• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

DEMOKRASI BUKAN SEKADAR MENANG

Radhar Tribaskoro by Radhar Tribaskoro
April 29, 2025
in Feature, Politik
0
DEMOKRASI BUKAN SEKADAR MENANG
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Radhar Tribaskoro-Komite Eksekutif Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia

Dalam kehidupan politik modern, khususnya di negara-negara yang mengklaim diri sebagai demokrasi, kerap muncul godaan untuk memperlakukan kemenangan dalam pemilu sebagai satu-satunya sumber legitimasi.

Seolah-olah, setelah seorang kandidat memperoleh suara terbanyak dan dinyatakan menang secara prosedural, semua pertanyaan tentang moralitas, keadilan, dan kelayakan kepemimpinannya menjadi tidak relevan lagi.

Pandangan seperti itu tidak hanya dangkal, tetapi juga berbahaya.

Demokrasi sejati, sebagaimana digagas oleh para pendiri republik ini, tidak pernah hanya tentang siapa yang menang. Ia adalah tentang cara bagaimana kekuasaan diperoleh dan bagaimana kekuasaan itu dijalankan. Demokrasi, dalam bentuknya yang paling luhur, adalah janji bahwa kekuasaan hanya sah bila diperoleh dengan adil, dijalankan dengan kejujuran, dan dipertanggungjawabkan dengan rendah hati kepada rakyat.

Dalam konteks ini, tuntutan Forum Purnawirawan TNI agar MPR memakzulkan Wakil Presiden terpilih Gibran Rakabuming Raka mengungkap luka yang dalam dalam demokrasi kita.

Tuntutan tersebut, apapun penilaian kita terhadap dasar hukumnya, harus dipandang bukan sekadar sebagai ekspresi politik, tetapi sebagai seruan moral: bahwa kemenangan prosedural saja tidak cukup untuk menegakkan martabat sebuah pemerintahan.

Hukum sebagai Fondasi, Moralitas sebagai Jiwa

Konstitusi Indonesia mengatur bahwa presiden dan wakil presiden hanya dapat diberhentikan dalam masa jabatannya apabila terbukti melanggar hukum berat seperti pengkhianatan, korupsi, atau perbuatan tercela.

Pemakzulan bukan tindakan politis biasa. Ia adalah prosedur hukum yang luar biasa, yang hanya boleh dijalankan dengan bukti yang kuat, melalui mekanisme yang ketat, dengan persetujuan Mahkamah Konstitusi sebelum diputuskan oleh MPR.

Dalam kerangka hukum ini, pemakzulan terhadap Gibran tidak dapat semata-mata diputuskan berdasarkan ketidakpuasan politik atau keresahan moral.

Tanpa bukti hukum yang kuat, dorongan itu justru berisiko merusak prinsip negara hukum yang menjadi fondasi demokrasi kita.

Negara hukum mengajarkan bahwa semua tindakan harus berdasar pada hukum positif, bukan pada tekanan massa atau kekuatan opini.

Tetapi, di sinilah letak paradoks demokrasi: hukum tanpa moralitas hanya menjadi instrumen formalitas kosong.

Kemenangan dalam pemilu yang dipenuhi manipulasi prosedural, konflik kepentingan, dan pelanggaran etika fundamental tetap berisiko merusak legitimasi moral kekuasaan, meskipun seluruh tahapan hukum formal dilalui.

Dalam kasus pencalonan Gibran, perubahan syarat usia calon presiden dan wakil presiden oleh Mahkamah Konstitusi — yang dipimpin oleh paman Gibran sendiri — menjadi titik awal krisis kepercayaan ini.

Meski prosedurnya seolah berjalan sah, banyak pihak memandang bahwa esensinya telah melanggar prinsip keadilan, integritas, dan kenegarawanan yang seharusnya membimbing proses politik nasional.

Demokrasi sebagai Komitmen Moral

Demokrasi bukan hanya sistem penghitungan suara. Ia adalah perjanjian moral antara rakyat dan pemimpinnya. Demokrasi menjanjikan bahwa kekuasaan akan lahir dari kehendak rakyat yang bebas, jujur, dan adil — bukan dari manipulasi sistem atau rekayasa hukum untuk melayani kepentingan pribadi atau kelompok sempit.

Karena itu, sah atau tidak sah secara hukum hanyalah satu sisi dari mata uang legitimasi. Sisi lainnya — yang tak kalah penting — adalah apakah kekuasaan itu diperoleh dan dijalankan dengan keutamaan moral.

Tuntutan Forum Purnawirawan TNI, pada esensinya, menyoroti sisi moral ini.Mereka mengingatkan bahwa demokrasi kita telah dirusak bukan hanya oleh pelanggaran prosedur hukum, tetapi oleh pengabaian terhadap nilai-nilai keadilan dan etika.

Bahwa bangsa ini — yang lahir dari perjuangan luhur, bukan dari rekayasa hukum — pantas mendapatkan pemimpin yang bukan hanya menang di bilik suara, tetapi juga layak dihormati di hati rakyat.

Membangun Kultur Politik yang Beretika

Pertanyaan penting yang harus diajukan hari ini bukan semata-mata apakah Gibran dapat dimakzulkan. Pertanyaan yang lebih mendasar adalah: mau ke mana bangsa ini melangkah setelah luka ini terbuka?

Membangun kultur pemerintahan yang menghormati hukum dan demokrasi menuntut lebih dari sekadar memperbaiki prosedur teknis. Kita harus membangun ulang kesadaran bahwa kekuasaan politik adalah amanah, bukan hak mutlak. Bahwa memenangkan pemilu bukan berarti memenangkan izin untuk mengabaikan etika, hukum, dan suara hati rakyat.

Pendidikan politik masyarakat, reformasi lembaga-lembaga penegak hukum, penguatan peran masyarakat sipil, dan keteladanan moral dari para pemimpin politik menjadi syarat mutlak.

Tanpa itu, demokrasi Indonesia akan terus terjebak dalam siklus formalitas kosong: pemilu diadakan, pemenang diumumkan, tetapi kepercayaan publik terkikis setiap saat.

Lebih berbahaya lagi, bila rakyat mulai percaya bahwa perubahan hanya bisa terjadi di luar jalur hukum. Ketidakpercayaan terhadap mekanisme formal akan mendorong radikalisasi, ketegangan sosial, dan pada akhirnya, kehancuran demokrasi itu sendiri.

Jalan Tengah: Menjaga Prosedur, Merawat Moral

Dalam menghadapi tuntutan pemakzulan ini, bangsa Indonesia dihadapkan pada dilema besar. Menolak semua tuntutan perubahan dengan alasan prosedural belaka akan memperdalam frustrasi rakyat. Namun, menyerah pada tekanan tanpa dasar hukum kuat akan membuka pintu pada politik tanpa aturan.

Maka, jalan tengah yang bijak adalah menghormati prosedur hukum sambil memperjuangkan pemulihan moralitas demokrasi.
Secara konstitusional, bila ada dugaan pelanggaran berat oleh Gibran, maka jalurnya jelas: DPR, Mahkamah Konstitusi, dan MPR. Tetapi secara moral, siapapun yang kini memegang kekuasaan — termasuk Gibran — harus sadar bahwa luka kepercayaan publik ini tidak akan sembuh hanya dengan prosedur hukum.

Butuh tindakan nyata untuk menunjukkan bahwa kekuasaan ini dijalankan dengan integritas, keberpihakan kepada rakyat, dan keberanian untuk memperbaiki ketidakadilan yang telah terjadi.

Penutup: Demokrasi sebagai Proyek Moral Bangsa

Demokrasi adalah proyek moral jangka panjang. Ia tidak sekadar memilih pemimpin, tetapi membangun bangsa. Ia tidak hanya mengatur kekuasaan, tetapi juga mendidik generasi masa depan tentang keadilan, kejujuran, dan tanggung jawab.

Tuntutan pemakzulan terhadap Gibran adalah cermin bahwa bangsa ini belum kehilangan nuraninya. Bahwa di tengah semua manipulasi prosedur dan kompromi kepentingan, masih ada suara-suara yang menuntut agar demokrasi ditegakkan dengan integritas.

Kini tugas kita adalah memastikan bahwa suara-suara itu tidak diarahkan untuk meruntuhkan negara hukum, tetapi untuk memperdalam demokrasi kita — menjadikannya bukan sekadar soal siapa yang menang, tetapi siapa yang layak memimpin.

Indonesia tidak kekurangan orang yang ingin berkuasa. Yang dibutuhkan bangsa ini adalah pemimpin yang paham bahwa memenangkan kepercayaan rakyat lebih berat daripada memenangkan suara rakyat.

Dan dalam demokrasi sejati, itulah ukuran keberhasilan yang paling agung.===

Bekasi, 29 April 2025

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Rocky Gerung: Reshuffle di Tikungan Kalkulasi Politik Prabowo “Sosok Yang Akan Jadi Korban”

Next Post

BREAKING NEWS: MK Kabulkan Gugatan Warga Karimunjawa, Pasal Pencemaran Nama Baik di UU ITE Dipertegas Hanya Berlaku untuk Individu

Radhar Tribaskoro

Radhar Tribaskoro

Related Posts

Economy

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026
Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil
Feature

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

April 28, 2026
Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?
Birokrasi

Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

April 28, 2026
Next Post
Ketua MK Suhartoyo Umumkan Pembatasan Kuasa Hukum dan Saksi dalam Sidang PHPU

BREAKING NEWS: MK Kabulkan Gugatan Warga Karimunjawa, Pasal Pencemaran Nama Baik di UU ITE Dipertegas Hanya Berlaku untuk Individu

Indonesia Menuju Krisis Ekonomi Sri Lanka?

Utang yang Membengkak: Berkah atau Bom Waktu?

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Reshuffle Kabinet “4L”
Birokrasi

Reshuffle Kabinet “4L”

by Karyudi Sutajah Putra
April 27, 2026
0

Jakarta - Untuk kelima kalinya sejak dilantik sebagai Presiden RI pada 21 Oktober 2024, Prabowo Subianto melakukan reshuffle atau perombakan...

Read more
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026
Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

April 28, 2026
Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

April 28, 2026

Ketika Iman Jadi Transaksi: Kita Sedang Menawar Tuhan?

April 28, 2026

NEGARA DENGAN DEMOKRASI BOHONG-BOHONGAN

April 28, 2026
Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

April 28, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026
Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

April 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...