilan: “Menyoroti Kekeliruan Pernyataan Jokowi”

Ali Syarief by Ali Syarief
February 17, 2025
in Feature, Politik
0
Saat Rakyat Menggemakan ‘Adili Jokowi’, Prabowo Teriak ‘Hidup Jokowi’: Loyalitas Kepada Siapa?
Share on FacebookShare on Twitter

Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali membuat pernyataan kontroversial dengan menyebut bahwa Presiden Prabowo Subianto merupakan pemimpin terkuat di dunia saat ini, didukung oleh rakyat dan parlemen dalam tingkat yang sangat tinggi. Pernyataan ini disampaikan dalam peringatan HUT ke-17 Partai Gerindra di Sentul, Bogor, Jawa Barat, pada 15 Februari 2025. Jokowi menegaskan bahwa dalam 100 hari pemerintahan Prabowo, tingkat kepuasan publik mencapai 80,9 persen dan dukungan parlemen melampaui 80 persen. Namun, apakah dukungan politik yang besar dapat dijadikan tolok ukur keberhasilan pemerintahan? Sejarah menunjukkan bahwa tidak demikian.

Dukungan Tinggi Tidak Menjamin Keberhasilan

Dukungan politik dan tingkat kepuasan yang tinggi di awal pemerintahan sering kali tidak berbanding lurus dengan keberhasilan dalam menjalankan roda pemerintahan. Jokowi sendiri pernah menikmati dukungan publik yang sangat tinggi, bahkan mencapai lebih dari 75% pada periode keduanya. Namun, hasil akhirnya justru menunjukkan kemunduran dalam berbagai aspek kehidupan berbangsa dan bernegara.

Dalam masa pemerintahannya, Indonesia mengalami keterpurukan ekonomi yang signifikan, dengan utang luar negeri yang terus membengkak, inflasi yang membebani rakyat, dan investasi yang tidak memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan. Selain itu, korupsi semakin merajalela, dengan banyaknya kasus yang melibatkan pejabat tinggi, termasuk kasus-kasus besar yang melibatkan lingkungan pemerintahan Jokowi sendiri.

Yang lebih mengkhawatirkan, nepotisme menjadi ciri khas kepemimpinan Jokowi, di mana keluarganya semakin menguasai posisi-posisi strategis dalam pemerintahan dan dunia usaha. Anak dan menantu Jokowi mendapatkan posisi strategis di pemerintahan, memperlihatkan bahwa dinasti politik semakin menguat di Indonesia. Fenomena ini sangat bertolak belakang dengan prinsip demokrasi yang seharusnya menolak praktik kekuasaan yang diwariskan secara tidak transparan.

Pelanggaran Hukum dan Penilaian Dunia

Di samping itu, pelanggaran hukum yang semakin marak juga menjadi bukti bahwa dukungan politik yang tinggi tidak menjamin supremasi hukum dan keadilan bagi rakyat. Hukum seolah menjadi alat untuk membungkam kritik, sementara para pejabat yang berkuasa semakin kebal dari jerat hukum.

Bahkan, secara internasional, kredibilitas Jokowi juga tercoreng dengan laporan dari OCCRP (Organized Crime and Corruption Reporting Project) yang menempatkannya sebagai sosok terkorup nomor dua di dunia. Ini menjadi tamparan keras bagi klaim keberhasilan pemerintahannya dan menunjukkan bahwa persepsi internasional terhadap kepemimpinannya tidak sejalan dengan citra yang ingin dibangun di dalam negeri.

Ironi Pernyataan Jokowi

Jokowi berkelakar bahwa saking kuatnya Prabowo, tidak ada yang berani mengkritiknya, dan jika ada masalah, justru dirinya yang disalahkan. Pernyataan ini menunjukkan sikap yang tidak bertanggung jawab dan cenderung menghindari evaluasi atas kesalahan masa lalu. Padahal, banyak permasalahan yang diwariskan dari era kepemimpinannya masih membebani pemerintahan yang baru, termasuk berbagai kebijakan kontroversial seperti pemindahan ibu kota negara yang menelan anggaran besar tanpa kejelasan manfaat bagi rakyat banyak.

Maka, klaim Jokowi bahwa Prabowo adalah presiden terkuat di dunia hanya karena dukungan politik yang besar adalah klaim yang tidak berdasar. Sejarah telah membuktikan bahwa kekuatan politik yang besar tidak selalu berbanding lurus dengan keberhasilan dalam memimpin negara. Justru, semakin kuat kekuasaan tanpa kritik yang sehat, semakin besar risiko penyalahgunaan wewenang yang merugikan rakyat.

Kesimpulan

Sebagai seorang pemimpin yang pernah berkuasa selama satu dekade, Jokowi seharusnya lebih bijak dalam menilai keberhasilan seorang pemimpin. Ukuran keberhasilan tidak terletak pada dukungan politik semata, melainkan pada dampak nyata yang dirasakan oleh rakyat. Jika kita berkaca dari masa kepemimpinan Jokowi sendiri, dukungan yang tinggi bukan jaminan keberhasilan, melainkan bisa menjadi topeng bagi kegagalan yang disembunyikan. Oleh karena itu, masyarakat harus tetap kritis terhadap setiap klaim keberhasilan yang tidak didukung oleh realitas di lapangan, termasuk dalam menilai pemerintahan Prabowo ke depan.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Timnas Indonesia Tersingkir dari Babak Penyisihan Piala Asia U20 Setelah Kalah Lawan Uzbekistan

Next Post

Kades Kohod Arsin Buka Suara – “Menjelaskan Siapa Dalangnya”

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Birokrasi

Ekosistem Hukum yang Bolong (Ketika Pengawasan Internal Tidak Akan Pernah Cukup Jika Lingkungan Hukumnya Masih Memelihara Celah)

May 26, 2026
KPK Memble Hadapi Dirjen Bea Cukai? Publik Menunggu Nyali Penegakan Hukum
Birokrasi

KPK Memble Hadapi Dirjen Bea Cukai? Publik Menunggu Nyali Penegakan Hukum

May 26, 2026
Setoran Ke Bea-Cukai Hingga 5M Perbulan
Crime

Setoran Ke Bea-Cukai Hingga 5M Perbulan

May 26, 2026
Next Post
Kades Kohod Arsin Buka Suara – “Menjelaskan Siapa Dalangnya”

Kades Kohod Arsin Buka Suara - "Menjelaskan Siapa Dalangnya"

IKN dan PSN: Proyek Pelanggaran Hukum yang Harus Dihentikan

IKN dan PSN: Proyek Pelanggaran Hukum yang Harus Dihentikan

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Evakuasi 380 WNI dari Iran Akan Lewat Jalur Darat, Pemerintah: Wilayah Udara Tidak Bisa Dilewati
Birokrasi

Indonesia Kutuk Israel: Mengapa Kak Sugiono Kebakaran Jenggot?

by Karyudi Sutajah Putra
May 25, 2026
0

Jakarta - Fusilatnews -Indonesia dan tujuh negara lain mengutuk keras tindakan Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben Gvir dan pasukan Israel...

Read more
Tangsel Ngotot Bangun PSEL Sendiri Tanpa Aglomerasi, Proyek Terancam Gagal

Tangsel Ngotot Bangun PSEL Sendiri Tanpa Aglomerasi, Proyek Terancam Gagal

May 24, 2026
Aliansi Melawan Rezim Deformasi: Militerisme Bangkit, Reformasi Mati

Aliansi Melawan Rezim Deformasi: Militerisme Bangkit, Reformasi Mati

May 21, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Ekosistem Hukum yang Bolong (Ketika Pengawasan Internal Tidak Akan Pernah Cukup Jika Lingkungan Hukumnya Masih Memelihara Celah)

May 26, 2026
KPK Memble Hadapi Dirjen Bea Cukai? Publik Menunggu Nyali Penegakan Hukum

KPK Memble Hadapi Dirjen Bea Cukai? Publik Menunggu Nyali Penegakan Hukum

May 26, 2026
KPAI Desak Polisi Bongkar Tuntas Dugaan Prostitusi Anak di Lokasari, Soroti Jaringan dan Perlindungan Korban

KPAI Desak Polisi Bongkar Tuntas Dugaan Prostitusi Anak di Lokasari, Soroti Jaringan dan Perlindungan Korban

May 26, 2026
Setoran Ke Bea-Cukai Hingga 5M Perbulan

Setoran Ke Bea-Cukai Hingga 5M Perbulan

May 26, 2026
Lampu Padam Lagi, Bener Meriah Menunggu Negara Hadir

Lampu Padam Lagi, Bener Meriah Menunggu Negara Hadir

May 26, 2026
ANDRE DONAS BANGGA JADI PENGARANG MINANG, Karya-karyanya Disebut Sarat Nilai Budaya dan Sosok Ibu

ANDRE DONAS BANGGA JADI PENGARANG MINANG, Karya-karyanya Disebut Sarat Nilai Budaya dan Sosok Ibu

May 26, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Ekosistem Hukum yang Bolong (Ketika Pengawasan Internal Tidak Akan Pernah Cukup Jika Lingkungan Hukumnya Masih Memelihara Celah)

May 26, 2026
KPK Memble Hadapi Dirjen Bea Cukai? Publik Menunggu Nyali Penegakan Hukum

KPK Memble Hadapi Dirjen Bea Cukai? Publik Menunggu Nyali Penegakan Hukum

May 26, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...