• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Crime

Halal Narkoba: Ketika Negara Kalah oleh Tabung Gas

fusilat by fusilat
February 3, 2026
in Crime, Feature
0
Halal Narkoba: Ketika Negara Kalah oleh Tabung Gas
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Ada ironi yang nyaris tak lucu ketika sebuah tabung gas bertuliskan “halal” justru menjadi pintu masuk baru penyalahgunaan zat adiktif di kalangan anak muda. Fenomena whip pink—yang kini ramai diperbincangkan dalam rapat Komisi III DPR bersama Kepala BNN—bukan sekadar soal tren menyimpang remaja. Ia adalah cermin kegagalan negara membaca zaman, regulasi yang tertinggal, dan aparat yang selalu datang setelah korban berjatuhan.

Pernyataan anggota Komisi III DPR Fraksi PKB, Abdullah, membuka absurditas itu secara telanjang. Whip pink dikamuflase sebagai alat praktikum membuat kue, lengkap dengan label halal, sehingga lolos dari kecurigaan orang tua. “Ini buat bikin kue, Mah,” kata anak-anak itu. Dan memang benar—secara fungsi industri, whip pink betul digunakan untuk membuat kue. Tetapi di tangan remaja, gas N₂O (nitrous oxide) di dalamnya berubah fungsi: bukan pengembang adonan, melainkan pengembang ilusi.

Di titik inilah negara seharusnya hadir. Sayangnya, negara justru tampak kebingungan: apakah ini narkoba atau bukan?

Anggota Komisi III Fraksi Golkar, Rikwanto, dengan gamblang membandingkan whip pink dengan lem Aibon. Perbandingan ini penting. Lem Aibon selama bertahun-tahun dibiarkan menjadi “narkoba rakyat miskin”, sementara whip pink kini naik kelas sebagai “narkoba menengah atas”. Jika lem Aibon identik dengan anak jalanan, whip pink menjadi simbol penyalahgunaan zat versi kafe, kos-kosan, bahkan penjara. Bedanya hanya harga dan kemasan—substansinya sama: pelarian singkat dari realitas.

Namun pertanyaan Rikwanto justru menelanjangi masalah lebih besar: ketiadaan kejelasan hukum. Whip pink tidak secara eksplisit masuk kategori narkotika, tetapi efeknya jelas digunakan untuk “fly”, kehilangan kesadaran sementara, dan euforia instan. Negara terjebak dalam formalisme hukum: selama belum tercantum di undang-undang, maka ia bukan narkoba. Padahal korban tidak menunggu pasal diperbarui.

Kritik semakin tajam ketika Habib Aboe Bakar Alhabsyi dari Fraksi PKS mempertanyakan kesiapan BNN secara teknis: apakah BNN memiliki laboratorium untuk mendeteksi bahaya whip pink? Pertanyaan ini bukan teknis semata, tetapi politis. Ia menyingkap fakta bahwa penindakan seringkali didahului oleh ketidaksiapan alat, riset, dan regulasi. Negara sibuk mengejar jaringan besar narkotika, tetapi abai pada zat legal yang disalahgunakan secara masif.

Lebih mengkhawatirkan, Habib menyinggung penyalahgunaan whip pink di penjara. Ini alarm keras. Jika lembaga pemasyarakatan—yang seharusnya steril dari narkoba—justru menjadi ruang subur bagi tren baru ini, maka persoalannya bukan lagi remaja atau gaya hidup, melainkan runtuhnya sistem pengawasan.

Whip pink akhirnya menjadi metafora telak: narkoba yang halal secara label, tetapi haram secara dampak sosial. Ia bergerak di wilayah abu-abu, memanfaatkan kelambanan regulasi dan ketidakpekaan aparat. Negara kalah cepat dari kreativitas penyalahgunaan, dan lebih sibuk berdebat definisi daripada melindungi generasi muda.

Jika negara terus menunggu viral, menunggu korban, dan menunggu pasal direvisi, maka whip pink hari ini hanyalah pembuka. Besok akan muncul zat lain, kemasan lain, dan dalih lain. Dan kita akan kembali mendengar rapat, pernyataan, serta janji penindakan—selalu setelah semuanya terlambat.

Di titik ini, pertanyaannya bukan lagi apakah whip pink narkoba, melainkan: mengapa negara selalu baru sadar setelah anak-anaknya tumbang?

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Beginilah Cara Mengelola Opini: Membantah yang Ditanyakan, Menghindari yang Dipersoalkan

Next Post

Red Notice Tak Sakti, Riza Chalid Tetap Bisa Melenggang di Luar Negeri

fusilat

fusilat

Related Posts

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil
Feature

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

April 28, 2026
Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?
Birokrasi

Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

April 28, 2026
Feature

Ketika Iman Jadi Transaksi: Kita Sedang Menawar Tuhan?

April 28, 2026
Next Post
Red Notice Tak Sakti, Riza Chalid Tetap Bisa Melenggang di Luar Negeri

Red Notice Tak Sakti, Riza Chalid Tetap Bisa Melenggang di Luar Negeri

Resmi Beroperasi 1 Oktober 2023. Klaim Layanan Terintegrasi KCJB Seperti Apa yang Ditawarkan

Whoose Kereta Cepat Produk China Dipamerkan Indonesia dengan Biaya Sendiri Yg Mahal

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Reshuffle Kabinet “4L”
Birokrasi

Reshuffle Kabinet “4L”

by Karyudi Sutajah Putra
April 27, 2026
0

Jakarta - Untuk kelima kalinya sejak dilantik sebagai Presiden RI pada 21 Oktober 2024, Prabowo Subianto melakukan reshuffle atau perombakan...

Read more
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

April 28, 2026
Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

April 28, 2026

Ketika Iman Jadi Transaksi: Kita Sedang Menawar Tuhan?

April 28, 2026

NEGARA DENGAN DEMOKRASI BOHONG-BOHONGAN

April 28, 2026
Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

April 28, 2026
Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

April 28, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

April 28, 2026
Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

April 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist