Tergantung 5 Pihak Hal itu disampaikan Habiburokhman menjawab pertanyaan soal apakah mungkin jika nantinya Prabowo berduet dengan Ganjar Pranowo di Pilpres 2024.
Jakarta – Fusilatnews – Dalam acara Satu Meja The Forum yang tayang di Kompas TV pada Kamis (28/9). wacana duet antara bakal calon presiden (capres) dari PDI-P, Ganjar Pranowo dengan bakal capres dari Gerindra, Prabowo Subianto.
Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra, Habiburokhman mempertanyakan kepantasan jika Ganjar yang diusung PDIP menjadi bacawapres Prabowo
Sedangkan menurut Habiburokhman, Gerindra tetap berpegang kepada keputusan mendorong Prabowo Subianto sebagai bakal capres di pemilihan presiden (Pilpres) 2024.
Karena itu, Gerindra mempertimbangkan sisi kepantasan apabila ingin menawarkan posisi bakal calon presiden (cawapres) kepada Ganjar Pranowo.
“Saya enggak bisa menilai, tapi dalam konteks kepantasan, apakah pantas kami tawarkan posisi (bakal) cawapres kepada PDI-P yang partai besar, dua kali pemenang pemilu?” ujar Habiburokhman
Tergantung 5 Pihak Hal itu disampaikan Habiburokhman menjawab pertanyaan soal apakah mungkin jika nantinya Prabowo berduet dengan Ganjar Pranowo di Pilpres 2024.
“Pak Ganjar juga tokoh sangat potensial. Apakah pantas kami tawarkan cawapres kepada beliau? Itu kan soal kepantasan,” kata Habiburokhman.
“Di sisi lain, kita enggak akan mundur satu langkah saja, enggak akan mundur. (Prabowo) Sebagai (bakal) capres enggak akan mundur,” ujarnya lagi
Dalam kesempatan itu, Habiburokhman juga menjelaskan soal awal mula isu duet Ganjar-Prabowo dari sudut pandang Partai Gerindra.
Menurutnya, memang Presiden Joko Widodo (Jokowi) sempat menjelaskan soal siapa saja nama-nama yang berpotensi sebagai bakal cawapres Ganjar Pranowo.
Pernyataan Presiden itu disampaikan setelah Ganjar dideklarasikan PDI-P sebagai bakal capres yang diusung untuk Pilpres 2024.
“Bahwa apa yang terjadi ketika setelah pengumuman 22 April, capres PDI-P. Lalu, Pak Jokowi (ketika) hari raya (Idul Fitri) menyatakan bakal cawapres Pak Ganjar. Lalu, ada (disebut) termasuk termasuk Pak Prabowo akan menemukan bakal cawapresnya,” kata Habiburokhman.
“Sudah kami konfirmasi, maksud Pak Jokowi bukan Prabowo menjadi cawapres Ganjar, tapi Pak Prabowo akan menemukan cawapres sendiri juga,” ujarnya melanjutkan.
Habiburokhman juga menyatakan bahwa saat Ganjar bersama Prabowo dan Presiden Jokowi menghadiri panen raya di Kebumen pada Maret 2023, tidak ada permintaan agar keduanya berduet sebagai bakal capres-cawapres.
“Sudah saya cek juga ke orang yang saat itu di situ, yakni Pak Prabowo sendiri tidak ada. Enggak ada Ganjar-Prabowo enggak ada . Yang jelas tidak ada Pak Prabowo jadi cawapresnya Pak Ganjar itu, kayaknya sama sekali enggak ada,” katanya.
Sebelumnya, Ganjar Pranowo menilai bahwa peluang dirinya dipasangkan dengan Prabowo dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024, mungkin terjadi.
“Kalau politik itu, sebelum nanti ditetapkan di KPU (Komisi Pemilihan Umum), semua peluang bisa terjadi,” kata Ganjar singkat saat ditemui di Gedung High End, Jakarta Pusat pada 20 September 2023.
Namun, Ganjar enggan mengomentari lebih lanjut mengenai kemungkinan dirinya berpasangan dengan Prabowo di Pilpres 2024.
Mantan Gubernur Jawa Tengah itu hanya mengatakan tidak sependapat bahwa kandidat bakal cawapres sudah mengerucut pada satu nama, yaitu Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD.
“Sampai hari ini belum (nama cawapres), masih semua digodok. Ini ada Pak Sekjen (nunjuk Sekjen PDI-P Hasto Kristiyanto), ini ada Pak Sekjen PPP (nunjuk Sekjen PPP Arwani Thomafi). Beliau-beliau ini yang hari ini intens. Saya juga ikut komunikasi. Jadi, kami semua berembuk dan tentu kami sedang berbincang masalah ini. Sabar,” ujar Ganjar.

























