• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Fiksioner: Cikal Kaum Bavarian di Negeri Konoha

fusilat by fusilat
November 13, 2025
in Feature, Law
0
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh Damai Hari Lubis
Pengamat KUHP (Kebijakan Umum Hukum dan Politik)


Dalam ilmu kimia, antidot berarti penawar racun — zat yang mampu menetralisir bisa atau zat berbahaya yang menyerang tubuh. Dalam dunia sosial-politik, istilah ini bisa bermakna metaforis: obat bagi penyakit bangsa, penawar bagi kebobrokan moral dan politik yang menggerogoti sendi negara.

Namun, dalam praktiknya, “antidot” sering kali disalahgunakan. Ia justru menjadi racun baru yang disamarkan dalam nama kemajuan dan pencerahan — persis seperti konsep Illuminati versi Bavaria yang pernah mengguncang sejarah Eropa.


Dari Bavarian ke Negeri Konoha

Secara historis, Illuminati lahir di Bavaria, Jerman Tenggara, pada abad ke-18. Gerakan rahasia ini mengusung pencerahan dan rasionalisme, namun cepat dibubarkan karena dianggap berbahaya bagi kekuasaan. Bavaria kemudian dikenal sebagai wilayah yang memiliki rasa superioritas terhadap bangsa Jerman lainnya — bahkan beraroma rasisme intelektual.

Kini, istilah Illuminati lebih sering dipakai dalam teori konspirasi global untuk menggambarkan kelompok elit yang mengatur dunia dari balik layar. Di dunia fiksi Marvel, kelompok ini digambarkan sebagai pahlawan super yang diam-diam menyelamatkan dunia.

Sayangnya, di “negeri Konoha” — kiasan bagi realitas sosial-politik kita — istilah Illuminati justru bermetamorfosis menjadi simbol kelompok yang mengaku visioner, tetapi justru bekerja diam-diam untuk membunuh idealisme bangsa. Mereka tampil seolah menjadi penawar, padahal hakikatnya adalah racun yang melumpuhkan gerakan kritis rakyat.


Fiksioner: Visioner atau Fiktif?

Belakangan, muncul komunitas anak muda bernama Fiksioner. Mereka mengklaim diri sebagai wadah pengembangan kewirausahaan sejak usia SMA, dengan misi membentuk generasi muda yang siap bersaing di masa depan.

Namun, pertanyaan yang menggantung adalah: siapa sebenarnya mereka? Apakah mereka lahir dari rahim rakyat biasa, atau justru merupakan anak-anak “pengpeng” — singkatan dari penguasa dan pengusaha — yang menyiapkan jalur istimewa bagi diri mereka sendiri?

Jika benar yang kedua, maka konsep “Fiksioner” hanyalah nama lain dari reinkarnasi feodalisme modern. Sebuah sistem yang memperindah ketimpangan, menutup ruang bagi ekonomi rakyat seperti koperasi dan UMKM — dua pilar utama dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008 dan PP Nomor 7 Tahun 2021 tentang pemberdayaan ekonomi rakyat.

Alih-alih menjadi wadah pemberdayaan, mereka bisa jadi adalah antidot palsu bagi rakyat kecil — racun manis yang mengikis prinsip gotong royong dan menggantinya dengan kompetisi yang elitis.


Antidot yang Salah Sasaran

Antidot seharusnya menyembuhkan. Tetapi ketika dijadikan alat untuk menetralkan semangat perjuangan rakyat, ia berubah menjadi instrumen penjinakan.

Kaum muda yang seharusnya menjadi lokomotif perubahan justru diarahkan untuk menjadi “pembungkam yang elegan”. Jika Fiksioner menjadi semacam Illuminati lokal, maka yang sedang tumbuh bukanlah generasi visioner, melainkan Bavarian muda — kaum yang sejak dini dilatih berpikir elitis, bermental sekuler, dan gemar berkamuflase di balik jargon nasionalisme semu.


Politik Bavarian dan Bahaya Kemunafikan

Ketika pola pikir Bavarian — rasis, sekuler, dan materialistik — diadopsi di Indonesia, maka politik pun hanya menjadi panggung sandiwara. Orang berteriak tentang kebenaran sambil menumpuk kekuasaan; berbicara tentang rakyat sambil menindas mereka dengan kebijakan yang diskriminatif.

Model ini melahirkan apa yang bisa disebut “politik hipokrit” — politik pura-pura nasionalis yang sebenarnya anti-Pancasila. Di tangan generasi seperti ini, masa depan bangsa tidak dibangun di atas keadilan sosial, melainkan di atas keserakahan yang diwariskan secara turun-temurun.


Penutup: Antara Terang dan Gelap

Pertarungan antara terang dan gelap adalah hukum alam. Namun di negeri ini, batas antara keduanya kian kabur. Mereka yang mengaku “penyelamat” bangsa bisa jadi adalah perancang kehancurannya.

“Fiksioner” mungkin tampak seperti ide mulia, tetapi tanpa arah yang jelas dan kepekaan sosial, konsep itu hanya akan menjadi simbol kemewahan yang fiktif — proyek Bavarian ala negeri Konoha.

Pertanyaannya tinggal satu:
Apakah “Fiksioner” akan menjadi penawar bagi penyakit bangsa, atau justru racun baru yang lahir dari laboratorium kemunafikan?


 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

RASIONALISASI KERETA CEPAT: MUNGKINKAH?

Next Post

Biji yang Terlempar di Tanah yang Kering

fusilat

fusilat

Related Posts

Di Jepang – Tuhan Bersemayam di Toilet
Feature

Di Jepang – Tuhan Bersemayam di Toilet

June 9, 2026
Feature

MBG, Memutar Ulang Dosa Sejarah

June 9, 2026
Peduli Orang Jepang Karena Rupiah Melemah
Feature

Peduli Orang Jepang Karena Rupiah Melemah

June 8, 2026
Next Post
Biji yang Terlempar di Tanah yang Kering

Biji yang Terlempar di Tanah yang Kering

Hasto Testimonium De Aiditu  “Anies Dikriminalisasi, Beranikah Melawan Kedzaliman?”

DHL: JPU Jangan Biarkan Asas Hukum Menjadi Tak Berguna di Negeri Ini

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
News

Siapa SA Anggota DPR RI dari Madura yang Diduga Jual-Beli Titik MBG?

by Karyudi Sutajah Putra
June 9, 2026
0

Jakarta - FusilatNews.-Banyak pihak, baik di eksekutif maupun legislatif, kini sedang ketar-ketir menunggu kelanjutan proses hukum dugaan tindak pidana korupsi...

Read more
Pembubaran Perkemahan Ahmadiyah di Karangnganyar: Negara Kembali Tunduk Pada Kelompok Intoleran

Pembubaran Perkemahan Ahmadiyah di Karangnganyar: Negara Kembali Tunduk Pada Kelompok Intoleran

June 7, 2026

Pancasila: Lahir untuk Mati!

June 2, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Diskusi RUU Parpol, PERMAHI Jakarta Timur Tekankan Penguatan Demokrasi dan Kaderisasi

Diskusi RUU Parpol, PERMAHI Jakarta Timur Tekankan Penguatan Demokrasi dan Kaderisasi

June 9, 2026

Siapa SA Anggota DPR RI dari Madura yang Diduga Jual-Beli Titik MBG?

June 9, 2026
Di Jepang – Tuhan Bersemayam di Toilet

Di Jepang – Tuhan Bersemayam di Toilet

June 9, 2026

MBG, Memutar Ulang Dosa Sejarah

June 9, 2026
Peduli Orang Jepang Karena Rupiah Melemah

Peduli Orang Jepang Karena Rupiah Melemah

June 8, 2026
50 Anak Muda Difabel Netra Ikuti Aksi Penanaman Mangrove dalam Green Justice Youth Program

50 Anak Muda Difabel Netra Ikuti Aksi Penanaman Mangrove dalam Green Justice Youth Program

June 8, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Diskusi RUU Parpol, PERMAHI Jakarta Timur Tekankan Penguatan Demokrasi dan Kaderisasi

Diskusi RUU Parpol, PERMAHI Jakarta Timur Tekankan Penguatan Demokrasi dan Kaderisasi

June 9, 2026

Siapa SA Anggota DPR RI dari Madura yang Diduga Jual-Beli Titik MBG?

June 9, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...