• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Doa sebagai Peredam Sifat Sombong dan Pengurang Dosa

fusilat by fusilat
January 18, 2026
in Feature, Spiritual
0
Share on FacebookShare on Twitter

By Paman BED

Di sudut masjid, seorang pemuda berpakaian rapi duduk menuntaskan rakaat terakhir sholat sunnahnya. Kedua telapak tangannya menengadah ke langit, bibirnya bergetar lirih melafalkan doa. Matanya sembab, air mata mengalir perlahan. Namun tak ada kesedihan di wajahnya. Yang tampak justru ketenangan jiwa, ketundukan yang lembut, dan keindahan sikap seorang hamba yang sedang berjumpa dengan Rabb-nya.

Ia pendiam, santun dalam gerak dan tutur. Tak ada jejak keangkuhan, meski dari penampilannya mudah ditebak ia berpendidikan tinggi dan hidup berkecukupan. Justru kesederhanaan sikapnya memantulkan aura qana’ah. Seolah ia sedang menanggalkan seluruh kebanggaan dunia, lalu berserah sepenuhnya kepada Pemilik kehidupan.

Menundukkan “Tongkat” Ego

Pemandangan itu mengingatkan saya pada fragmen kisah Nabi Musa AS. Ketika Allah bertanya, “Apakah itu yang di tangan kananmu, wahai Musa?” Musa menjawab jujur, “Ini adalah tongkatku, aku bertumpu padanya, aku memukul daun dengannya untuk kambing gembalaku, dan bagiku ada keperluan lain padanya.” (QS. Thaha: 17–18).

Tongkat itu adalah simbol kepemilikan, kegunaan, bahkan identitas. Bagi pemuda di masjid tadi, “tongkat”-nya bisa saja berupa gelar, harta, jabatan, atau reputasi. Namun di hadapan Allah, ia melakukan apa yang diperintahkan kepada Musa: “Lemparkanlah.”

Seseorang yang berdoa dengan sungguh-sungguh sesungguhnya sedang melemparkan seluruh atribut dunianya. Ia mengakui bahwa segala yang digenggam—kecerdasan, kekayaan, kedudukan—hanyalah titipan sementara. Doa menjadi peredam kesombongan paling ampuh, sebab saat itulah manusia sadar bahwa ia fakir di hadapan Sang Maha Kaya.

Sebagaimana ditegaskan dalam QS. Al-Baqarah: 284, kepunyaan Allah-lah apa yang di langit dan di bumi. Kita hanyalah pemegang amanah yang berumur singkat.

Logika Langit dalam Pengabulan Doa

Sering kali kita merasa sebagai hamba yang tekun berdoa, namun ketika harapan tak kunjung terwujud, hati nyaris putus asa. Kita terjebak pada logika bumi: bahwa dikabulkan berarti menerima persis apa yang diminta, seketika itu juga.

Padahal langit memiliki logikanya sendiri. Rasulullah ﷺ bersabda bahwa doa seorang hamba dijawab Allah dengan tiga cara:

  1. Disegerakan sesuai permintaan.
  2. Disimpan sebagai pahala di akhirat.
  3. Dialihkan dengan cara dijauhkan dari keburukan yang setara dengan doa tersebut.
    (HR. Ahmad)

Bayangkan seorang dokter. Pasien mungkin meminta obat manis, namun dokter memberinya obat pahit atau suntikan karena ia tahu itulah yang menyembuhkan. Doa yang belum terwujud bisa jadi cara Allah menyelamatkan kita dari bahaya yang tak terlihat. Sebagaimana firman-Nya: “Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu.” (QS. Al-Baqarah: 216).

Doa: Pengurang Dosa dan Pembersih Hati

Doa bukan sekadar daftar permintaan kepada langit. Ia adalah ruang audit diri. Dalam rintihan doa yang tulus, terselip pengakuan dosa dan istighfar. Air mata pemuda di sudut masjid itu bukan sekadar luapan emosi, melainkan pembersih karat-karat hati.

Ketika kita meminta, kita sekaligus mengakui kelemahan diri dan kebesaran-Nya. Pengakuan inilah yang meruntuhkan tembok kesombongan. Orang yang sombong merasa tidak butuh berdoa. Maka saat lisan basah oleh doa, saat itulah dosa-dosa akibat keangkuhan mulai luruh perlahan.

Kesimpulan dan Refleksi

Hidup bukan tentang seberapa kuat kita menggenggam “tongkat” dunia, melainkan seberapa siap hati kita ketika Allah berkata: “Lepaskan.” Doa adalah latihan melepaskan keterikatan hati pada selain-Nya. Ia mengubah rasa memiliki menjadi kesadaran menjaga amanah.

Tak ada doa yang sia-sia. Ia kembali kepada kita dalam rupa pemenuhan hajat, perlindungan dari musibah, atau tabungan kemuliaan di hari akhir.

Saran bagi Kita Semua

  • Jangan berhenti mengetuk. Teruslah berdoa meski jawaban belum tampak. Allah yang akan memperbanyak pengabulannya.
  • Audit niat. Pastikan doa tidak mengandung dosa atau memutus silaturahmi.
  • Jadikan doa terapi rendah hati. Semakin tinggi ilmu dan pencapaian, semakin lama seharusnya sujud dan semakin dalam tengadah tangan, agar kita tak lupa siapa Pemilik sejati kehidupan.

Semoga sebelum “tongkat” itu benar-benar jatuh dari genggaman saat maut menjemput, kita telah belajar menggenggam dengan amanah dan melepaskan dengan ikhlas.

Referensi

Al-Qur’anul Karim (QS. Al-Mu’min: 60; QS. Al-Baqarah: 216 & 284; QS. Thaha: 17–21; QS. At-Taghabun: 15).
Hadits Riwayat Ahmad tentang tiga cara Allah mengabulkan doa.
Hadits Riwayat Tirmidzi tentang pertanggungjawaban harta.
Kitab Aktsar min 1000 Da’wah fil Yaum wal Lailah karya Khalid Al-Husainan.
Ulasan “3 Kemungkinan Terkabulnya Doa” oleh Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal, MSc.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Hidayah Ada di Mana-Mana, Tapi Mengapa Kita Tak Bergerak?

Next Post

Husnul Khotimah: Hasil Proses Perjalanan Iman

fusilat

fusilat

Related Posts

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.
Feature

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif
Feature

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?
Feature

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026
Next Post

Husnul Khotimah: Hasil Proses Perjalanan Iman

Tinjauan Perkembangan Hukum Laut Sejak UNCLOS III

Tinjauan Perkembangan Hukum Laut Sejak UNCLOS III

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”
Crime

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

by Karyudi Sutajah Putra
April 15, 2026
0

Jakarta--FusilatNews - Kasus kekerasan seksual yang terjadi di Universitas Indonesia (UI) serta ekspresi misoginis dan seksis yang mengarah pada normalisasi...

Read more
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

April 11, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026
KPK Sikat Barang Faizal Assegaf, Jejak Kasus Bea Cukai Makin Terbuka

KPK Sikat Barang Faizal Assegaf, Jejak Kasus Bea Cukai Makin Terbuka

April 15, 2026
Catatan Pinggir: Haji dan Citra Kementerian yang Tercemar – Quota Bisa Tinggal 50%

Haji 2026 Dimulai Lebih Awal, Jemaah RI Terbang 22 April–1 Juli: Siapkah Semua Pihak?

April 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

April 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...