Jakarta-Fusilatnews.–Bisikan LBP kepada Surya Paloh, tentang siapa Cawapres Anies, ternyata sosoknya adalah Ahok. Kewenangan dan Keputusan siapa yang akan mendampingi Anies, Nasdem telah menyerahkan hal ini kepada Anies Baswedan sendiri. Sementara sisi lain, koalisi partai pendukung Anies, yaitu PKS dan PD, sudah mengantongi siapa yang akan menjadi Cawapres yang akan diusung koalisi 3 Partai itu.
Kehadiran sosok Ahok yang dibisikan oleh LBP ini, sama sekali tidak akan menumbuhkan minat untuk pembahasanya, dilihat dari berbagai aspek; platform partai, elektabilitas dan status yang melekat pada dirinya blasphemy. Terlebih-lebih sikap Anies Baswedan kepada LBP; pertama soal pulau reklamasi, kedua soal mobil elektrik dan kali ini soal cawapres.
Menurut keterangan tertulis yang dikirim Damai Hari Lubis ke redaksi fuslilat menyatakan; “Ahok ditolak mentah – mentah oleh Anies menjadi Bakal Cawapresnya di Pilpres 2024”. Keterangan yang DHL tulis selanjutnya adalah bahwa yang nyodorkan Sosok Ahok adalah LBP. Ia seorang Pejabat yang tidak populer di mata Anies maupun dimata publik Koalisi Perubahan. Publik tidak simpati kepada LBP. Catatan bahwa LBP pernah mengaku berbisnis PCR. Namun rugi, katanya. Pada kejadian lain, LBP punya agenda politik yang hendak mengkerdilkan Konstitusi Dasar Negara, Pasal 7 UUD. 1945. Ia mengaku, ‘ dirinya memiliki big data 110 Juta WNI. yang menginginkan pemilu 2024 diundur. Hal ini implikasinya kepada Jokowi untuk menjabaat lagi menjadi Presiden 3 periode.
Banyak yang menjadi catatan publik, bahwa sosok pribadinya yang tidak dapat mengendalikan emosinya; mudah marah, mengertak jika dikritik orang, padahal adalah hak public mengkritisi pejabat public.
Ganjalan Ahok menjadi Cawapres Anies Baswedan adalah, terutama datang dari kelompok 212 akan menolak dan resistenkepada Ahok, walau jungkin kepala jadi kaki, kaki jadi kepala.

























