• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Birokrasi

Enam Poin DPR: Reformasi Palsu Tanpa Sentuhan Kesejahteraan Rakyat

Ali Syarief by Ali Syarief
September 6, 2025
in Birokrasi, Feature, Politik
0
Enam Poin DPR: Reformasi Palsu Tanpa Sentuhan Kesejahteraan Rakyat
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI boleh saja mengklaim telah mendengar suara rakyat dengan meluncurkan enam poin hasil rapat konsultasi pimpinan. Namun, mari kita jujur: tidak ada satu pun poin yang menyentuh langsung pada kesejahteraan rakyat.

Isi keputusan itu hanya berkutat pada pemangkasan fasilitas, moratorium perjalanan, dan sedikit perbaikan tata kelola. Sementara rakyat bersuara lantang dengan 17+8 tuntutan yang jelas menyinggung keadilan sosial, hak-hak buruh, penegakan HAM, hingga komitmen pemerintah pada upah layak.

DPR Sibuk Merapikan Rumahnya Sendiri

Apa yang dilakukan DPR ibarat pemilik rumah mewah yang hanya mengganti lampu, mengecat dinding, dan menutup jendela—sementara di luar pagar, rakyat berteriak lapar, buruh terancam PHK, guru dan nakes menanti upah layak, dan mahasiswa dipukuli aparat.

Tidak ada satu pun dari enam poin itu yang menyinggung soal penghidupan rakyat kecil. Tidak ada jaminan kerja layak, tidak ada komitmen harga bahan pokok, tidak ada perlindungan buruh kontrak, tidak ada keberpihakan pada sektor pendidikan dan kesehatan.

Semua yang mereka lakukan hanyalah upaya menyelamatkan wajah politik mereka, bukan wajah rakyat.

Tuntutan Rakyat Jelas: DPR Hanya Menutup Mata

Kontrasnya sangat telanjang. Rakyat meminta investigasi kasus kekerasan, pengembalian TNI ke barak, penghentian kriminalisasi demonstran, transparansi harta anggota DPR, hingga komitmen terhadap upah layak. Itu semua agenda nyata untuk memperbaiki kehidupan sehari-hari.

Apa balasan DPR? “Kami potong tunjangan rumah dan listrik.” Jawaban ini nyaris sinis. Seolah-olah rakyat turun ke jalan hanya karena cemburu melihat kemewahan anggota parlemen, bukan karena ditindas oleh sistem yang korup dan represif.

Integritas Tanpa Kesejahteraan adalah Reformasi Kosong

Benar, integritas, transparansi, dan tata kelola negara yang baik adalah prasyarat penting. Tetapi, tanpa kesejahteraan rakyat, semua itu hanyalah jargon elitis. Apa arti transparansi jika rakyat masih kehilangan pekerjaan? Apa arti pemangkasan fasilitas DPR jika buruh tetap digerus outsourcing? Apa arti integritas jika guru honorer dan nakes tetap bergaji di bawah layak?

Reformasi sejati bukan hanya soal membersihkan institusi dari korupsi, tetapi juga menghadirkan keadilan sosial di meja makan rakyat.

Penutup: Rakyat Tidak Bisa Hidup dari Basa-Basi

Enam poin DPR jelas menunjukkan satu hal: mereka hanya sibuk membenahi kinerja dan integritas di atas kertas, tetapi gagal menghadirkan jawaban konkret atas krisis kesejahteraan rakyat.

DPR mungkin berpikir bahwa dengan memotong fasilitas, badai protes akan reda. Namun rakyat tidak bisa hidup dari basa-basi moral. Mereka butuh kerja, upah, harga terjangkau, keamanan dari kekerasan aparat, dan jaminan bahwa negara berdiri untuk melindungi, bukan menindas.

Jika DPR terus menutup mata, jangan salahkan rakyat bila kelak enam poin itu hanya dibaca sebagai simbol kemunafikan—reformasi palsu yang tak pernah menyentuh perut dan kehidupan nyata mereka.

Enam Poin Kosong, Nol untuk Kesejahteraan Rakyat!

Isinya? Cuma soal fasilitas mereka sendiri.

  • Potong tunjangan rumah,

  • Hentikan plesiran ke luar negeri,

  • Pangkas biaya listrik dan telepon,

  • Tunda hak-hak anggota yang dinonaktifkan partai,

  • Urusan Mahkamah Kehormatan DPR,

  • Janji transparansi.

Pertanyaan sederhana: di mana rakyat di dalam enam poin itu?

Tidak Ada Poin untuk Perut Rakyat

Rakyat menuntut 17+8:

  • Stop kriminalisasi demonstran,

  • Usut tuntas kekerasan aparat,

  • TNI kembali ke barak,

  • Upah layak bagi guru, nakes, buruh, dan ojol,

  • Lindungi pekerja dari PHK massal,

  • Dialog dengan serikat buruh, mahasiswa, dan masyarakat sipil.

Apa jawab DPR? Kosong. Tidak ada satu pun janji kesejahteraan. Yang mereka perbaiki hanya wajah dan citra mereka sendiri.

Integritas Tanpa Kesejahteraan = Omong Kosong

DPR mau bicara integritas, transparansi, tata kelola negara. Bagus, tapi rakyat tidak hidup dari jargon.

  • Apa arti transparansi kalau harga beras makin mahal?

  • Apa arti integritas kalau buruh tetap terjepit outsourcing?

  • Apa arti tata kelola kalau guru honorer digaji di bawah standar?

Integritas tanpa kesejahteraan hanyalah panggung sandiwara elite.

Rakyat Tidak Butuh Basa-Basi

Rakyat turun ke jalan bukan karena iri dengan listrik gratis DPR, tapi karena mereka lapar, ditindas, dan dipinggirkan.
Enam poin DPR hanyalah plester di atas luka bernanah. Luka itu tidak akan sembuh kalau akar masalah — korupsi, ketidakadilan, ketimpangan, dan represi — dibiarkan membusuk.

Kesimpulan: Enam Poin DPR = Nol

Rakyat bicara 17+8 dengan solusi jelas, DPR menjawab dengan enam poin kosong.
Tidak ada poin untuk mensejahterakan rakyat.
Yang ada hanya upaya menjaga kursi, citra, dan kenyamanan mereka sendiri.

Dan bila DPR terus menutup mata, rakyat akan mengubah tuntutan: dari 17+8 menjadi 1 tuntutan tunggal — Ganti DPR dengan wakil rakyat yang benar-benar berpihak pada rakyat.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

DPR dan Enam Poin Basa-Basi: Saat Rakyat Bicara 17+8, Parlemen Hanya Menjawab dengan Potongan Fasilitas

Next Post

Tahun Pertama Pemerintahan Prabowo: Gagal Menjawab Tuntutan Rakyat

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Media Sosial: Dari Hiburan Menjadi Candu yang Diproduksi
Feature

Media Sosial: Dari Hiburan Menjadi Candu yang Diproduksi

April 24, 2026
Logika Tol di Laut Bebas: Kebijakan atau Kecanggungan?
Birokrasi

Logika Tol di Laut Bebas: Kebijakan atau Kecanggungan?

April 24, 2026
Feature

Perang, Kepentingan Global, dan Harapan Kemerdekaan Palestina

April 24, 2026
Next Post
Arah Pidato Prabowo Itu, Sesungguhnya Untuk Siapa?

Tahun Pertama Pemerintahan Prabowo: Gagal Menjawab Tuntutan Rakyat

Aktivis dan Kisah Layla Majnun: Cinta Radikal untuk Negeri

Aktivis dan Kisah Layla Majnun: Cinta Radikal untuk Negeri

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?
Law

RPP Tugas TNI: Wujud Remiliteriasi yang Bahayakan Kehidupan Demokrasi

by fusilat
April 24, 2026
0

Jakarta-FusilatNews - Masyarakat tengah menunggu putusan Mahkamah Konstitusi (MK) dalam judicial review (uji materiil) Undang-Undang (UU) No. 34 Tahun 2004...

Read more
Jangan Lawan Parpol!

Jangan Lawan Parpol!

April 24, 2026
10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci

10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci

April 23, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Media Sosial: Dari Hiburan Menjadi Candu yang Diproduksi

Media Sosial: Dari Hiburan Menjadi Candu yang Diproduksi

April 24, 2026
Logika Tol di Laut Bebas: Kebijakan atau Kecanggungan?

Logika Tol di Laut Bebas: Kebijakan atau Kecanggungan?

April 24, 2026

Perang, Kepentingan Global, dan Harapan Kemerdekaan Palestina

April 24, 2026

KETIKA PENDAMAI DITUDUH MENISTA AGAMA

April 24, 2026

Kabar dari Gedung Parlemen: Kapan KTP Naik Pamor?

April 24, 2026
Memperluas Koter, Mempersempit Ruang Sipil

Memperluas Koter, Mempersempit Ruang Sipil

April 24, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Media Sosial: Dari Hiburan Menjadi Candu yang Diproduksi

Media Sosial: Dari Hiburan Menjadi Candu yang Diproduksi

April 24, 2026
Logika Tol di Laut Bebas: Kebijakan atau Kecanggungan?

Logika Tol di Laut Bebas: Kebijakan atau Kecanggungan?

April 24, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist