• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Didasari Praduga Tak Bersalah, Megawati atau Hasto Dapat Melaporkan E. Simbolon ke Ranah Hukum

Damai Hari Lubis - Mujahid 212 by Damai Hari Lubis - Mujahid 212
January 11, 2025
in Feature, Law
0
Mengejutkan: Effendi Simbolon soal Tak Nyaleg Lagi dari PDIP di Ganti Ferdinand   
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Damai Hari Lubis – Pengamat KUHP (Kebijakan Umum Hukum dan Politik)

Diskursus politik yang dilakukan Presiden Jokowi melalui penerapan “metode politik sungsang,” dengan posisi sebagai kader atau petugas partai, justru memperlihatkan pola tekanan moral (moral pressure) terhadap seluruh kader PDIP. Hal ini diperkuat oleh pernyataannya, “akan cawe-cawe” untuk memenangkan bakal calon presiden dan wakil presiden pilihannya menjelang Pilpres 2024. Ironisnya, calon tersebut bukanlah yang diusung oleh partai di mana Jokowi sendiri menjadi anggotanya.

Tindakan ini menunjukkan akrobatik politik Jokowi yang bertentangan dengan prinsip kepemimpinan yang baik (bad leadership), baik sebagai presiden maupun secara personal. Secara moral, Jokowi gagal menjadi role model karena mengedepankan arogansi kekuasaan (abuse of politics and power). Langkah “cawe-cawe” politik ini juga mencederai asas ketidakberpihakan yang merupakan bagian dari asas good governance serta melanggar prinsip-prinsip hukum sebagaimana diatur dalam TAP MPR RI Nomor 6 Tahun 2001 tentang Etika Kehidupan Berbangsa.

Tindakan politik Jokowi tidak hanya merendahkan harkat martabat partai lain, tetapi juga mengkhianati Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, beserta seluruh kader dan simpatisan yang setia terhadap partai. Hal ini menjadi bukti bahwa Jokowi, meski diusung PDIP selama dua periode, gagal menunjukkan loyalitasnya. Akibatnya, manuver politik Jokowi menjadi cerminan buruk bagi pendidikan politik bangsa.

Gejala ketidakpuasan dari beberapa mantan kader PDIP, seperti Effendi Simbolon dan Maruarar Sirait, yang secara terbuka mengkritik tokoh-tokoh utama PDIP tanpa dasar argumentasi hukum, adalah dampak negatif dari buruknya pola kepemimpinan Jokowi. Kedua mantan kader ini kerap melontarkan kritik personal yang cenderung merusak citra partai. Ironisnya, di masa lalu, mereka juga turut menyepakati susunan kepengurusan PDIP di bawah Megawati dan Hasto, sebagaimana tertuang dalam AD/ART partai.

Namun, mengapa setelah keluar dari PDIP, mereka justru mencoba mempertanyakan legitimasi kepemimpinan Megawati, dengan alasan Hasto kini berstatus tersangka oleh KPK? Hal ini mengindikasikan adanya agenda tersembunyi untuk melemahkan PDIP, baik secara langsung maupun tidak langsung. Publik mencurigai, ada keterkaitan dengan kegagalan “misi Moeldoko” yang sebelumnya mencoba merebut partai lain melalui jalur hukum.

Manuver kedua mantan kader ini terlihat semakin jelas. Effendi, misalnya, mengusulkan agar Megawati mundur dari jabatannya karena status hukum Hasto, sedangkan Maruarar menawarkan hadiah sebesar 8 miliar rupiah kepada siapa saja yang berhasil menangkap Harun Masiku. Kedua tindakan ini tidak hanya mencerminkan sikap sarkastik, tetapi juga serangan langsung terhadap kepemimpinan Megawati dan Hasto. Hal ini seolah-olah menjadi strategi politik untuk mendekatkan diri kepada Jokowi, yang juga seorang mantan kader PDIP.

Atas semua dinamika tersebut, seluruh kader PDIP perlu bersikap waspada dan mengambil langkah antisipatif, baik secara politik maupun hukum, untuk menghadapi intrik-intrik yang bertujuan melemahkan partai. Serangan politik yang diarahkan kepada Megawati dan Hasto harus disikapi secara tegas, termasuk melalui langkah hukum yang jelas dan berdasarkan asas praduga tak bersalah.

Dari sudut pandang hukum, tindakan Effendi Simbolon yang menyerang kedua tokoh utama PDIP patut diduga melanggar asas praduga tak bersalah. Oleh karena itu, Megawati atau kader PDIP lainnya yang memiliki legitimasi dapat melaporkan Effendi atas tindakannya yang mengandung unsur hate speech, sebagaimana diatur dalam Pasal 28 UU ITE juncto Pasal 156 KUHP. Langkah ini tidak hanya relevan secara hukum, tetapi juga menjadi bentuk pembelaan terhadap martabat partai dan seluruh kader yang telah berjuang untuk PDIP.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Polisi Tangkap Penjual Video Asusila Anak dengan Ratusan Pelanggan di Telegram

Next Post

Alumni HMI Renovasi Sekretariat Jadi Bangunan 3 Lantai untuk Pembinaan Calon Pemimpin Bangsa

Damai Hari Lubis - Mujahid 212

Damai Hari Lubis - Mujahid 212

Related Posts

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.
Feature

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif
Feature

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?
Feature

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026
Next Post
Alumni HMI Renovasi Sekretariat Jadi Bangunan 3 Lantai untuk Pembinaan Calon Pemimpin Bangsa

Alumni HMI Renovasi Sekretariat Jadi Bangunan 3 Lantai untuk Pembinaan Calon Pemimpin Bangsa

Presiden Marcos Tetapkan Batasan Harga Beras Ditengah Lonjakan Harga

TANTANGAN BERAT BULOG JIKA PRODUKSI ANJLOK

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”
Crime

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

by Karyudi Sutajah Putra
April 15, 2026
0

Jakarta--FusilatNews - Kasus kekerasan seksual yang terjadi di Universitas Indonesia (UI) serta ekspresi misoginis dan seksis yang mengarah pada normalisasi...

Read more
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

April 11, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...