• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home News

Deportasi Massal Dimulai di AS, Ratusan Imigran Ilegal Ditangkap

Redaktur Senior 01 by Redaktur Senior 01
January 27, 2025
in News, World
0
Trump Didenda $10.000 Atas Komentar di Luar Pengadilan Dalam Persidangan Penipuan Perdata di New York
Share on FacebookShare on Twitter

Washington DC – Otoritas Amerika Serikat (AS) memulai deportasi massal terbesar dalam sejarah, dengan menangkap ratusan imigran ilegal hanya beberapa hari setelah Donald Trump memulai masa jabatan keduanya sebagai Presiden. Dalam operasi yang digelar serentak di berbagai negara bagian, Gedung Putih menyatakan bahwa langkah ini merupakan bagian dari janji kampanye Trump untuk memperketat kebijakan imigrasi.

Menurut pernyataan resmi yang dirilis Gedung Putih, sebanyak 538 imigran ilegal telah ditangkap oleh otoritas AS dalam operasi yang berlangsung sejak awal pekan ini. Ratusan lainnya telah dideportasi menggunakan pesawat militer menuju negara asal masing-masing. Operasi ini dilakukan oleh tim gabungan dari U.S. Immigration and Customs Enforcement (ICE) dan aparat penegak hukum lokal.

“Pemerintahan Trump menangkap 538 penjahat imigran ilegal,” ujar Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, melalui unggahan di media sosial X (sebelumnya Twitter), pada Jumat (24/1/2025).

“Operasi deportasi massal yang terbesar dalam sejarah sedang berlangsung. Janji telah dibuat, janji ditepati,” tambahnya.

Kebijakan Eksekutif Baru

Langkah ini merupakan tindak lanjut dari serangkaian kebijakan eksekutif yang ditandatangani Presiden Trump di hari-hari pertama masa jabatan keduanya. Kebijakan tersebut mencakup:

  1. Pengetatan visa masuk ke AS, termasuk pembatasan izin kerja sementara bagi imigran dari beberapa negara.
  2. Peningkatan anggaran untuk pengamanan perbatasan, termasuk tambahan personel patroli dan pemasangan teknologi canggih di titik rawan penyelundupan manusia.
  3. Penegakan hukum lebih ketat terhadap pelanggar imigrasi, dengan prioritas terhadap mereka yang memiliki catatan kriminal.

Meskipun langkah ini mendapat dukungan dari kelompok konservatif dan pendukung Trump, kebijakan tersebut menuai kecaman dari kelompok advokasi hak asasi manusia dan organisasi imigran.

Reaksi Publik

Organisasi Human Rights Watch (HRW) menyatakan kekhawatirannya terhadap dampak sosial dan kemanusiaan dari deportasi massal ini. “Kebijakan ini tidak hanya memisahkan keluarga, tetapi juga menciptakan trauma bagi ribuan orang yang telah menetap dan membangun hidup mereka di AS,” ujar perwakilan HRW dalam pernyataan resminya.

Sementara itu, para pendukung kebijakan Trump memuji langkah ini sebagai bentuk nyata dari perlindungan terhadap keamanan nasional dan ekonomi AS. “Akhirnya, seseorang mengambil tindakan nyata untuk menegakkan hukum imigrasi kita,” ujar salah satu warga AS di Texas kepada media lokal.

Proyeksi Ke Depan

Gedung Putih memastikan operasi ini akan terus berlanjut, dengan fokus pada imigran ilegal yang memiliki catatan kriminal. “Kami tidak akan berhenti sampai hukum ditegakkan sepenuhnya,” ujar Karoline Leavitt.

Namun, kelompok-kelompok advokasi berjanji akan terus menggalang dukungan untuk melawan kebijakan ini, termasuk dengan mengajukan gugatan hukum terhadap kebijakan eksekutif yang dianggap diskriminatif.

Operasi ini diperkirakan akan menjadi ujian besar bagi pemerintahan Trump dalam menghadapi kritik global terhadap kebijakan imigrasi yang dinilai kontroversial dan tidak manusiawi.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

KAPAN PETANI MENIKMATI HPP GABAH RP.6500,-?

Next Post

IPW: Penuntasan Kasus Dugaan Pemerasan AKBP Bintoro Ujian Jaga Marwah Polri

Redaktur Senior 01

Redaktur Senior 01

Related Posts

Feature

Menuju Ul Albab: Memadukan Integritas, Akademik, dan Kebermanfaatan

May 2, 2026
Export Manusia – Apa Untungnya?
Feature

Export Manusia – Apa Untungnya?

May 2, 2026
Ketika Iman Dijadikan Tujuan, Tapi Ilmu Menghilang dari Arah: Sebuah Paradoks Pendidikan
Feature

Ketika Iman Dijadikan Tujuan, Tapi Ilmu Menghilang dari Arah: Sebuah Paradoks Pendidikan

May 1, 2026
Next Post
IPW Tuding Pemerintah Tidak Serius, Hanya  Seolah – olah Dalam Menindak Pelaku Judi Online

IPW: Penuntasan Kasus Dugaan Pemerasan AKBP Bintoro Ujian Jaga Marwah Polri

Buron Kasus E-KTP Paulus Tannos Ditangkap KPK di Singapura

Meski Sudah Ditangkap di Singapura, Paulus Tanos, Koruptor Buronan KPK Tak Kunjung Dipulangkan, Apa Hambatanya?

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Vitamin Demokrasi yang Mendadak Dilarang Konsumsi
Feature

Teddy, Gay, dan Luth

by Karyudi Sutajah Putra
May 2, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta — Hubungan politik antara Amien Rais dan Prabowo...

Read more
Ketika Buruh Tampar Muka Prabowo

Ketika Buruh Tampar Muka Prabowo

May 2, 2026
IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal

IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal

April 30, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Vitamin Demokrasi yang Mendadak Dilarang Konsumsi

Teddy, Gay, dan Luth

May 2, 2026
Republik Oligarki: Menakar Kedalaman Jurang Ketimpangan Indonesia 2026

Republik Oligarki: Menakar Kedalaman Jurang Ketimpangan Indonesia 2026

May 2, 2026
Ketika Buruh Tampar Muka Prabowo

Ketika Buruh Tampar Muka Prabowo

May 2, 2026

Menuju Ul Albab: Memadukan Integritas, Akademik, dan Kebermanfaatan

May 2, 2026
Mengapa Jokowi Tak Mau Berkacamata?

Mengapa Jokowi Tak Mau Berkacamata?

May 2, 2026
Jumhur Hidayat: Dari Terdakwa Hoaks hingga Dinyatakan Tak Bersalah

Jumhur Hidayat: Dari Terdakwa Hoaks hingga Dinyatakan Tak Bersalah

May 2, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Vitamin Demokrasi yang Mendadak Dilarang Konsumsi

Teddy, Gay, dan Luth

May 2, 2026
Republik Oligarki: Menakar Kedalaman Jurang Ketimpangan Indonesia 2026

Republik Oligarki: Menakar Kedalaman Jurang Ketimpangan Indonesia 2026

May 2, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist