• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Beginilah Cara Mengelola Opini: Membantah yang Ditanyakan, Menghindari yang Dipersoalkan

Ali Syarief by Ali Syarief
February 3, 2026
in Feature, Politik
0
Kontroversi Kenaikan Pangkat Mayor Teddy Menjadi Letkol: Antara Profesionalisme dan Intervensi Politik
Share on FacebookShare on Twitter

Dalam politik, opini publik jarang lahir dari angka semata. Ia tumbuh dari rasa, terutama rasa keadilan. Di titik inilah, pengelolaan opini sering kali tidak bertujuan menjelaskan persoalan, melainkan menggeser fokus persoalan.

Isu yang belakangan ramai soal kunjungan luar negeri Presiden Prabowo Subianto adalah contoh klasiknya. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dengan tegas membantah bahwa Presiden menggunakan dua pesawat kepresidenan. Bantahan itu, secara teknis, bisa saja benar. Presiden memang disebut hanya menggunakan satu pesawat kepresidenan, yakni Garuda Indonesia Boeing 777.

Namun, persoalannya sejak awal bukan soal status pesawat.

Isu yang dipersoalkan publik jauh lebih sederhana, sekaligus lebih sensitif: untuk apa membawa rombongan besar dengan pesawat tambahan, di saat rakyat sedang menghadapi kesulitan ekonomi?

Membenarkan Fakta, Mengaburkan Substansi

Ketika Teddy menjelaskan bahwa pesawat tambahan berasal dari TNI AU dan diisi oleh Paspampres, protokol, tim dokter, Kemlu, hingga wartawan, ia sedang menyampaikan kebenaran administratif. Semua itu sah menurut undang-undang dan aturan protokoler.

Namun, di sinilah letak seni—atau problem—pengelolaan opini.

Publik tidak sedang menggugat legalitas. Publik mempertanyakan sensitivitas. Dalam kondisi harga kebutuhan pokok menekan, daya beli melemah, dan efisiensi anggaran digaungkan ke mana-mana, pertanyaan wajar muncul:
apakah semua itu benar-benar perlu, atau hanya sudah terlalu lama dianggap normal?

Dengan menjawab “tidak ada dua pesawat kepresidenan”, pemerintah seolah berkata: isu sudah selesai. Padahal, yang terjadi justru sebaliknya—isu utama belum disentuh.

Logika Protokol vs Logika Empati

Pemerintah berdiri pada logika protokol: keamanan, kelancaran, dan kelengkapan perangkat negara.
Rakyat berdiri pada logika empati: kesederhanaan, efisiensi, dan keberpihakan simbolik.

Dua logika ini sering kali tidak bertemu. Ketika rakyat berbicara soal pemborosan, pemerintah menjawab soal aturan. Ketika rakyat menuntut keteladanan, pemerintah menawarkan prosedur.

Di sinilah opini publik membentuk kesimpulannya sendiri: negara terasa jauh, elitis, dan defensif.

“Kami Sudah Mengurangi Rombongan”

Pernyataan bahwa jumlah perangkat kini semakin dibatasi juga terdengar normatif. Pertanyaannya sederhana: dibandingkan dengan apa?
Jika standar pembandingnya adalah masa lalu yang berlebihan, maka pengurangan itu belum tentu terasa cukup bagi rakyat hari ini.

Opini publik tidak bekerja dengan tabel perbandingan internal negara. Ia bekerja dengan persepsi: apakah negara sedang berhemat bersama rakyatnya, atau hanya meminta rakyat berhemat sendirian?

Mengelola Opini Bukan Sekadar Membantah

Mengelola opini seharusnya bukan soal membantah kalimat yang viral, melainkan menjawab kegelisahan yang melatarinya. Dalam kasus ini, bantahan teknis justru berisiko memperkuat kesan bahwa negara lebih sibuk menjaga citra daripada mendengar suara publik.

Karena pada akhirnya, publik tidak sedang menghitung jumlah pesawat.
Publik sedang menakar kepekaan kekuasaan.

Dan di situlah, sering kali, pemerintah kalah bukan karena salah data—melainkan karena gagal memahami rasa.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Menyelamatkan Pasar Modal, melalui Penegakan Supremasi dan Kepastian Hukum

Next Post

Halal Narkoba: Ketika Negara Kalah oleh Tabung Gas

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Menantang Prabowo: Bangsa ‘Besar’ yang Devisanya Terkikis Impor
Politik

Gagal Berkali-kali, Ketika Jadi Presiden Gagal Lagi

June 12, 2026
Macet Sampi 19 Kilometer, Hingga Pemudik di Pelabuhan Merak Pingsan
Birokrasi

Negara Jadi Pedagang, Rakyat Jadi Pelanggan: Untuk Apa Kita Memiliki Pemerintah?

June 12, 2026
Per 1 September 2023 Pertamina Naikkan Semua Harga BBM Non Subsidi
Bencana

Kenaikan BBM dan Momentum Kerakusan

June 12, 2026
Next Post
Halal Narkoba: Ketika Negara Kalah oleh Tabung Gas

Halal Narkoba: Ketika Negara Kalah oleh Tabung Gas

Red Notice Tak Sakti, Riza Chalid Tetap Bisa Melenggang di Luar Negeri

Red Notice Tak Sakti, Riza Chalid Tetap Bisa Melenggang di Luar Negeri

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Aktivis 98 Kutuk Teror Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Birokrasi

Vonis Kasus Andrie Yunus: Pelanggengan Impunitas dan Remiliterisasi

by Karyudi Sutajah Putra
June 12, 2026
0

Jakarta - FusilatNews.--Pengadilan Militer II-08 Jakarta akhirnya menjatuhkan vonis terhadap empat personel Tentara Nasional Indonesia (TNI) setelah terbukti melakukan penyiraman...

Read more
IPW Desak Propam Polda Metro Jaya Sidangkan Penyidik Polres Depok

IPW Sarankan Judicial Review ke MK Jika Tak Puas dengan UU Polri Baru

June 12, 2026

Siapa SA Anggota DPR RI dari Madura yang Diduga Jual-Beli Titik MBG?

June 9, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Menantang Prabowo: Bangsa ‘Besar’ yang Devisanya Terkikis Impor

Gagal Berkali-kali, Ketika Jadi Presiden Gagal Lagi

June 12, 2026
Macet Sampi 19 Kilometer, Hingga Pemudik di Pelabuhan Merak Pingsan

Negara Jadi Pedagang, Rakyat Jadi Pelanggan: Untuk Apa Kita Memiliki Pemerintah?

June 12, 2026
Per 1 September 2023 Pertamina Naikkan Semua Harga BBM Non Subsidi

Kenaikan BBM dan Momentum Kerakusan

June 12, 2026

REVOLUSI KEDUA DAN UJIAN MORAL PARA VETERAN

June 12, 2026

SURAT TERBUKA UNTUK NANIK S. DEYANG Membangun Generasi, Memperkuat Negara

June 12, 2026
Aktivis 98 Kutuk Teror Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus

Vonis Kasus Andrie Yunus: Pelanggengan Impunitas dan Remiliterisasi

June 12, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Menantang Prabowo: Bangsa ‘Besar’ yang Devisanya Terkikis Impor

Gagal Berkali-kali, Ketika Jadi Presiden Gagal Lagi

June 12, 2026
Macet Sampi 19 Kilometer, Hingga Pemudik di Pelabuhan Merak Pingsan

Negara Jadi Pedagang, Rakyat Jadi Pelanggan: Untuk Apa Kita Memiliki Pemerintah?

June 12, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...