• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Bencana

Enam Desa Aceh Tamiang Masih Terisolasi Tiga Pekan Pascabanjir, Warga Desak BNPB Turunkan Alat Berat Besar-besaran

fusilat by fusilat
December 21, 2025
in Bencana, News
0
Enam Desa Aceh Tamiang Masih Terisolasi Tiga Pekan Pascabanjir, Warga Desak BNPB Turunkan Alat Berat Besar-besaran
Share on FacebookShare on Twitter

Aceh Tamiang | Fusilatnews — Tiga pekan pascabanjir besar yang melanda Kabupaten Aceh Tamiang, kondisi di wilayah pedalaman masih memprihatinkan. Hingga Sabtu (20/12/2025), sedikitnya enam desa di Kecamatan Sekrak masih terisolasi dan belum bisa diakses kendaraan roda dua.

Enam desa tersebut yakni Desa Baling Karang, Suka Makmur, Sulum, Juar, Sekumur, dan Desa Tanjung Gelumpang. Akses jalan menuju wilayah itu masih tertutup lumpur tebal dan material banjir, sehingga menyulitkan distribusi bantuan kemanusiaan.

Amiruddin, warga Desa Pahlawan, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, mengatakan kondisi tersebut membutuhkan penanganan serius dari pemerintah pusat. Ia menilai jumlah alat berat yang tersedia saat ini tidak memadai untuk membuka akses ke pedalaman.

“Butuh tambahan alat berat untuk membersihkan jalan di pedalaman Kecamatan Sekrak. Kita minta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mendatangkan alat berat dalam jumlah besar,” ujar Amiruddin saat dihubungi Fusilatnews melalui sambungan telepon.

Akibat keterisolasian itu, suplai bahan pangan ke desa-desa terdampak hanya mengandalkan sepeda motor trail dengan kapasitas terbatas. Kondisi ini menyebabkan warga masih kekurangan kebutuhan dasar.

“Korban banjir di pedalaman masih kekurangan bahan pangan, air bersih, dan obat-obatan. Bantuan belum bisa masuk secara maksimal,” tambahnya.

Selain persoalan logistik, pemulihan infrastruktur dasar juga belum sepenuhnya berjalan. Amiruddin menyebut pasokan listrik di Kota Kuala Simpang sudah mulai menyala, namun hanya pada malam hari.

“Listrik menyala pada malam hari saja. Dari pagi sampai sore masih padam di pusat kota. Kalau di pedalaman, masih padam seluruhnya,” jelasnya.

Ia mendesak BNPB dan Kementerian Sosial RI untuk mempercepat distribusi bantuan, terutama air bersih yang hingga kini masih sangat dibutuhkan warga.

“Air bersih masih sangat terkendala. Ini kebutuhan paling mendesak saat ini,” katanya.

Tak hanya bantuan fisik, Amiruddin juga menyoroti pentingnya pemulihan psikologis bagi korban banjir, khususnya anak-anak dan kaum ibu.

“Anak-anak dan kaum ibu paling trauma. Mereka butuh trauma healing segera, bukan hanya bantuan bahan pangan,” tegasnya.

Diketahui, banjir besar merendam Kabupaten Aceh Tamiang sejak 26 November 2025. Bencana tersebut berdampak luas dengan jumlah pengungsi mencapai 208.163 jiwa yang tersebar di 209 desa pada 12 kecamatan. Hingga kini, tercatat 85 orang meninggal dunia akibat bencana tersebut.

Sementara itu, PT PLN (Persero) melaporkan pemulihan kelistrikan di Aceh terus dilakukan secara bertahap setelah jaringan kembali terhubung dengan sistem besar Sumatera. Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, mengatakan bahwa setelah transmisi tersambung, PLN memasuki tahap pengoperasian kembali pembangkit listrik.

Menurutnya, proses tersebut membuat sistem kelistrikan di Aceh perlahan kembali pulih, meski belum sepenuhnya normal, terutama di wilayah pedalaman yang terdampak parah banjir.

Namun bagi warga enam desa di Kecamatan Sekrak, pemulihan listrik dan infrastruktur belum cukup. Mereka masih menunggu kehadiran negara secara nyata—membuka isolasi, memastikan logistik terpenuhi, dan memulihkan kehidupan pascabencana secara menyeluruh.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

EMPAT PILAR BANGSA YANG KERAP TERPINGGIRKAN Buruh, Petani, Nelayan, dan Pemuda

Next Post

Ketika Intelektualitas Dipaksa Tunduk Atas Nama Al-Qur’an dan Hadis

fusilat

fusilat

Related Posts

Ekstradisi Paulus Tannos dari Singapura ke Indonesia Belum Tuntas, Proses Hukum Berlanjut
Crime

Ekstradisi Paulus Tannos dari Singapura ke Indonesia Belum Tuntas, Proses Hukum Berlanjut

January 24, 2026
Paradoks Penegakan Hukum: Ketika Aktivis Anti-Korupsi Jekson Sihombing Diperlakukan Layaknya Teroris
Crime

Paradoks Penegakan Hukum: Ketika Aktivis Anti-Korupsi Jekson Sihombing Diperlakukan Layaknya Teroris

January 24, 2026
PETANI TANPA BULOG
Economy

PETANI 2026: ANTARA JANJI SWASEMBADA DAN REALITAS DI SAWAH

January 24, 2026
Next Post
Ketika Intelektualitas Dipaksa Tunduk Atas Nama Al-Qur’an dan Hadis

Ketika Intelektualitas Dipaksa Tunduk Atas Nama Al-Qur’an dan Hadis

Ketika Negara Menjadi Mufasir: Agama dalam Hukum Positif

Ketika Negara Menjadi Mufasir: Agama dalam Hukum Positif

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
OTT Madiun dan Pati: Angin Segar Kubu Pilkada oleh DPRD
Feature

OTT Madiun dan Pati: Angin Segar Kubu Pilkada oleh DPRD

by Karyudi Sutajah Putra
January 21, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Calon Pimpinan KPK 2019-2024 Jakarta - Presiden Prabowo Subianto dan partai politik-partai politik pendukungnya, yang mewacanakan...

Read more
LBH Keadilan: Stop Kriminalisasi Warga Tangsel!

LBH Keadilan: Stop Kriminalisasi Warga Tangsel!

January 20, 2026
Muhammadiyah Kritik Operasi Gakkumdu, Sebut Pemkot Tangsel Standar Ganda

Muhammadiyah Kritik Operasi Gakkumdu, Sebut Pemkot Tangsel Standar Ganda

January 19, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Sanae Takaichi dan Tantangan Ekonomi Dua Kecepatan Jepang

Memahami Sistem Politik Jepang: Mengapa DPR Bisa Dibubarkan Kapan Saja?

January 24, 2026
Ekstradisi Paulus Tannos dari Singapura ke Indonesia Belum Tuntas, Proses Hukum Berlanjut

Ekstradisi Paulus Tannos dari Singapura ke Indonesia Belum Tuntas, Proses Hukum Berlanjut

January 24, 2026
Paradoks Penegakan Hukum: Ketika Aktivis Anti-Korupsi Jekson Sihombing Diperlakukan Layaknya Teroris

Paradoks Penegakan Hukum: Ketika Aktivis Anti-Korupsi Jekson Sihombing Diperlakukan Layaknya Teroris

January 24, 2026
Symbul Kerinduan Kolektif – Tergila-gila kepada Purbaya

Di Balik Pernyataan Purbaya: Rupiah dan Rapuhnya Fondasi Ekonomi Indonesia

January 24, 2026
Walau Seblak Menyalahi Kodrat, Tapi Lidah Belajar Berdamai

Walau Seblak Menyalahi Kodrat, Tapi Lidah Belajar Berdamai

January 24, 2026
Terjawab Sudah, Orang Besar di Balik Kasus Ijazah Palsu Jokowi adalah Eggy Sudjana

Terjawab Sudah, Orang Besar di Balik Kasus Ijazah Palsu Jokowi adalah Eggy Sudjana

January 24, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Sanae Takaichi dan Tantangan Ekonomi Dua Kecepatan Jepang

Memahami Sistem Politik Jepang: Mengapa DPR Bisa Dibubarkan Kapan Saja?

January 24, 2026
Ekstradisi Paulus Tannos dari Singapura ke Indonesia Belum Tuntas, Proses Hukum Berlanjut

Ekstradisi Paulus Tannos dari Singapura ke Indonesia Belum Tuntas, Proses Hukum Berlanjut

January 24, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist