Bogor, FusilatNews -Sabtu (19/4/2025) — Koordinator Presidium KAHMI Universitas Krisnadwipayana (Unkris), Hermanto, menyerukan agar pemerintah memberikan perlindungan terhadap produk pangan dan industri dalam negeri guna menghadapi tekanan ekonomi global. Pernyataan ini disampaikan saat kegiatan Halal bi Halal KAHMI Unkris yang digelar di Kolega Prioritas Camping Ground, Bojong Koneng, Bogor.
“Situasi ekonomi Indonesia saat ini menghadapi tekanan berat, baik dari dalam negeri maupun dari luar. Sejumlah industri tutup, terjadi PHK, daya beli masyarakat melemah, dan nilai tukar rupiah sempat menyentuh angka Rp17.000. Pemerintah harus bekerja keras dan fokus menyelesaikan masalah ketimpangan sosial untuk menjaga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi,” ujar Hermanto dalam sambutannya.
Hermanto juga menekankan perlunya evaluasi terhadap proyek-proyek mercusuar nasional yang dinilai tidak berdampak langsung pada ekonomi rakyat. Ia meminta pemerintah lebih selektif dalam menentukan prioritas pembangunan, terutama di tengah kondisi ekonomi yang belum stabil.
Kegiatan Halal bi Halal tersebut turut dihadiri oleh sejumlah tokoh nasional, di antaranya mantan Menteri Kehutanan MS Kaban, para senior KAHMI, serta anggota HMI Unkris. Acara berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban, diisi dengan sosialisasi program kerja, tausyiah, serta dialog terbuka antar anggota.
Dalam tausyiahnya, MS Kaban mengingatkan pentingnya menjaga tradisi silaturahmi pasca-Ramadhan. “Halal bi halal adalah bentuk penguatan hubungan sosial dan peningkatan takwa. Zakat fitrah adalah simbol kepedulian sosial untuk pemerataan kesejahteraan dan kebahagiaan umat. Bahkan, itu bisa memperpanjang umur,” ujar Kaban.
Hermanto menambahkan bahwa kegiatan seperti halal bi halal tidak hanya memiliki nilai spiritual dan sosial, tetapi juga berpotensi menggerakkan roda ekonomi lokal. “Kita perlu proteksi nyata terhadap produk dalam negeri, terutama di sektor pangan dan industri, agar tidak tersapu arus kebijakan global seperti tarif Trump yang berpengaruh pada sektor riil dan finansial kita,” pungkas mantan Anggota DPR RI asal Sumatera Barat itu.
— Mahdi




















