Pengamat Hukum & Politik Mujahid 212 – Damai Hari Lubis
Saat debat cawapres, kemarin 21 Jan 2024, perilaku Gibran mirip seperti sombong (gaya konyol). Dimata publik dinilai kurang adab. Mungkin dia merasa panggung miliknya? dan panitia (dibawah pengaruhnya) “atau akan turut apa kata bapaknya”. Dirinya seperti PD (Percaya Diri). Karena apapun yang Ia lakukan seperti sebelum-sebelumnya, dalam beberapa kali diduga melakukan pelanggaran, terbukti tidak diberi sanksi (berat) oleh KPU dan atau Bawaslu.
Apakah karena Bapaknya adalah seorang presiden? Lalu dia bebas dan berani melanggar aturan debat dengan meninggalkan podium untuk bicara. Hanya Gibran yang tahu.
Namun publik banyak juga yang tidak heran atas perilaku Gibran, jangankan hanya diolok-olok setelah acara debat, dihujat soal usia yang belum 40 saja, tapi bisa lolos menjadi cawapres. Sebab dalam hubungannya erat dengan Anwar Usman sang pamannya. Sudah terbukti dipecat gara gara berhubungan dengan pelanggaran etika hakim, pada persidangan yang loloskan usia dibawah 40 atau persidangan MK. Yang dipimpin oleh Anwar Usman, sehingga ramai dikatakan sebagai terkait khusus kepentingan Gibran sesuai tuduhan publik, nyatanya Gibran masa bodo, cuek bebek.
Terlebih, hanya sekedar tinggalkan panggung, dan jawaban atau argumentasi dalam debat hanya mengulang, kurang inovasi, Gibran kentara belum punya pengalaman politik, tidak cerdas dalam berargumentasi. Bukti Ia hanya punya pengalaman sedikit, diantaranya hanya mencontoh atau meniru tingkah polah Bapaknya, yang walau banyak bohong namun tetap mengulang ulang kebohongan, ibarat istilah orang betawi, dalam bentuk majas, “muka badak”. Artinya gak tahu malu. walau banyak bohong kepada publik.
Dan juga selain hobi berkata bohong , Jokowi juga dituduh oleh publik gunakan ijasah S.1 Palsu sampai sampai Jokowi beberapa kali digugat di badan peradilan. Namun Jokowi tetap tidak mau menunjukan ijasahnya yg asli kepada publik melalui DPR RI. Atau bagaimana sebaiknya agar publik percaya bahwa ijazahnya dari UGM adalah asli, jadi soal rasa malu atau tingkat kemaluan, pribadi Gibran memang mirip Jokowi.


























