• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Hidayah Ada di Mana-Mana, Tapi Mengapa Kita Tak Bergerak?

fusilat by fusilat
January 17, 2026
in Feature, Spiritual
0
Share on FacebookShare on Twitter

By Paman BED

Ada pemandangan ganjil di sebuah laboratorium forensik modern di Mesir beberapa dekade silam. Di bawah sorot lampu putih yang dingin, seorang ilmuwan kelas dunia berdiri mematung. Di hadapannya terbaring sesosok tubuh yang telah menantang waktu: jasad Fir’aun.

Awalnya, bagi sang ilmuwan, ini hanyalah urusan anatomi. Namun mikroskop dan CT scan berkata lain. Ia menemukan kristal garam di jaringan tubuh, tanda paru-paru yang dipaksa menelan air laut, serta struktur tulang yang menunjukkan tekanan luar biasa. Ia bergumam, “Secara sains, jasad yang tenggelam ribuan tahun lalu seharusnya sudah hancur lebur.”

Hingga sebuah ayat mengetuk pintu logikanya:
“Maka pada hari ini Kami selamatkan jasadmu agar engkau menjadi pelajaran bagi orang-orang setelahmu” (QS. Yunus: 92).

Sang ilmuwan bersyahadat. Ia sadar, Fir’aun diawetkan bukan untuk dipuja, melainkan untuk menjadi saksi bisu bagi mereka yang masih memiliki hati.

Peta yang Tak Pernah Dibaca

Kisah ilmuwan itu adalah contoh hidayah yang bertemu taufiq. Namun mari menengok realitas di sekitar kita. Betapa banyak orang didatangi kebenaran seperti tamu yang datang tepat waktu. Ia duduk rapi, mengangguk tanda paham, tetapi ketika tamu itu pergi, rumahnya tetap sama. Iman tidak tumbuh. Perilaku tidak bergerak. Taufiq tidak menggenggamnya.

Mengapa? Karena kebenaran baru berhenti di level hidayah, belum menyentuh taufiq.

Dalam Al-Qur’an, hidayah adalah peta. Allah mengilhamkan kepada jiwa jalan kefasikan dan ketakwaan (QS. Asy-Syams: 8). Kita semua tahu jujur itu mulia dan korupsi itu tercela. Itu hidayah fitrah. Lalu ada hidayah bayan, penjelasan terang lewat lisan ulama, buku, atau ceramah. Namun betapa banyak orang pintar dalil tetapi miskin amal.

Iblis adalah contoh paling telanjang. Ia mengenal Allah, tetapi tanpa taufiq, pengetahuannya menjelma kesombongan.

Taufiq: Bahan Bakar untuk Melangkah

Jika hidayah adalah peta, maka taufiq adalah kekuatan kaki untuk berjalan dan bahan bakar untuk menggerakkan mesin. Taufiq adalah kemudahan dari Allah agar tangan ringan bersedekah dan lisan berat untuk memfitnah.

Masalah terbesar bangsa ini mungkin bukan kekurangan ceramah atau aturan. Kita hidup di zaman data melimpah dan jargon moral bertebaran di podium. Semua tahu tentang keadilan dan amanah. Namun krisis kita hari ini adalah krisis taufiq. Agama hadir di spanduk, tetapi absen dalam keputusan. Kepemimpinan kerap berubah menjadi penguasaan prosedur tanpa ketulusan.

Tanpa taufiq, ilmu hanya menjadi alat pembenaran, dan dalil menjadi pembungkus kezaliman agar tampak sah di mata publik.

Belajar dari Jasad yang Membisu

Kembali ke jasad Fir’aun. Ia adalah bukti hidayah yang hadir dalam bentuk materi nyata. Allah menyelamatkan jasadnya agar kita yang hidup ribuan tahun kemudian tidak perlu tenggelam dulu untuk percaya.

Fir’aun baru beriman saat maut di kerongkongan:
“Aku beriman bahwa tidak ada Tuhan selain Tuhan yang diimani Bani Israil” (QS. Yunus: 90).

Namun itu iman yang terlambat. Taufiq telah tertutup baginya.

Ilmuwan yang meneliti jasad itu mengambil pelajaran besar. Fir’aun beriman saat ajal. Ia sendiri masih hidup. Maka ia menjemput taufiq sebelum napas sampai di batas tenggorokan.

Kesimpulan dan Saran

Hidayah itu luas. Ia bertebaran di sela ayat Al-Qur’an, di laboratorium sains, hingga di lembar berita korupsi yang kita baca setiap hari. Semuanya adalah petunjuk. Namun hidayah tanpa taufiq hanyalah tamu singgah. Datang, mengetuk, lalu pergi tanpa meninggalkan jejak.

Kesimpulan:
Kita tidak bisa menggenggam hidayah dengan logika semata. Kesadaran atas kelemahan diri adalah pintu masuk taufiq. Orang yang merasa paling benar sering justru kehilangan taufiq karena tertutup keangkuhan ilmunya sendiri.

Saran Strategis:

  • Jangan berhenti di tahu. Ubah pengetahuan menjadi tindakan sekecil apa pun. Ilmu tanpa gerak adalah beban di akhirat.
  • Perbanyak doa taufiq. Rasulullah ﷺ senantiasa memohon, “Ya Allah, berilah aku petunjuk dan berilah aku taufiq untuk istiqamah” (HR. Muslim).
  • Refleksi pada sejarah. Pandanglah jasad-jasad kegagalan di sekitar kita, para koruptor dan pemimpin zalim, bukan untuk dicaci, tetapi agar kita tidak mengulang kesombongan yang sama.

Jasad Fir’aun membuktikan bahwa kekuasaan tidak menyelamatkan, dan ilmu tanpa iman tidaklah cukup. Jasadnya tidak dihancurkan, agar hati kita tidak ikut membatu.

Referensi:
Al-Qur’anul Karim (QS. Yunus: 90–92, QS. Al-Qashash: 56, QS. Asy-Syams: 7–8)
Hadits Riwayat Muslim tentang doa petunjuk dan istiqamah
Maurice Bucaille, The Bible, The Qur’an and Science (kajian ilmiah tentang mumi Fir’aun)

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Asal Usul Pencemaran Nama Baik (Hate Speech) Dalam Sejarah Hukum Pidana

Next Post

Doa sebagai Peredam Sifat Sombong dan Pengurang Dosa

fusilat

fusilat

Related Posts

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.
Feature

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif
Feature

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?
Feature

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026
Next Post

Doa sebagai Peredam Sifat Sombong dan Pengurang Dosa

Husnul Khotimah: Hasil Proses Perjalanan Iman

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”
Crime

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

by Karyudi Sutajah Putra
April 15, 2026
0

Jakarta--FusilatNews - Kasus kekerasan seksual yang terjadi di Universitas Indonesia (UI) serta ekspresi misoginis dan seksis yang mengarah pada normalisasi...

Read more
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

April 11, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026
KPK Sikat Barang Faizal Assegaf, Jejak Kasus Bea Cukai Makin Terbuka

KPK Sikat Barang Faizal Assegaf, Jejak Kasus Bea Cukai Makin Terbuka

April 15, 2026
Catatan Pinggir: Haji dan Citra Kementerian yang Tercemar – Quota Bisa Tinggal 50%

Haji 2026 Dimulai Lebih Awal, Jemaah RI Terbang 22 April–1 Juli: Siapkah Semua Pihak?

April 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

April 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...