• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Gibran dan Politik Menang Kerbau

Redaktur Senior 01 by Redaktur Senior 01
January 23, 2024
in Feature, Pemilu, Politik
0
Pernah Diusir di CFD, Relawan Ganjar Tak Terima Karena Acara Bagi-bagi Susu Dilakukan Gibran Aman
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Wilson Lalengke

Jakarta – Konon katanya, di jaman dahulu kala, salah satu cara penaklukan seorang raja terhadap wilayah kerajaan lainnya adalah melalui adu kekuatan fisik dan non fisik. Pada pertandingan adu kekuatan fisik, biasanya para jawara dari masing-masing kerajaan akan bertarung. Adu fisik sering disertai dengan kekuatan non fisik alias kekuatan magis masing-masing petarung.

Bagi team jawara yang kalah, raja bersama wilayah kekuasaannya harus tunduk dan menjadi bagian wilayah kerajaan yang menang. Wujud ketundukan itu umumnya berbentuk penyerahaan wanita kesayangan raja yang kalah plus setoran upeti secara regular kepada raja pemenang.

Konon katanya (lagi), di zaman kerajaan-kerajaan di nusantara dahulu, ada seorang raja dari Jawa yang ingin menguasai wilayah di Sumatera Tengah bagian barat. Raja Jawa mengirim utusan untuk menemui penguasa di wilayah yang kini dikenal sebagai Sumatera Barat, dengan satu pesan agar mereka tunduk dan menyerahkan wilayahnya kepada Raja Jawa. Jika tidak, maka Raja Jawa akan menyerbu dan menguasai melalui jalan kekerasan.

Penguasa di Sumatera Tengah saat itu tidak ingin menyerah dan tunduk begitu saja. Sang Datuk, sapaan bagi pimpinan wilayah setempat, menawarkan cara yang lebih ‘beradab’ untuk menentukan pemenang dan berhak menguasai wilayah yang ingin dicaplok Raja Jawa ini. Dalam pandangan Datuk, adu hewan semacam adu banteng atau adu kerbau menjadi pilihan terbaik dalam penentuan kemenangan tersebut.

Tawaran adu kerbau ternyata menarik minat Raja Jawa untuk digunakan dalam proses menguasai wilayah yang diinginkannya itu. Sang raja memerintahkan pengawalnya untuk mencari kerbau jantan terbesar, tergagah, dan terkuat yang ada di wilayah kekuasaanya. Kerbau idaman pun ditemukan dan disiapkan.

Sebelum waktu pertandingan tiba beberapa minggu ke depan, sang kerbau dirawat dan diurus secara spesial. Dia diberi makan yang banyak dan bergizi. Seluruh bagian tubuhnya dipijat dan diurut agar otot-ototnya semakin kokoh. Tanduknya yang mengkilat melengkung runcing diasah agar lebih tajam dan semakin runcing menakutkan. Untuk menambah gairah bertanding, sang kerbau juga diberi ramuan khusus. Matanya memerah. Seringainya menyeramkan. Naluri menyerangnya meningkat tajam. Jangankan orang, semut pun tidak berani mendekat.

Sementara itu, Datuk di Sumatera Barat, meminta dicarikan anak kerbau yang baru lahir dan sedang semangat-semangatnya menyusu pada induknya. Tiga hari sebelum jadwal pertandingan, anak kerbau ini dikurung di tempat khusus. Selama proses ‘pingitan’ itu, si anak kerbau dibiarkan lapar, tidak disusui induknya sama sekali. Dia hanya diberi minum air putih agar tidak mati.

Tibalah hari yang menentukan. Pertandingan adu kerbau terdasyat di jagat Sumatera Tengah bagian barat digelar. Menurut legenda yang berkembang, tempat pertandingan adu kerbau dilaksanakan di sebuah lembah di kaki Gunung Tandikat, masuk wilayah Kabupaten Agam. Warga dari berbagai tempat berbondong-bondong ke lokasi pertandingan. Mereka sangat antusias untuk menyaksikan event adu kerbau yang hadianya adalah penguasaan wilayah mereka. Sebagian besar warga tidak tahu bahwa kerbau yang disiapkan Sang Datuk adalah anak kerbau yang sedang kelaparan.

Sejurus kemudian, kerbau Raja Jawa sudah berada di tengah lapangan. Hewan yang sudah tidak tahan untuk bertarung itu sejenak berpaling ke kiri dan ke kanan. Di jenak berikutnya dia berbalik ke belakang sambil mendengus dan menyeringai kencang. Dia mencari kerbau yang akan menjadi lawan tandingnya di siang yang cukup panas saat itu. Lama menunggu, tidak ada tanda-tanda kehadiran kerbau lain di lapangan. Sementara penonton makin membludak dan tidak sabar ingin melihat pertandingan seru antara kerbau Jawa dan kerbau Sumatera.

Tidak betah berlama-lama ingin memenangkan pertandingan, Raja Jawa akhirnya berseru kepada Datuk yang ingin ditaklukkannya. Dia meminta agar kerbau Sang Datuk segera keluar dan dilepaskan ke lapangan. Jika tidak, Datuk dan masyarakatnya harus segera menyerah kalah dan menyatakan tunduk kepada daulat Raja Jawa.

Semenit kemudian, Datuk melepaskan kerbau kecil yang sedang kelaparan ke tengah lapangan. Serupa dengan Raja Jawa dan seluruh pengawal dan pengiringnya, si kerbau Jawa juga terlihat bengong dan heran tertegun melihat anak kerbau kecil berlari menghampirinya. Sebagai kerbau dewasa, sang kerbau Jawa tidak menghiraukan kerbau kecil yang datang. Dalam rasa iba, dia berpikir mungkin kerbau besar yang disiapkan menjadi lawan tandingnya akan menyusul. Yang akan datang berikutnya itulah yang akan dihadang dan diserang dengan tanduknya yang runcing mengkilat ini.

Anak kerbau mungil yang hanya tahu dirinya sangat lapar langsung menyerbu ke bagian belakang perut bawah si kerbau Jawa. Rupanya dia mengira ada susu induknya di sana. Dengan penuh semangat si anak kerbau ini terus menjilati bagian tengah kedua pangkal paha kerbau Jawa. Dia terus dan terus tiada henti mencari puting susu untuk memenuhi rasa hausnya yang luar biasa.

Aksi mencari puting susu si anak kerbau mungil nan lapar itu rupanya membuat kerbau Jawa yang besar berotot ini gelisah kegelian. Karena terus didesak-desak di bagian pangkal pahanya, rasa geli makin menjadi yang membuatnya tidak tahan lagi. Kerbau Jawa akhirnya menghindar. Tapi si anak kerbau tidak putus asa. Dia terus mengejar pangkal paha kerbau Jawa. Melihat hal itu, si kerbau Jawa mulai berlari kecil, diikuti oleh anak kerbau yang mengejarnya. Lari kerbau Jawa makin lama makin kencang, si anak kerbau juga tidak mau kalah. Rasa haus menuntutnya untuk menemukan susu di bagian pangkal paha ‘kerbau induk’ yang ada di depan matanya.

Pemandangan kerbau Raja Jawa yang berlari dikejar kerbau Datuk Sumatera Barat itu membuat penonton bersorak-sorai kesenangan. Banyak penonton yang mengabadikan adegan lari kejar-kejaran itu dengan ‘android’ di tangan mereka (versi jaman now). Mereka berteriak histeris kegirangan melihat kemenangan kerbau kecil yang membuat kerbau Jawa tidak berdaya. “Kita menang! Kita menang! Kita menaaaannnggg..!!!”

Peristiwa itulah yang akhirnya memunculkan sebuah kerajaan bernama Minangkabau. Salah satu versi cerita lahirnya kata Minangkabau mengatakan bahwa kata tersebut berasal dari dua kata: menang kerbau. Kerbau kecil Sumatera memenangkan pertandingan adu kerbau melawan kerbau Jawa.

Kekinian. Di negeri ini. Strategi (politik) menang kerbau sedang dipertontonkan di arena Pilpres 2024. Para tokoh-tokoh hebat sedang diperhadapkan dengan si bocil yang belum seumur jagung dilahirkan Mahkamah Konstitusi. Adakah bocah Solo, yang masih haus ilmu pengetahuan dan pengalaman itu, mampu berjaya dan keluar sebagai pemenang? Wahalu’alam. Tapi yang pasti, ternyata Raja Jawa belajar banyak dari pengalaman menghadapi Datuk Minangkabau di zaman bahola. (*)

Penulis adalah Sumando Urang Agam

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Gerindra Klaim Prabowo Menang 1 Putaran

Next Post

Pasukan Gabungan TNI/POLRI Tembak Mati 3 Personil KKB Separatis Papua

Redaktur Senior 01

Redaktur Senior 01

Related Posts

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik
Feature

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.
Feature

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif
Feature

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Next Post
Pasukan Gabungan TNI/POLRI Tembak Mati 3 Personil KKB Separatis Papua

Pasukan Gabungan TNI/POLRI Tembak Mati 3 Personil KKB Separatis Papua

Dubes RI di Malaysia Tanggapi Tudingan Keterlibatan Intelijen Dalam Pemilu

Dubes RI di Malaysia Tanggapi Tudingan Keterlibatan Intelijen Dalam Pemilu

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”
Crime

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

by Karyudi Sutajah Putra
April 15, 2026
0

Jakarta--FusilatNews - Kasus kekerasan seksual yang terjadi di Universitas Indonesia (UI) serta ekspresi misoginis dan seksis yang mengarah pada normalisasi...

Read more
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

April 11, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

April 16, 2026
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

April 16, 2026
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist