Seoul – Drama politik di Korea Selatan (Korsel) terus bergulir tanpa tanda-tanda mereda. Setelah Presiden Yoon Suk Yeol dimakzulkan, giliran Presiden sementara, Han Duck-soo, yang harus meninggalkan jabatannya. Situasi politik di negara tersebut kini berada dalam ketidakpastian yang mendalam.
Kisruh ini bermula ketika Presiden Yoon Suk Yeol mengumumkan status darurat militer pada 3 Desember 2024. Keputusan tersebut memicu polemik besar di tengah masyarakat dan parlemen. Demonstrasi pecah di berbagai kota, dengan ribuan warga turun ke jalan menentang langkah Yoon yang dianggap sebagai ancaman terhadap demokrasi.
Langkah Presiden Yoon segera mendapat perlawanan dari Majelis Nasional Korea Selatan. Setelah menggelar rapat darurat, parlemen Korsel melakukan pemungutan suara untuk mendesak pencabutan status darurat militer. Yoon akhirnya mencabut keputusan tersebut, tetapi kerusakan telah terjadi. Kepercayaan publik terhadap pemerintahannya jatuh drastis, dan gelombang protes justru semakin meluas.
Pada 14 Desember 2024, Majelis Nasional mengambil langkah drastis dengan memakzulkan Yoon Suk Yeol. Pemakzulan ini menandai pertama kalinya dalam sejarah Korsel seorang presiden diberhentikan melalui proses legislatif atas kebijakan darurat militer.
Dengan dimakzulkannya Yoon, Han Duck-soo, yang menjabat sebagai Perdana Menteri, mengambil alih sebagai Presiden sementara. Namun, masa jabatannya juga tidak berlangsung lama. Han menghadapi kritik keras atas kebijakannya yang dianggap tidak mampu menenangkan gejolak politik dan sosial di negara itu. Pada 28 Desember 2024, Han secara resmi dicopot dari posisinya melalui mekanisme parlemen.
Saat ini, Korsel berada di persimpangan jalan. Situasi politik yang tak menentu memunculkan kekhawatiran tentang stabilitas negara di tengah ancaman eksternal dan tantangan internal. Para analis politik memandang Korsel harus segera menggelar pemilu darurat untuk memilih pemimpin baru yang mampu mengembalikan kepercayaan publik dan menata kembali sistem demokrasi yang terguncang.
Perkembangan lebih lanjut dari krisis politik di Korsel ini akan menjadi sorotan dunia internasional. Semua pihak menantikan langkah selanjutnya dari Majelis Nasional dalam menentukan arah masa depan negara tersebut.




















