• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

EMPAT PILAR BANGSA YANG KERAP TERPINGGIRKAN Buruh, Petani, Nelayan, dan Pemuda

Ir Entang Sastraatmaja by Ir Entang Sastraatmaja
December 21, 2025
in Feature, Politik
0
Bila Indonesia Bisa Swasembada: Negeri 275 Juta yang Menjadi Raksasa Setelah Cina
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Entang Sasteaatmadja

Buruh, petani, nelayan, dan pemuda merupakan empat komponen strategis—bahkan dapat disebut sebagai aset utama bangsa—yang sangat menentukan arah dan kekuatan perjalanan Indonesia ke depan. Pada masa Orde Baru, keempat kelompok ini secara sadar diwadahi dalam organisasi massa yang dibentuk secara sistematis, terukur, dan terpolakan oleh negara.

Buruh dihimpun dalam Federasi Buruh Seluruh Indonesia (FBSI). Petani diwadahi melalui Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI). Nelayan dihimpun dalam Himpunan Seluruh Nelayan Indonesia (HNSI). Sementara pemuda dipersatukan dalam Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI).

Di era Orde Baru, buruh, petani, nelayan, dan pemuda memperoleh perhatian khusus dari pemerintah, setidaknya karena empat alasan utama.

Pertama, stabilitas politik. Pemerintah Orde Baru berupaya menjaga stabilitas nasional dengan memenuhi kebutuhan dasar kelompok-kelompok sosial strategis tersebut guna meredam potensi konflik horizontal.

Kedua, pembangunan ekonomi. Fokus Orde Baru pada industrialisasi dan pertumbuhan ekonomi menjadikan buruh dan petani sebagai komponen vital dalam mesin pembangunan nasional.

Ketiga, legitimasi kekuasaan. Kepedulian terhadap kelompok masyarakat bawah menjadi instrumen untuk memperkuat legitimasi politik rezim yang berkuasa.

Keempat, pengendalian sosial. Melalui wadah organisasi resmi, negara berupaya mengontrol dinamika gerakan buruh, petani, nelayan, dan pemuda agar tidak berkembang menjadi kekuatan oposisi yang berpotensi mengancam kekuasaan.

Namun harus diakui, perhatian negara pada masa itu kerap bersifat paternalistik. Negara hadir sebagai “bapak” yang mengatur, bukan sebagai mitra yang mendengar. Kepentingan kelompok-kelompok tersebut sering kali disubordinasikan di bawah kepentingan stabilitas dan kekuasaan.

Memasuki era Reformasi, suasananya berubah drastis. Reformasi menghadirkan pergeseran besar dalam sistem politik, ekonomi, dan sosial Indonesia. Beberapa ciri utama era ini antara lain demokratisasi, kebebasan pers, meningkatnya partisipasi masyarakat, liberalisasi ekonomi, serta privatisasi BUMN. Namun, bersamaan dengan itu, era Reformasi juga diwarnai oleh meningkatnya praktik korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan.

Secara prinsip, era Reformasi menawarkan ruang kebebasan yang jauh lebih luas dibandingkan Orde Baru. Masyarakat, termasuk buruh, petani, nelayan, dan pemuda, memiliki kesempatan lebih besar untuk menyuarakan aspirasi dan memperjuangkan kepentingannya. Meski demikian, kebebasan tersebut juga menghadirkan tantangan baru, mulai dari ketidakstabilan ekonomi hingga lemahnya penegakan hukum.

Pertanyaan kritis yang kerap muncul adalah: mana yang lebih baik, Orde Baru atau Reformasi? Dalam konteks perhatian terhadap buruh, petani, nelayan, dan pemuda, secara normatif era Reformasi tampak lebih menjanjikan. Pemerintah lebih terbuka, kebijakan lebih partisipatif, dan ruang dialog lebih tersedia.

Di era Reformasi, berbagai kebijakan telah diluncurkan, antara lain Undang-Undang Ketenagakerjaan yang lebih melindungi hak buruh, program bantuan bagi petani dan nelayan, peningkatan akses pendidikan dan pelatihan bagi pemuda, serta kebebasan berorganisasi dan menyampaikan pendapat.

Namun demikian, realitas di lapangan menunjukkan bahwa tantangan struktural belum sepenuhnya teratasi. Ketimpangan, kemiskinan, lemahnya akses teknologi, serta ketidakpastian ekonomi masih menjadi masalah laten bagi keempat kelompok ini.

Pemerintah saat ini pun telah menggulirkan sejumlah program strategis, di antaranya rencana penghapusan utang petani dan nelayan, digitalisasi pertanian, peningkatan pendidikan dan pelatihan, penguatan kemitraan publik-swasta, serta pelaksanaan Program 6 Aksi Transformasi Bangsa yang menekankan pembangunan berkelanjutan.

Meski begitu, tantangan besar tetap membayangi. Infrastruktur yang belum merata, keterbatasan akses teknologi, serta ancaman perubahan iklim menuntut kerja bersama yang lebih serius dan berkelanjutan. Pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta harus bergerak dalam satu irama, bukan berjalan sendiri-sendiri.

Sebab tanpa keberpihakan nyata kepada buruh, petani, nelayan, dan pemuda, pembangunan hanya akan menjadi angka statistik—jauh dari keadilan sosial yang dijanjikan konstitusi.

Penulis adalah Ketua Dewan Pakar DPD HKTI Jawa Barat

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Ini Negara-Negara Yang Siap Membantu – Ditolak Prabowo

Next Post

Enam Desa Aceh Tamiang Masih Terisolasi Tiga Pekan Pascabanjir, Warga Desak BNPB Turunkan Alat Berat Besar-besaran

Ir Entang Sastraatmaja

Ir Entang Sastraatmaja

Related Posts

Hidayah yang Menemukan Akal  Ketika Al-Qur’an Berbicara tentang Peredaran Bumi
Feature

Hidayah yang Menemukan Akal Ketika Al-Qur’an Berbicara tentang Peredaran Bumi

February 13, 2026
Kalau Ijazah Jokowi Palsu, Terus Kenapa?: Ketika Moral Publik Dipatahkan dengan Santai
Feature

IF YOU CAN’T STAND THE HEAT, GET OUT OF THE KITCHEN

February 13, 2026
Perseteruan Raja Jawa vs Roy Suryo dan Ketidakakuran Kasunanan Surakarta vs Kasultanan Yogyakarta
Crime

Bila Ijazah Asli;Roy CS Terancam Penjara 9 Bulan – Bila Palsu; Jokowi Terancam 10 Tahun

February 13, 2026
Next Post
Enam Desa Aceh Tamiang Masih Terisolasi Tiga Pekan Pascabanjir, Warga Desak BNPB Turunkan Alat Berat Besar-besaran

Enam Desa Aceh Tamiang Masih Terisolasi Tiga Pekan Pascabanjir, Warga Desak BNPB Turunkan Alat Berat Besar-besaran

Ketika Intelektualitas Dipaksa Tunduk Atas Nama Al-Qur’an dan Hadis

Ketika Intelektualitas Dipaksa Tunduk Atas Nama Al-Qur’an dan Hadis

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
10 Isu Prioritas Bisnis dan HAM di Indonesia 2026 Versi Setara Institute
Bisnis

10 Isu Prioritas Bisnis dan HAM di Indonesia 2026 Versi Setara Institute

by Karyudi Sutajah Putra
February 12, 2026
0

Jakarta-Fusilatnews - Bisnis dan hak asasi manusia (HAM) adalah seperangkat prinsip yang berfokus pada tanggung jawab pelaku usaha untuk menegakkan...

Read more
Kuorum Tak Terpenuhi, DPR Tunda Paripurna Pengesahan RUU Pilkada

Habis KPK, Terbitlah MK: Dilemahkan!

February 7, 2026
Akankah Gibran Ancam Bunuh Prabowo Seperti di Filipina?

Ketika Prabowo Menantang Gibran Bertarung di 2029

February 7, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Pedagang Sea Food di Beijing Terkejut Dengan Larangan Total Impor Jepang

Krisis Suksesi Menghantui UMKM Jepang, Peluang Baru Terbuka bagi Mitra Asing

February 13, 2026
Rakyat Tolak Gibran, Prabowo Terima; Rakyat Minta Adili Jokowi, Prabowo Malah Serukan ‘Hidup Jokowi’

Damai Hari Lubis Bantah Minta Maaf dan Terima Uang: Ini Rekayasa Politik, Bukan Proses Hukum

February 13, 2026
Hidayah yang Menemukan Akal  Ketika Al-Qur’an Berbicara tentang Peredaran Bumi

Hidayah yang Menemukan Akal Ketika Al-Qur’an Berbicara tentang Peredaran Bumi

February 13, 2026
Prof Euis Amalia: Karya FKI Lebih Konkret Dibanding ICMI dan KAHMI

Prof Euis Amalia: Karya FKI Lebih Konkret Dibanding ICMI dan KAHMI

February 13, 2026
Ketua BEM UGM Dapat Teror Usai Suarakan Kasus Anak Bunuh Diri di NTT

Ketua BEM UGM Dapat Teror Usai Suarakan Kasus Anak Bunuh Diri di NTT

February 13, 2026
Kalau Ijazah Jokowi Palsu, Terus Kenapa?: Ketika Moral Publik Dipatahkan dengan Santai

IF YOU CAN’T STAND THE HEAT, GET OUT OF THE KITCHEN

February 13, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Pedagang Sea Food di Beijing Terkejut Dengan Larangan Total Impor Jepang

Krisis Suksesi Menghantui UMKM Jepang, Peluang Baru Terbuka bagi Mitra Asing

February 13, 2026
Rakyat Tolak Gibran, Prabowo Terima; Rakyat Minta Adili Jokowi, Prabowo Malah Serukan ‘Hidup Jokowi’

Damai Hari Lubis Bantah Minta Maaf dan Terima Uang: Ini Rekayasa Politik, Bukan Proses Hukum

February 13, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...