Oleh Steve Holland, Nandita Bose, Stephanie Kelly, dan Joseph Ax
PALM BEACH, Florida, 6 November (Reuters) – Donald Trump kembali terpilih sebagai Presiden Amerika Serikat, menandai kebangkitan luar biasa setelah empat tahun lalu tersingkir dari Gedung Putih. Kepemimpinannya yang baru ini diprediksi akan menguji institusi demokrasi di dalam negeri dan hubungan internasional.
Trump, 78 tahun, berhasil memperoleh lebih dari 270 suara Electoral College yang dibutuhkan untuk kemenangan pada hari Rabu, berdasarkan proyeksi dari Edison Research. Dalam kampanyenya, ia mengandalkan retorika tajam yang memperdalam polarisasi di Amerika Serikat. Kemenangan di negara bagian kunci Wisconsin menjadi penentu, dengan total 279 suara elektoral melawan Kamala Harris yang meraih 223 suara, meskipun beberapa negara bagian masih menghitung suara.
Trump mengklaim mandat kuat dari rakyat Amerika dalam pidato kemenangannya di Palm Beach County Convention Center, Florida. “Amerika telah memberi kami mandat yang belum pernah terjadi sebelumnya,” ucapnya kepada pendukungnya yang bersorak.
Meski karier politik Trump sempat dianggap berakhir setelah klaim tak berdasarnya tentang kecurangan pemilu memicu penyerbuan Capitol pada 6 Januari 2021, ia berhasil memenangkan kembali kepercayaan pemilih dengan menjadikan isu ekonomi dan imigrasi sebagai tema utama. Trump berhasil mengalahkan Kamala Harris dengan menggalang dukungan pemilih yang khawatir akan harga yang tinggi dan meningkatnya kejahatan yang ia klaim, tanpa bukti, sebagai akibat dari imigrasi ilegal.
Sementara itu, Harris belum berbicara kepada pendukungnya di Universitas Howard, almamaternya. Co-chair kampanyenya, Cedric Richmond, menyatakan bahwa Harris akan berbicara kemudian. “Masih ada suara yang harus dihitung,” katanya.
Dalam pemilihan legislatif, Partai Republik memenangkan mayoritas di Senat, tetapi dominasi di DPR masih diperebutkan. Pasar saham global mengalami kenaikan besar setelah kemenangan Trump, sementara nilai dolar mengalami lonjakan tertinggi sejak tahun 2020.
Ekonomi dan Lapangan Kerja Jadi Fokus Utama
Isu ekonomi dan lapangan kerja mendominasi kekhawatiran pemilih, menurut jajak pendapat Reuters/Ipsos. Meski pasar saham mencatat rekor tertinggi dan pengangguran rendah, banyak warga Amerika yang masih frustrasi dengan kenaikan harga. Trump memperoleh dukungan dari kelompok Hispanik dan rumah tangga berpenghasilan rendah yang paling terpengaruh oleh inflasi, serta basis loyalnya yang terdiri dari pemilih kulit putih pedesaan tanpa pendidikan perguruan tinggi.
Kemenangan ini membawa implikasi besar, mulai dari kebijakan perdagangan, perubahan iklim, hingga imigrasi. Trump berencana meluncurkan kampanye deportasi massal dan telah berjanji untuk memecat pegawai negeri yang dianggap tidak setia. Para pengkritik khawatir ia akan menggunakan lembaga penegak hukum federal sebagai alat politik.
Kegagalan Harris
Kamala Harris gagal menarik dukungan cukup untuk mengalahkan Trump. Dalam kampanyenya, ia memperingatkan bahwa Trump mengancam demokrasi Amerika. Menurut exit poll dari Edison Research, hampir tiga perempat pemilih merasa bahwa demokrasi AS berada dalam ancaman, menunjukkan polarisasi yang makin tajam.
Trump mencirikan kampanyenya dengan bahasa yang dramatis, menyebut AS sebagai “tong sampah” bagi imigran dan mengecam lawan-lawannya sebagai “musuh dari dalam.”
Kampanye yang Tak Terduga
Dua bulan setelah vonis kasus hush money, upaya pembunuhan menimpa Trump dalam kampanye di Pennsylvania, menambah kekhawatiran akan kekerasan politik. Tekanan untuk Biden mundur akhirnya terwujud setelah ia tampil buruk dalam debat dengan Trump. Mundurnya Biden membuat Harris harus melancarkan kampanye kilat, berhasil mengumpulkan dana lebih dari $1 miliar dalam tiga bulan.
Sebagai presiden kedua yang kembali ke Gedung Putih setelah masa kepemimpinan sebelumnya, Trump bersumpah akan merombak cabang eksekutif dan menjadikan loyalitas pribadi sebagai prioritas dalam penyusunan kabinetnya. Setelah hasil pemilu 2024 disahkan oleh Kongres pada 6 Januari 2025, Trump dan wakilnya, Senator JD Vance, dijadwalkan dilantik pada 20 Januari.


























