JAKARTA, Fusilatnews – Banyak diberitakan juga di media-media international terkenal, tentang kematian Balita kita, akibat Gagal Ginjal Akut itu. Dalam wawancara dengan berbagai fihak dan pemerintah, kemarin, di Radio Elshinta, dipertentangkan cara pemerintah, serta-merta mengumumkan dugaan kematian itu disebabkan oleh obat-obatan cair. Sementara diketahui, bahwa cara menditeksi penyebab kematian tersebut, disinyalir, tidak menyeluruh.
Sementara, obat untuk pengganti atas obat-obat yang dilarang tersebut, juga telah disediakan, yang di import dari Singapore.
Pada keterangan lain, Reuters memberitakan, sebagai berikut;
Menteri Kesehatan Indonesia mengatakan pada Jumat bahwa jumlah anak yang meninggal karena cedera ginjal akut (AKI) naik menjadi 133 dari yang dilaporkan sebelumnya 99.
Kematian itu termasuk di antara total 241 kasus di 22 provinsi, kata Budi Gunadi Sadikin, seraya menambahkan bahwa sebagian besar pasien adalah anak-anak di bawah usia lima tahun.
Budi pada hari Kamis mengatakan beberapa sirup obat yang tersedia di Indonesia mengandung etilen glikol dan dietilen glikol, bahan yang telah dikaitkan dengan AKI fatal pada anak-anak.
Badan makanan dan obat-obatan, BPOM, negara itu juga telah menyebutkan lima produk buatan lokal yang mengandung kadar etilena glikol yang berlebihan dan telah memerintahkan produsen untuk menariknya keluar dari peredaran dan menghancurkan semua batch yang tersisa.





















