Jakarta – Fusilatnews.- Peta dukungan publik di Amerika Serikat terhadap konflik Israel–Palestina mulai mengalami perubahan signifikan. Generasi muda Amerika, terutama Generasi Z (Gen Z), menunjukkan kecenderungan yang semakin besar untuk bersimpati kepada Palestina, berbeda dengan generasi yang lebih tua yang selama ini cenderung mendukung Israel.
Perubahan tersebut terlihat dalam sejumlah survei yang menunjukkan adanya jurang pandangan antargenerasi. Dalam jajak pendapat gabungan NPR/PBS NewsHour/Marist, hanya sekitar 48 persen dari kelompok milenial dan Gen Z yang mendukung Amerika Serikat menyatakan dukungan terbuka kepada Israel. Angka itu jauh lebih rendah dibandingkan dengan Generasi X dan kelompok Baby Boomers yang tingkat dukungannya jauh lebih tinggi.
Fenomena ini menunjukkan perubahan orientasi politik generasi muda Amerika terhadap isu global, khususnya terkait konflik di Timur Tengah. Berbeda dengan generasi sebelumnya yang lebih banyak mendapatkan informasi dari media arus utama, Gen Z dikenal mengandalkan media sosial sebagai sumber informasi utama mereka. Hal itu dinilai memengaruhi cara pandang mereka terhadap konflik kemanusiaan dan isu hak asasi manusia.
Dalam beberapa tahun terakhir, gelombang aksi solidaritas Palestina juga semakin sering terlihat di kampus-kampus Amerika. Demonstrasi mahasiswa, kampanye digital, hingga gerakan sosial lintas negara memperlihatkan bagaimana isu Palestina mendapatkan ruang lebih besar di kalangan anak muda. Pengamat menilai generasi ini lebih responsif terhadap isu ketidakadilan, kemanusiaan, dan dampak perang terhadap warga sipil.
Perubahan arah dukungan ini juga dipandang dapat memengaruhi dinamika politik Amerika di masa mendatang. Sebab, generasi muda akan menjadi kelompok pemilih dominan dalam beberapa tahun ke depan. Pergeseran opini mereka terhadap konflik Israel–Palestina berpotensi memberikan tekanan terhadap kebijakan luar negeri Washington yang selama puluhan tahun dikenal memiliki hubungan erat dengan Israel.
Meski demikian, dukungan publik di Amerika terhadap Israel secara umum masih relatif kuat. Namun tren terbaru memperlihatkan bahwa konflik Gaza telah membuka perbedaan pandangan yang semakin tajam antara generasi muda dan generasi tua di negeri tersebut.






















