• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Bencana

Gubernur Minta Bantuan Ke China Mencari Mayat Yg Hilang – Bupatinya Umrah

Ketika Kapasitas Lokal Goyah, dan Seorang Bupati Memilih Umrah

Ali Syarief by Ali Syarief
December 7, 2025
in Bencana, Birokrasi, Feature
0
Gubernur Minta Bantuan Ke China Mencari Mayat Yg Hilang – Bupatinya Umrah
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Langkah Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) mendatangkan lima tenaga ahli dari China untuk membantu pencarian korban banjir bandang sebetulnya bukan masalah pada dirinya; justru keputusan itu memperlihatkan sesuatu yang lebih fundamental: kekosongan kapasitas lokal dalam menghadapi bencana yang berulang.

Para ahli dari China datang dengan perangkat pendeteksi jenazah di bawah tumpukan lumpur—teknologi yang sayangnya tidak dimiliki tim SAR daerah maupun provinsi. Aceh, yang saban tahun berhadapan dengan curah hujan ekstrem, banjir luapan, dan tanah longsor, tak pernah menyiapkan perangkat setara. Ketika korban mulai tertimbun dan waktu menjadi musuh, kita baru menyadari betapa tipisnya kesiapsiagaan yang selama ini dibanggakan.

Kontras itu tampak semakin gamblang ketika publik mendapat kabar bahwa seorang bupati dari wilayah terdampak justru berangkat umrah di tengah puncak bencana. Kepergian itu bukan sekadar ketidakhadiran fisik; ia adalah tanda bahwa sense of crisis belum benar-benar menjadi bagian dari kultur birokrasi. Di saat ribuan warga mengungsi, sebagian tanpa tenda dan air bersih, pemimpinnya justru memilih perjalanan spiritual. Ini bukan soal ibadah—melainkan soal prioritas.

Teknologi Asing dan Absenya Kepemimpinan

Kedatangan tim China dalam situasi genting jelas membantu. Namun kehadiran mereka sekaligus menimbulkan pertanyaan yang lebih menyakitkan:
mengapa provinsi dengan sejarah bencana sepanjang dua dekade terakhir tidak membangun kapasitas teknis yang memadai?

Mengapa Aceh, yang memiliki BRR, BNPB, dan pengalaman panjang pasca-tsunami, tetap harus mengandalkan alat pendeteksi jenazah dari luar negeri?

Pertanyaan itu menjadi semakin relevan saat kita melihat angka-angka:
349 meninggal, 92 hilang, dan lebih dari 775 ribu jiwa terdampak.
Bencana sebesar ini bukan semata akibat curah hujan; ia adalah akumulasi dari minimnya mitigasi, tata ruang yang rapuh, dan kesiapan institusional yang tertinggal.

Pada saat yang sama, absennya seorang bupati di tengah kedaruratan memperlihatkan ketimpangan kepemimpinan di tingkat lokal. Sementara tim SAR berjibaku di lumpur setinggi pinggang, sebagian pejabat justru keluar dari orbit tanggung jawabnya. Ini mengirim pesan keliru: bahwa jabatan dapat ditinggalkan pada saat publik sedang menghadapi ancaman terbesar.

Krisis yang Lebih Dalam dari Lumpur

Banjir bandang bisa surut. Lumpur bisa dibersihkan. Tetapi jurang antara ekspektasi publik dan kualitas kepemimpinan jauh lebih sulit ditutup.

Aceh tidak kekurangan pengalaman menghadapi bencana. Yang kurang adalah:

  • investasi serius pada teknologi dan kapasitas lokal,

  • komando yang solid dalam kondisi darurat,

  • serta kehadiran pejabat yang memahami bahwa krisis adalah ujian integritas, bukan sekadar agenda protokoler.

Kedatangan tim China mungkin membantu menemukan korban yang tertimbun lumpur. Namun untuk menemukan kembali kepercayaan publik yang ikut hilang, Aceh membutuhkan lebih dari sekadar alat canggih. Ia memerlukan pemimpin yang hadir, sistem yang siap, dan kapasitas yang dibangun, bukan dipinjam.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Suluh Moral yang Tak Hilang Dari Pejabat

Next Post

Motah: Ketika Pemkot Lempar Tanggung Jawab dan Warga Dipaksa Menanggung Racun

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Hidayah yang Menemukan Akal  Ketika Al-Qur’an Berbicara tentang Peredaran Bumi
Feature

Hidayah yang Menemukan Akal Ketika Al-Qur’an Berbicara tentang Peredaran Bumi

February 13, 2026
Kalau Ijazah Jokowi Palsu, Terus Kenapa?: Ketika Moral Publik Dipatahkan dengan Santai
Feature

IF YOU CAN’T STAND THE HEAT, GET OUT OF THE KITCHEN

February 13, 2026
Perseteruan Raja Jawa vs Roy Suryo dan Ketidakakuran Kasunanan Surakarta vs Kasultanan Yogyakarta
Crime

Bila Ijazah Asli;Roy CS Terancam Penjara 9 Bulan – Bila Palsu; Jokowi Terancam 10 Tahun

February 13, 2026
Next Post
Motah: Ketika Pemkot Lempar Tanggung Jawab dan Warga Dipaksa Menanggung Racun

Motah: Ketika Pemkot Lempar Tanggung Jawab dan Warga Dipaksa Menanggung Racun

KIP “Lapor” Kapolri Soal Putusan Sengketa Ijazah Jokowi: Lukai Rasa Keadilan Publik

KIP "Lapor" Kapolri Soal Putusan Sengketa Ijazah Jokowi: Lukai Rasa Keadilan Publik

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
10 Isu Prioritas Bisnis dan HAM di Indonesia 2026 Versi Setara Institute
Bisnis

10 Isu Prioritas Bisnis dan HAM di Indonesia 2026 Versi Setara Institute

by Karyudi Sutajah Putra
February 12, 2026
0

Jakarta-Fusilatnews - Bisnis dan hak asasi manusia (HAM) adalah seperangkat prinsip yang berfokus pada tanggung jawab pelaku usaha untuk menegakkan...

Read more
Kuorum Tak Terpenuhi, DPR Tunda Paripurna Pengesahan RUU Pilkada

Habis KPK, Terbitlah MK: Dilemahkan!

February 7, 2026
Akankah Gibran Ancam Bunuh Prabowo Seperti di Filipina?

Ketika Prabowo Menantang Gibran Bertarung di 2029

February 7, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Pedagang Sea Food di Beijing Terkejut Dengan Larangan Total Impor Jepang

Krisis Suksesi Menghantui UMKM Jepang, Peluang Baru Terbuka bagi Mitra Asing

February 13, 2026
Rakyat Tolak Gibran, Prabowo Terima; Rakyat Minta Adili Jokowi, Prabowo Malah Serukan ‘Hidup Jokowi’

Damai Hari Lubis Bantah Minta Maaf dan Terima Uang: Ini Rekayasa Politik, Bukan Proses Hukum

February 13, 2026
Hidayah yang Menemukan Akal  Ketika Al-Qur’an Berbicara tentang Peredaran Bumi

Hidayah yang Menemukan Akal Ketika Al-Qur’an Berbicara tentang Peredaran Bumi

February 13, 2026
Prof Euis Amalia: Karya FKI Lebih Konkret Dibanding ICMI dan KAHMI

Prof Euis Amalia: Karya FKI Lebih Konkret Dibanding ICMI dan KAHMI

February 13, 2026
Ketua BEM UGM Dapat Teror Usai Suarakan Kasus Anak Bunuh Diri di NTT

Ketua BEM UGM Dapat Teror Usai Suarakan Kasus Anak Bunuh Diri di NTT

February 13, 2026
Kalau Ijazah Jokowi Palsu, Terus Kenapa?: Ketika Moral Publik Dipatahkan dengan Santai

IF YOU CAN’T STAND THE HEAT, GET OUT OF THE KITCHEN

February 13, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Pedagang Sea Food di Beijing Terkejut Dengan Larangan Total Impor Jepang

Krisis Suksesi Menghantui UMKM Jepang, Peluang Baru Terbuka bagi Mitra Asing

February 13, 2026
Rakyat Tolak Gibran, Prabowo Terima; Rakyat Minta Adili Jokowi, Prabowo Malah Serukan ‘Hidup Jokowi’

Damai Hari Lubis Bantah Minta Maaf dan Terima Uang: Ini Rekayasa Politik, Bukan Proses Hukum

February 13, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist