• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Yasinta Moiwend dan Bahaya Menghakimi dari Jarak Jauh

Ali Syarief by Ali Syarief
June 2, 2026
in Feature, Human Rights, Tokoh/Figur
0
Yasinta Moiwend dan Bahaya Menghakimi dari Jarak Jauh
Share on FacebookShare on Twitter

FusilatNews – Di tengah riuhnya media sosial, publik tampaknya begitu mudah menjatuhkan vonis. Ketika Yasinta Moiwend atau Mama Sinta muncul dengan sikap yang berbeda dari narasi yang selama ini melekat padanya, berbagai tudingan langsung bermunculan. Ada yang menyebutnya telah berubah haluan. Ada yang menuduhnya tunduk pada kekuasaan. Bahkan tidak sedikit yang menganggapnya telah meninggalkan perjuangan yang selama ini ia gaungkan.

Namun pertanyaannya sederhana: apakah publik benar-benar memahami seluruh kenyataan yang dihadapi seorang perempuan adat di Merauke?

Selama bertahun-tahun, Yasinta dikenal sebagai sosok yang berada di garis depan memperjuangkan tanah adat, lingkungan hidup, dan hak-hak masyarakat Malind. Namanya tidak lahir dari ruang kosong. Ia bukan tokoh yang tiba-tiba muncul karena sorotan media. Reputasinya dibangun melalui perjalanan panjang yang bahkan membawanya menerima penghargaan dari kalangan jurnalis dan pegiat kebebasan sipil.

Ironisnya, ketika ia menyampaikan pandangan yang berbeda dari harapan sebagian kelompok aktivis, penghargaan atas sejarah perjuangannya seolah langsung dihapus. Ia tidak lagi dipandang sebagai manusia yang memiliki hak untuk berubah pandangan, melainkan hanya dianggap berguna selama tetap mengucapkan kalimat yang sesuai dengan kepentingan kelompok tertentu.

Di sinilah persoalan mendasar muncul.

Kita sering berbicara tentang hak masyarakat adat untuk menentukan nasibnya sendiri. Namun ketika seorang tokoh adat mengambil pilihan yang tidak sesuai dengan ekspektasi publik, hak itu mendadak hilang. Kebebasan yang selama ini diperjuangkan untuk masyarakat adat justru dibatasi oleh standar moral kelompok luar yang merasa paling mengetahui apa yang terbaik bagi mereka.

Narasi besar yang beredar hari ini menggambarkan Yasinta sebagai tokoh yang tiba-tiba berubah. Tetapi sedikit yang bertanya: mungkinkah ia sedang menghadapi realitas hidup yang berbeda dari apa yang dibayangkan para aktivis di kota-kota besar?

Bagi banyak masyarakat adat, perjuangan lingkungan bukan sekadar soal menolak investasi atau proyek negara. Ada kebutuhan hidup sehari-hari yang terus berjalan. Ada rumah yang perlu diperbaiki. Ada keluarga yang harus diberi makan. Ada generasi muda yang membutuhkan pekerjaan. Dalam kenyataan seperti itu, pilihan-pilihan yang tersedia sering kali tidak sesederhana slogan perlawanan yang terdengar heroik di media sosial.

Karena itu, terlalu mudah jika seluruh perubahan sikap Yasinta langsung dibaca sebagai pengkhianatan. Publik perlu menyadari bahwa masyarakat adat bukan simbol perjuangan yang bisa digunakan sesuai kebutuhan narasi tertentu. Mereka adalah manusia yang hidup dalam tekanan ekonomi, sosial, dan politik yang jauh lebih kompleks daripada yang terlihat dalam film dokumenter, laporan media, ataupun kampanye aktivisme.

Polemik film Pesta Babi juga membuka pertanyaan lain yang layak diajukan. Apakah semua pihak yang muncul dalam sebuah karya dokumenter benar-benar memahami dampak publikasi terhadap kehidupan mereka setelah film itu beredar? Apakah relasi antara pembuat narasi dan subjek narasi selalu berlangsung dalam posisi yang setara?

Pertanyaan-pertanyaan ini penting diajukan bukan untuk menyerang karya jurnalistik atau dokumenter, melainkan untuk mengingatkan bahwa setiap manusia yang menjadi bagian dari sebuah cerita memiliki hak untuk menyampaikan keberatan, bahkan ketika keberatan itu terasa tidak nyaman bagi pihak yang sebelumnya menganggap dirinya sekutu.

Pada akhirnya, publik perlu berhenti melihat Yasinta Moiwend sebagai simbol yang hanya boleh berbicara sesuai harapan kelompok tertentu. Jika masyarakat adat berhak bersuara, maka hak itu juga mencakup hak untuk berbeda pendapat, hak untuk berubah sikap, dan hak untuk menentukan jalan hidupnya sendiri.

Demokrasi tidak diuji ketika kita mendengar suara yang kita sukai. Demokrasi justru diuji ketika seseorang menyampaikan suara yang tidak sesuai dengan keyakinan kita, lalu kita tetap menghormati haknya untuk berbicara.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Diplomasi Angka Bodong: Ketika Kunjungan Presiden Dijual dengan Janji Investasi

Next Post

BERAS MELIMPAH KAPAN HARGANYA MURAH ?

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

News

Siapa SA Anggota DPR RI dari Madura yang Diduga Jual-Beli Titik MBG?

June 9, 2026
Di Jepang – Tuhan Bersemayam di Toilet
Feature

Di Jepang – Tuhan Bersemayam di Toilet

June 9, 2026
Feature

MBG, Memutar Ulang Dosa Sejarah

June 9, 2026
Next Post
Bulog Ke Depan : MEWUJUDKAN INTEGRASI KEBIJAKAN PANGAN NASIONAL

BERAS MELIMPAH KAPAN HARGANYA MURAH ?

Uraikan Gambaran Pemimpin Masa Depan Menteri Bahlil Sindir Anies Hanya Pintar Bicara dan Pidato

Geliat Bahlil Menuju Kandidasi Pilpres 2029: Sanggupkah Mengungguli Prabowo, Gibran, dan AHY

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
News

Siapa SA Anggota DPR RI dari Madura yang Diduga Jual-Beli Titik MBG?

by Karyudi Sutajah Putra
June 9, 2026
0

Jakarta - FusilatNews.-Banyak pihak, baik di eksekutif maupun legislatif, kini sedang ketar-ketir menunggu kelanjutan proses hukum dugaan tindak pidana korupsi...

Read more
Pembubaran Perkemahan Ahmadiyah di Karangnganyar: Negara Kembali Tunduk Pada Kelompok Intoleran

Pembubaran Perkemahan Ahmadiyah di Karangnganyar: Negara Kembali Tunduk Pada Kelompok Intoleran

June 7, 2026

Pancasila: Lahir untuk Mati!

June 2, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Diskusi RUU Parpol, PERMAHI Jakarta Timur Tekankan Penguatan Demokrasi dan Kaderisasi

Diskusi RUU Parpol, PERMAHI Jakarta Timur Tekankan Penguatan Demokrasi dan Kaderisasi

June 9, 2026

Siapa SA Anggota DPR RI dari Madura yang Diduga Jual-Beli Titik MBG?

June 9, 2026
Di Jepang – Tuhan Bersemayam di Toilet

Di Jepang – Tuhan Bersemayam di Toilet

June 9, 2026

MBG, Memutar Ulang Dosa Sejarah

June 9, 2026
Peduli Orang Jepang Karena Rupiah Melemah

Peduli Orang Jepang Karena Rupiah Melemah

June 8, 2026
50 Anak Muda Difabel Netra Ikuti Aksi Penanaman Mangrove dalam Green Justice Youth Program

50 Anak Muda Difabel Netra Ikuti Aksi Penanaman Mangrove dalam Green Justice Youth Program

June 8, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Diskusi RUU Parpol, PERMAHI Jakarta Timur Tekankan Penguatan Demokrasi dan Kaderisasi

Diskusi RUU Parpol, PERMAHI Jakarta Timur Tekankan Penguatan Demokrasi dan Kaderisasi

June 9, 2026

Siapa SA Anggota DPR RI dari Madura yang Diduga Jual-Beli Titik MBG?

June 9, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist