Ketua Umum Foksi, M Natsir Sahib, berkonsultasi dengan Bareskrim Polri untuk melaporkan tiga akademisi tersebut dan sang sutradara.
Jakarta – Fusilatnews – Munculnya film dokumenter Dirty Vote yang disutradarai Dandy Laksono dengan pemeran utama yang terdiri tiga akademisi aktifis demokrasi , yaitu Feri Amsari, Zainal Arifin Muhtar, dan Bavitri Susantri, mendorong DPP Forum Komunikasi Santri Indonesia (Foksi) untuk konsultasi ke Bareskrim Polri,Senin (12/2/2024). kemarin
Ketua Umum Foksi, M Natsir Sahib, berkonsultasi dengan Bareskrim Polri untuk melaporkan tiga akademisi tersebut dan sang sutradara.
“Kami berkonsultasi untuk melaporkan dugaan pelanggaran pemilu karena pada masa tenang pemilu memunculkan sebuah film dokumenter tentang kecurangan pemilu yang bertujuan membuat kegaduhan dan menyudutkan salah satu capres yang bertentangan dengan UU Pemilu,” ujar Natsir.
Menurut Natsir, tiga akademisi dan sutradara film Dirty Vote melanggar Pasal 287 ayat 5 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum.
“Kami minta Bareskrim Mabes Polri agar profesional dan presisi untuk mengusut dugaan pidana pelanggaran pemilu ini karena di masa tenang ini termasuk pelanggaran pemilu yang serius dan tendensius terhadap calon lainnya,” ucap Natsir.
Selain itu, menurut Natsir, keterlibatan tiga akademisi tersebut dalam tim reformasi hukum di Kemenko Polhukam saat dijabat Menko Polhukam Mahfud MD menyebabkan tayangan itu berbau politis. Pasalnya Mahfud MD saat ini merupakan konstestan Pilres 2024.
‘Kami menilai para akademisi tersebut telah menghancurkan tatanan demokrasi dengan memenuhi unsur niat permufakatan jahat membuat isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan sehingga munculnya gejolak di masyarakat dengan fitnah dan data palsu yang disebar ke masyarakat. Ini daya rusaknya luar biasa di tengah masyarakat,” ucap Natsir.
Dirty Vote sebuah film dokumenter yang menggambarkan kecurangan pemilu dengan judul menjadi trending topic di X (sebelumnya Twitter) dan memperole3h sorotan luas dikalangan intelktual baik di Kampus maupun non kampus
Memunculkan reaksi beragam dengan sentimen negatif terhadap rezime Jokowi, khususnya KPU, Bawaslu dan DKPP. dan belakangan kubu Paslon nomor 2 Prabowo – Gibran
Banyak warganet marah dengan dugaan kecurangan pemilu yang terjadi selama ini setelah menonton film Ahad (11/2/2024)
Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, Habiburokhman, menyebut dokumenter Dirty Vote merupakan film yang berisi fitnah.
Dia mempertanyakan kebenaran pakar-pakar hukum yang hadir di film itu. Habib juga menyangsikan dugaan kecurangan yang diarahkan ke Prabowo-Gibran.
“Sebagian besar yang disampaikan dalam film tersebut adalah sesuatu yang bernada fitnah, narasi kebencian yang sangat asumtif, dan sangat tidak ilmiah,” kata Habib dalam jumpa pers di Media Center Prabowo-Gibran, Jakarta, Ahad akhir pekan lalu .


























