• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Ketika Intelektualitas Dipaksa Tunduk Atas Nama Al-Qur’an dan Hadis

Ali Syarief by Ali Syarief
December 21, 2025
in Feature, Spiritual
0
Ketika Intelektualitas Dipaksa Tunduk Atas Nama Al-Qur’an dan Hadis
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Masalah terbesar dalam kehidupan beragama kita hari ini bukan pada Al-Qur’an dan Hadis itu sendiri, melainkan pada cara kekuasaan menggunakan keduanya. Kebenaran yang seharusnya dibaca dengan akal, justru dibekukan menjadi perintah mutlak. Intelektualitas tidak diajak berdialog, melainkan dipaksa tunduk.

Logikanya sederhana. Akal manusia diciptakan untuk memahami wahyu, bukan untuk dimatikan oleh tafsir. Tetapi dalam praktik beragama sehari-hari, sering kali berlaku rumus terbalik:
akal harus berhenti ketika berhadapan dengan klaim “ini sudah perintah agama”.

Di titik inilah agama berubah dari jalan pencerahan menjadi instrumen kekuasaan.


Agama, Tafsir, dan Kuasa yang Tak Terlihat

Kita sering mendengar kalimat:
“Ini sudah sesuai Al-Qur’an dan Hadis.”
Kalimat ini terdengar sakral, final, dan seolah tak boleh dipersoalkan.

Padahal pertanyaan mendasarnya jarang diajukan:
tafsir siapa? konteks zaman apa? kepentingan apa yang sedang bekerja?

Seperti pada hukum Inggris era Victoria—di mana perempuan dilarang mandi telanjang bahkan di kamar mandinya sendiri—larangan itu tidak lahir dari logika rasional, melainkan dari tafsir religius yang disatukan dengan kekuasaan patriarkal. Tuhan dipahami secara maskulin, lalu dijadikan alat legitimasi untuk mengontrol tubuh perempuan.

Dalam kehidupan beragama kita hari ini, pola yang sama berulang.
Bukan pada isu mandi, tetapi pada:

  • cara berpakaian,

  • cara beribadah,

  • cara berpikir,

  • bahkan cara bertanya.

Semua bisa diberi stempel: haram, sesat, atau menyimpang—cukup dengan satu klaim: “bertentangan dengan Al-Qur’an dan Hadis.”


Ketika Akal Dianggap Ancaman

Ironisnya, dalam tradisi Islam sendiri, akal memiliki posisi yang tinggi. Al-Qur’an berulang kali bertanya: afala ta‘qilun, afala tatafakkarun. Tetapi dalam praktik sosial keagamaan, akal justru dicurigai.

Berpikir kritis dianggap:

  • terlalu liberal,

  • kebarat-baratan,

  • atau bahkan merusak iman.

Di sinilah intelektualitas dipaksa tunduk. Bukan tunduk kepada wahyu, tetapi tunduk kepada otoritas tafsir. Siapa yang menguasai tafsir, dialah yang menentukan mana kebenaran dan mana penyimpangan.

Agama tidak lagi menjadi ruang pencarian makna, melainkan ruang kepatuhan.


Tubuh, Moral, dan Agama sebagai Disiplin

Seperti busana pada tubuh perempuan di era Victoria, banyak aturan agama hari ini bekerja sebagai alat pendisiplinan sosial. Moralitas dipersempit pada tubuh—terutama tubuh perempuan—sementara keadilan sosial, korupsi, penindasan, dan ketimpangan ekonomi sering kali luput dari perhatian serius.

Mengatur aurat menjadi sangat detail.
Mengatur keserakahan nyaris diabaikan.

Ini bukan kebetulan, melainkan pilihan kekuasaan: lebih mudah mengontrol tubuh individu daripada menantang struktur ketidakadilan.


Agama yang Hidup, Bukan Agama yang Membeku

Ketika segala sesuatu disakralkan tanpa ruang dialog, agama kehilangan daya hidupnya. Ia membeku menjadi aturan, bukan nilai. Padahal wahyu turun dalam sejarah, berbicara pada konteks, dan selalu membutuhkan ijtihad.

Jika intelektualitas terus dipaksa tunduk, maka agama tidak lagi membimbing manusia menuju kemanusiaan, tetapi justru menjauhkan manusia dari nalar dan empati.

Yang kita perlukan bukan keberanian menolak Al-Qur’an dan Hadis—itu keliru—melainkan keberanian mempertanyakan tafsir yang mengatasnamakan keduanya untuk melanggengkan kuasa.


Penutup

Sejarah mengajarkan satu hal:
ketika agama bertemu kekuasaan tanpa kritik, yang lahir bukan kesalehan, melainkan kepatuhan.

Dan kepatuhan yang membunuh akal bukanlah iman, melainkan ketakutan yang disucikan.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Enam Desa Aceh Tamiang Masih Terisolasi Tiga Pekan Pascabanjir, Warga Desak BNPB Turunkan Alat Berat Besar-besaran

Next Post

Ketika Negara Menjadi Mufasir: Agama dalam Hukum Positif

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.
Feature

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif
Feature

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?
Feature

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026
Next Post
Ketika Negara Menjadi Mufasir: Agama dalam Hukum Positif

Ketika Negara Menjadi Mufasir: Agama dalam Hukum Positif

Pasal Moral dan Kematian Akal Sehat Publik

Pasal Moral dan Kematian Akal Sehat Publik

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”
Crime

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

by Karyudi Sutajah Putra
April 15, 2026
0

Jakarta--FusilatNews - Kasus kekerasan seksual yang terjadi di Universitas Indonesia (UI) serta ekspresi misoginis dan seksis yang mengarah pada normalisasi...

Read more
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

April 11, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist