• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Birokrasi

Habis Dana Parpol, Terbitlah Gaji Kepala Daerah: KPK Blunder Lagi!

Karyudi Sutajah Putra by Karyudi Sutajah Putra
June 9, 2025
in Birokrasi, Feature, Pojok KSP
0
Tambah Dana Parpol: Cara Murahan KPK Tarik Simpati DPR
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Capim KPK 2019-2024

Jakarta – Setelah Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Fitroh Rohcahyanto mengusulkan kenaikan dana partai politik hingga 10 kali lipat, dari 1.000 rupiah menjadi 10.000 rupiah per suara, kini giliran Sekretaris Jenderal KPK Cahya Hardianto Harefa mengusulkan kenaikan gaji kepala daerah. Tujuannya sama: mencegah korupsi!

Padahal, semua itu bullshit! Kenaikan dana parpol dan gaji kepala daerah tak akan bisa mencegah korupsi. Mengapa? Karena korupsi di Indonesia pemicunya mayoritas adalah keserakahan, atau corruption by greed, bukan korupsi karena kebutuhan atau corruption by need.

Terbukti mereka yang menjadi pelaku korupsi di Indonesia mayoritas adalah orang-orang yang secara ekonomi sudah mapan, bakan kaya-raya yang secara akal sehat sesungguhnya mereka tak perlu korupsi. Mereka adalah para pejabat dan pengusaha.

Setya Novanto, saat itu Ketua DPR, jelas orang yang sudah kaya-raya. Tapi toh bekas Ketua Umum Partai Golkar itu tetap korupsi juga.

Begitu pun Irman Gusman yang saat itu menjabat Ketua DPD.

Itu di ranah legislatif. Di ranah eksekutif, jelas Jhonny G Plate bukan orang miskin. Tapi bekas Sekretaris Jenderal Nasem itu toh tetap melakukan korupsi juga saat menjabat Menteri Komunikasi dan Informatika.

Begitu pun bekas Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah, dan bekas Bupati Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Rita Widyasari. Kedua kader Golkar yang sudah kaya-raya karena pengaruh orangtuanya itu terlibat korupsi.

Di ranah yudikatif, jelas Akil Mochtar bukan orang miskin. Tapi toh politikus Golkar itu tetap melakukan korupsi saat menjabat Ketua Mahkamah Konstitusi (MK).

Pun, Patrialis Akbar saat politikus Partai Amanat Nasional (PAN) itu menjabat Hakim Konstitusi.

Begitu pun dua hakim agung Mahkamah Agung (MA), di ranah yudikatif pula, yakni Sudrajad Dimyati dan Gazalba Saleh. Pun, dua bekas Sekretaris MA, Nurhadi Abdurrahman dan Hasbi Hasan.

Dan ini yang sangat menghebohkan: Zarof Ricar. Saat digeledah, di rumah bekas pejabat MA yang menjadi “markus” (makelar kasus) ini ditemukan uang tunai senilai 920 miliar rupiah dan emas batangan seberat 51 kilogram.

Harvey Moeis juga bukan seorang pengusaha yang miskin. Suami artis Sandra Dewi itu terlibat korupsi PT Timah yang merugikan keuangan negara hingga 300 triliun rupiah.

Dus, dalih KPK bahwa gaji kepala daerah perlu dinaikkan demi mencegah atau mengurangi korupsi secara logika akal sehat sudah terpatahkan.

Gaji kepala daerah memang kecil, kisaran 5,9 juta rupiah per bulan. Tapi tunjangan dan fasilitas yang mereka terima sungguh sangat besar. Bahkan sampai baju pun dibelikan negara. Apalagi jika bermain anggaran dan proyek.

Tak mungkin mereka mau bertarung berdarah-darah berebut kursi kepala daerah bila yang dilihat cuma gaji 5,9 juta rupiah.

Data KPK, sebanyak 167 kepala daerah terlibat korupsi sepanjang 2004-2024 atau sejak pemilihan kepala daerah digelar secara langsung hingga kini. Salah satu faktor pemicunya adalah tingginya money politics atau politik uang.

Begitu pun kenaikan dana parpol. Kenaikan hingga 10 kali lipat atau 1.000 persen itu tak akan mengurangi jumlah kasus korupsi di legislatif secara signifikan. Bahkan dana parpol itu potensial menjadi bancakan elite-elite parpol.

Blunder

Apa yang diusulkan KPK itu menjadi blunder. Kenaikan dana parpol dan gaji kepala daerah bukan solusi untuk mencegah atau mengurangi kasus korupsi di legislatif dan eksekutif. Sebab, korupsi di Indonesia mayoritas penyebabnya adalah keserakahan, bukan kebutuhan.

Alih-alih untuk mencegah korupsi, usulan KPK menaikkan dana parpol dan gaji kepala daerah justru dicurigai sebagai cara murahan KPK meraih simpati dan dukungan dari legislatif dan eksekutif. Termasuk dukungan anggaran.

Apalagi saat ini kepercayaan publik terhadap KPK sedang menurun drastis bahkan mendekati titik nadir akibat kinerjanya yang terus jeblok.

Usulan kenaikan dana parpol dan gaji kepala daerah justru dijadikan alibi KPK atas keterpurukannya selama ini.

Kinerja KPK jauh di bawah Kejaksaan Agung. Sebagai konsekuensi, lembaga antirasuah itu mencari simpati dan dukungan ke sana-sini.

Mungkin KPK perlu dibubarkan saja daripada anggarannya yang cukup besar membebani negara.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

PM Ishiba Dikecam Usai Ucapkan Pernyataan Seksis Soal Perempuan di Prefektur Gunma

Next Post

Adalah Bahlil Lahadalia Yg Kabur Lewat Pintu Darurat

Karyudi Sutajah Putra

Karyudi Sutajah Putra

Related Posts

Feature

Ketika Iman Jadi Transaksi: Kita Sedang Menawar Tuhan?

April 28, 2026
Feature

NEGARA DENGAN DEMOKRASI BOHONG-BOHONGAN

April 28, 2026
Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?
Feature

Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

April 28, 2026
Next Post
Adalah Bahlil Lahadalia Yg Kabur Lewat Pintu Darurat

Adalah Bahlil Lahadalia Yg Kabur Lewat Pintu Darurat

SHM MU, TAPI BUKAN MILIKMU

SHM MU, TAPI BUKAN MILIKMU

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Reshuffle Kabinet “4L”
Birokrasi

Reshuffle Kabinet “4L”

by Karyudi Sutajah Putra
April 27, 2026
0

Jakarta - Untuk kelima kalinya sejak dilantik sebagai Presiden RI pada 21 Oktober 2024, Prabowo Subianto melakukan reshuffle atau perombakan...

Read more
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Ketika Iman Jadi Transaksi: Kita Sedang Menawar Tuhan?

April 28, 2026

NEGARA DENGAN DEMOKRASI BOHONG-BOHONGAN

April 28, 2026
Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

April 28, 2026
Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

April 28, 2026

Jangan Memangkas Akar IPTEK: Menilik Ulang Kebijakan Penutupan Prodi Murni

April 28, 2026

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 28, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Ketika Iman Jadi Transaksi: Kita Sedang Menawar Tuhan?

April 28, 2026

NEGARA DENGAN DEMOKRASI BOHONG-BOHONGAN

April 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...