• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Era Jokowi Kebodohan Kolektif Dinilai Sebagai Kebenaran

Ketika Kebodohan Menjadi Patriotisme, Kecerdasan Menjadi Ancaman

Ali Syarief by Ali Syarief
February 23, 2025
in Feature, Politik
0
DPR Jangan Pikun soal Hoax Mobil Esemka Jokowi

Hasil dai kebodohan kolektif - produknya tak pernah ada

Share on FacebookShare on Twitter

FusilatNews – Dalam sebuah dunia di mana kebodohan diagungkan sebagai bentuk cinta tanah air, di sanalah kecerdasan menjadi bahaya. Seperti lilin yang mencoba menyala di tengah badai, pemikiran jernih dihujat, pertanyaan kritis dicap pengkhianatan, dan akal sehat dianggap sebagai ancaman terhadap stabilitas kekuasaan.

Kita hidup di zaman ketika penguasa yang diragukan kapasitasnya justru dielu-elukan sebagai pahlawan. Jokowi, yang oleh Rocky Gerung disebut sebagai si dungu dan tolol, berdiri di puncak kekuasaan tanpa ketajaman visi, hanya dengan modal pencitraan dan pengendalian narasi. Apa yang dahulu dianggap sebagai kebodohan kini diarak sebagai kebijaksanaan. Apa yang dahulu disebut keberanian mengkritik, kini dikategorikan sebagai ancaman bagi persatuan. Negara bukan lagi arena bagi akal sehat, tetapi panggung sandiwara di mana para aktor berpura-pura memimpin, sementara rakyat dipaksa percaya bahwa kemunduran adalah kemajuan.

Kebodohan bukanlah sekadar kekurangan ilmu, melainkan ketidakmampuan berpikir secara mendalam, ketidakmauan memahami realitas di luar ilusi yang diciptakan. Dan ironinya, semakin dungu seorang pemimpin, semakin ia dipuja. Mengapa? Sebab kebodohan kolektif lebih nyaman daripada kecerdasan individual. Pemikiran kritis menuntut tanggung jawab, sedangkan kebodohan menawarkan kenyamanan dalam ketundukan.

Hari ini, kita melihat bagaimana rakyat diajak bersorak untuk proyek-proyek mercusuar, sementara pendidikan dan intelektualitas diabaikan. Ibu Kota Nusantara (IKN) dipromosikan sebagai kebanggaan, padahal ia adalah monumen dari ambisi kosong. Anggaran miliaran mengalir untuk upacara seremonial, sementara anak-anak negeri ini kesulitan mengakses pendidikan berkualitas. Mereka yang mempertanyakan prioritas ini dianggap sebagai pengganggu, bukan sebagai patriot sejati.

Ketika kecerdasan menjadi ancaman, maka kebenaran dikubur oleh propaganda. Ketika pertanyaan dianggap penghinaan, maka kebebasan berpikir perlahan mati. Negeri ini, yang dahulu dibangun dengan gagasan besar dan idealisme, kini tenggelam dalam gelombang pembodohan massal. Setiap kritik disambut dengan tuduhan makar, setiap argumen dijawab dengan slogan kosong. Inilah zaman di mana mengungkap fakta berarti melawan arus, di mana menjadi cerdas berarti memilih jalan sunyi yang penuh risiko.

Tapi sejarah mengajarkan bahwa badai kebodohan takkan selamanya bertahan. Lilin yang tertiup angin masih bisa dinyalakan kembali. Akal sehat mungkin dihujat hari ini, tetapi ia takkan mati. Sebab, sesungguhnya, bangsa yang besar bukanlah bangsa yang membungkam kecerdasannya sendiri, melainkan bangsa yang berani merangkul pemikiran-pemikiran terbaik demi masa depan yang lebih baik.

Maka, tetaplah berpikir, meskipun itu berbahaya. Sebab, di tengah zaman ketika kebodohan dianggap sebagai patriotisme, menjadi cerdas adalah bentuk perlawanan paling hakiki.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Menimbang Ontologi Auman Megawati

Next Post

Megawati Can Do No Wrong: Semiotika Internal yang Diuji oleh Skandal Hasto

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Mengapa Harus Belajar Bahasa Daerah?
Feature

Mengapa Harus Belajar Bahasa Daerah?

May 30, 2026
Feature

Masukkan Aku dalam Kebenaran, dan Keluarkan Aku dalam Kebenaran”

May 30, 2026
Gelombang Senyap Pemurtadan atau Sekadar Mitos? Membaca Data Eks-Muslim Dunia Tanpa Propaganda
Feature

Gelombang Senyap Pemurtadan atau Sekadar Mitos? Membaca Data Eks-Muslim Dunia Tanpa Propaganda

May 30, 2026
Next Post
Megawati Can Do No Wrong: Semiotika Internal yang Diuji oleh Skandal Hasto

Megawati Can Do No Wrong: Semiotika Internal yang Diuji oleh Skandal Hasto

Era 5.0 dan Kemunduran Industri: Tantangan atau Peluang?

Era 5.0 dan Kemunduran Industri: Tantangan atau Peluang?

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Evakuasi 380 WNI dari Iran Akan Lewat Jalur Darat, Pemerintah: Wilayah Udara Tidak Bisa Dilewati
Birokrasi

Indonesia Kutuk Israel: Mengapa Kak Sugiono Kebakaran Jenggot?

by Karyudi Sutajah Putra
May 25, 2026
0

Jakarta - Fusilatnews -Indonesia dan tujuh negara lain mengutuk keras tindakan Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben Gvir dan pasukan Israel...

Read more
Tangsel Ngotot Bangun PSEL Sendiri Tanpa Aglomerasi, Proyek Terancam Gagal

Tangsel Ngotot Bangun PSEL Sendiri Tanpa Aglomerasi, Proyek Terancam Gagal

May 24, 2026
Aliansi Melawan Rezim Deformasi: Militerisme Bangkit, Reformasi Mati

Aliansi Melawan Rezim Deformasi: Militerisme Bangkit, Reformasi Mati

May 21, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Mengapa Harus Belajar Bahasa Daerah?

Mengapa Harus Belajar Bahasa Daerah?

May 30, 2026

Masukkan Aku dalam Kebenaran, dan Keluarkan Aku dalam Kebenaran”

May 30, 2026
Gelombang Senyap Pemurtadan atau Sekadar Mitos? Membaca Data Eks-Muslim Dunia Tanpa Propaganda

Gelombang Senyap Pemurtadan atau Sekadar Mitos? Membaca Data Eks-Muslim Dunia Tanpa Propaganda

May 30, 2026

Jembatan Akselerasi Dunia Pendidikan dan Dunia Kerja (Program Sertifikasi dan Standardisasi Kapasitas SDM)

May 30, 2026

Ketika Ilmu Dipisahkan dari Agama (3)

May 30, 2026

EKONOMI KEDAULATAN NASIONAL; JALAN TENGAH ANTARA NEGARA PASIF DAN NEGARA SERAKAH

May 29, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Mengapa Harus Belajar Bahasa Daerah?

Mengapa Harus Belajar Bahasa Daerah?

May 30, 2026

Masukkan Aku dalam Kebenaran, dan Keluarkan Aku dalam Kebenaran”

May 30, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist