Bogor-Fusilatnews.-Gudang enam di Gudmurah TNI AD, Ciangsana, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, mengalami kebakaran pada Sabtu petang (30/3/2023), dengan dugaan penyebabnya adalah amunisi yang telah kedaluwarsa. Hal ini menimbulkan ledakan keras yang mengagetkan warga sekitar.
Menurut Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak, gudang tersebut telah berdiri sejak tahun 2000-an di lokasi yang dulunya merupakan lahan kosong sebelum dijadikan kawasan pergudangan. Namun, gudang amunisi milik Kodam Jaya disebut sudah beroperasi sejak 37 tahun lalu, atau pada 1987.
Meskipun gudang tersebut baru dibangun 20 tahun lalu, seiring waktu, permukiman warga mulai merapat ke sekitarnya. Hal ini merupakan fenomena umum di kompleks militer yang akhirnya ‘mendekati’ masyarakat.
Meskipun keamanan sudah dianggap cukup baik, KSAD Maruli mengungkapkan bahwa akan dilakukan evaluasi lebih lanjut terkait gangguan atau risiko lain yang mungkin timbul akibat adanya gudang amunisi di dekat permukiman warga.
Terkait potensi relokasi gudang amunisi, Maruli tidak menutup kemungkinan hal itu akan dibahas dalam evaluasi lebih lanjut. Hal ini menandakan bahwa TNI AD serius mempertimbangkan faktor keamanan dan dampak terhadap masyarakat sekitar dalam pengelolaan gudang amunisi.
























