• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

Whoose Kereta Cepat Produk China Dipamerkan Indonesia dengan Biaya Sendiri Yg Mahal

Esensi KACJB: Pameran Mahal, Kedaulatan Murah

Ali Syarief by Ali Syarief
February 3, 2026
in Economy, Feature
0
Resmi Beroperasi 1 Oktober 2023. Klaim Layanan Terintegrasi KCJB Seperti Apa yang Ditawarkan
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KACJB) sejak awal dipamerkan bak trofi prestasi nasional. Spanduknya merah-putih, pidatonya patriotik, narasinya futuristik. Indonesia, kata mereka, telah melompat jauh ke depan. Tapi satu pertanyaan mendasar tak pernah dijawab dengan jujur: itu kereta cepat milik siapa, sebenarnya?

Karena semakin lama dipandangi, KACJB lebih mirip etalase—bukan milik kita, tapi kita yang bayar mahal untuk memajangnya.

Teknologi China, Utang Indonesia, Tepuk Tangan Pejabat

Mari kita luruskan sejak awal. Kereta cepat itu bukan hasil inovasi Indonesia. Teknologinya milik China. Desainnya China. Sistemnya China. Bahkan standar operasional dan pemeliharaannya masih bergantung pada China. Indonesia? Kebagian peran sebagai pembayar, peminjam, dan pemromosi.

Ironisnya, proyek ini dijual ke publik sebagai simbol kemandirian dan kemajuan. Padahal, dari sisi teknologi, kita hanya konsumen mahal yang dipaksa bangga.

Lebih tragis lagi, kebanggaan itu dibiayai utang. Bukan utang kecil. Bukan pula utang strategis yang membangun ekosistem industri nasional. Ini utang untuk proyek prestise, yang manfaat sosial-ekonominya masih diperdebatkan, tapi cicilannya nyata dan panjang.

Dari “Tanpa APBN” ke “APBN Juga Akhirnya”

Narasi awal proyek ini nyaris heroik: tanpa APBN. Pemerintah berdiri gagah sambil meyakinkan publik bahwa negara tidak akan menanggung beban. Kenyataannya? APBN tetap masuk, baik langsung maupun tidak langsung—melalui penjaminan, penyertaan modal negara, hingga risiko fiskal yang kini mengendap rapi di bawah karpet.

Ini bukan sekadar perubahan skema pembiayaan. Ini kebohongan politik yang dikemas bertahap, agar publik tidak kaget saat tagihan datang.

Pameran Infrastruktur, Tapi Siapa yang Bisa Naik?

Kereta cepat itu cepat—tapi tak semua rakyat bisa ikut ngebut. Tarifnya tidak ramah kelas pekerja. Jalurnya elitis. Dampaknya terbatas. Ia tidak menyentuh persoalan mendasar transportasi publik nasional yang amburadul: kereta ekonomi yang penuh sesak, rel rusak di daerah, konektivitas antarwilayah yang timpang.

Apa gunanya satu proyek super-cepat jika mayoritas rakyat masih berjalan lambat karena negara absen di kebutuhan dasar?

KACJB adalah monumen ketimpangan: cepat untuk segelintir, lambat untuk kebanyakan.

Siapa Untung, Siapa Menanggung?

Kontraktor asing untung. Pemasok teknologi untung. Elite politik untung citra.
Rakyat? Menanggung cicilan, menanggung risiko, menanggung narasi palsu.

Lebih menyakitkan lagi, proyek ini dipromosikan seolah-olah keberhasilannya otomatis milik bangsa. Padahal, kerugian dan risikonya jelas-jelas ditanggung publik, sementara kontrol dan keunggulan teknologinya tetap di luar negeri.

Kalau ini bisnis, kita ini bukan partner—kita penyewa mahal yang diminta berterima kasih.

Esensi KACJB: Negara Jadi Marketing Agency

Pada titik ini, sulit menolak kesan bahwa negara telah berubah fungsi: dari pelayan publik menjadi agen pemasaran proyek asing. Presiden, menteri, BUMN—semua tampil sebagai sales yang menjual mimpi modernitas, tanpa transparansi penuh soal harga sebenarnya.

Ini bukan pembangunan berbasis kebutuhan rakyat. Ini pembangunan berbasis ego kekuasaan dan obsesi warisan politik.

Penutup: Kereta Cepat, Tapi Arah Salah

Kereta cepat bukan masalah. Teknologi asing bukan dosa. Kerja sama internasional bukan aib.
Yang menjadi masalah adalah ketika proyek mahal dipaksakan, dipoles, dan dipamerkan—tanpa kejujuran, tanpa prioritas, dan tanpa keberpihakan nyata pada rakyat.

Jadi, whoose kereta cepat itu?
Bukan sepenuhnya milik China.
Bukan sepenuhnya milik Indonesia.

Ia milik ambisi, dibiayai utang, dan dipromosikan dengan retorika kosong.

Cepat jalannya.
Mahal ongkosnya.
Dan entah ke mana arah bangsa ini dibawa.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Red Notice Tak Sakti, Riza Chalid Tetap Bisa Melenggang di Luar Negeri

Next Post

Jangan Risau Berjuang Sendiri Jika Melawan Kedzaliman

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Feature

Ketika Iman Jadi Transaksi: Kita Sedang Menawar Tuhan?

April 28, 2026
Feature

NEGARA DENGAN DEMOKRASI BOHONG-BOHONGAN

April 28, 2026
Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?
Feature

Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

April 28, 2026
Next Post
Jangan Risau Berjuang Sendiri Jika Melawan Kedzaliman

Jangan Risau Berjuang Sendiri Jika Melawan Kedzaliman

Overdosis Pernyataan Hukum: Ketika Narasi Panggung Mengalahkan Logika KUHAP

Overdosis Pernyataan Hukum: Ketika Narasi Panggung Mengalahkan Logika KUHAP

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Reshuffle Kabinet “4L”
Birokrasi

Reshuffle Kabinet “4L”

by Karyudi Sutajah Putra
April 27, 2026
0

Jakarta - Untuk kelima kalinya sejak dilantik sebagai Presiden RI pada 21 Oktober 2024, Prabowo Subianto melakukan reshuffle atau perombakan...

Read more
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Ketika Iman Jadi Transaksi: Kita Sedang Menawar Tuhan?

April 28, 2026

NEGARA DENGAN DEMOKRASI BOHONG-BOHONGAN

April 28, 2026
Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

April 28, 2026
Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

April 28, 2026

Jangan Memangkas Akar IPTEK: Menilik Ulang Kebijakan Penutupan Prodi Murni

April 28, 2026

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 28, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Ketika Iman Jadi Transaksi: Kita Sedang Menawar Tuhan?

April 28, 2026

NEGARA DENGAN DEMOKRASI BOHONG-BOHONGAN

April 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist