• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

Harga Gabah Naik, Petani Bahagia? Belum Tentu!

Ir Entang Sastraatmaja by Ir Entang Sastraatmaja
August 1, 2025
in Economy, Feature
0
REBUTAN GABAH
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Entang Sastaatmadja – Ketua Dewan Pakar DPD HKTI Jawa Barat

Kenaikan harga gabah belakangan ini disambut hangat oleh banyak pihak. Namun, pertanyaannya: benarkah petani ikut bahagia? Di balik lonjakan angka itu, terdapat realitas pelik yang jarang dilihat secara jernih. Sebagian besar petani justru tidak menikmati sepenuhnya keuntungan dari kenaikan harga tersebut.

Petani pada umumnya menjual hasil panennya dalam bentuk gabah kering panen (GKP). Praktis, cepat, dan langsung cair. Namun, kenyamanan semu itu dibayar mahal: harga jual yang rendah dan ketergantungan pada tengkulak atau pemilik modal. Petani seperti terjebak dalam lingkaran setan, di mana mereka tidak punya cukup modal, pengetahuan, atau fasilitas untuk mengolah gabah menjadi beras, apalagi menjualnya secara mandiri.

Praktis, Tapi Merugikan

Ada sejumlah alasan mengapa petani cenderung menjual GKP ketimbang beras:

  1. Kemudahan – Tidak perlu repot mengolah sendiri.
  2. Kecepatan – Uang tunai langsung di tangan.
  3. Ketergantungan – Masih menggantungkan harapan pada tengkulak dan pemilik modal.

Namun kenyamanan itu hanya di permukaan. Harga jual gabah kerap tidak mencerminkan kerja keras petani. Tengkulak memiliki posisi tawar tinggi dan kerap menentukan harga seenaknya. Petani, karena kebutuhan mendesak dan tidak adanya pilihan, hanya bisa pasrah.

Memang, ada sebagian kecil petani yang mampu menjual hasil panennya dalam bentuk beras. Biasanya mereka memiliki fasilitas penyimpanan dan penggilingan sendiri. Tapi jumlah mereka sangat sedikit. Mayoritas petani tetap menjual dalam bentuk GKP karena keterbatasan: alat penggilingan tidak tersedia, biaya pengolahan tinggi, dan kurangnya keterampilan serta pengetahuan pascapanen.

Perlu Penyuluhan, Bukan Hanya Produksi

Inilah pentingnya penyuluhan pertanian yang tidak melulu fokus pada peningkatan produksi, tetapi juga menyentuh aspek pemasaran dan pascapanen. Tanpa itu, petani akan terus jadi pihak yang dikorbankan dalam rantai nilai pangan nasional.

Sebagai contoh perhitungan sederhana:

  • Jika harga GKG Rp4.000/kg dan rendemen 62%, maka nilai beras adalah Rp4.000 / 0,62 = Rp6.451/kg.
  • Bandingkan: harga gabah Rp3.700/kg, rendemen 63% = nilai beras Rp5.873/kg. Jika harga jual beras di pasaran Rp7.500/kg, ada selisih Rp1.627/kg yang tidak dinikmati petani.

Petani jelas akan lebih untung jika bisa menjual dalam bentuk beras. Tapi kembali lagi: apakah mereka punya daya untuk itu?

Harga Naik, Tapi Beban Ikut Meningkat

Kenaikan harga gabah bukan jaminan kebahagiaan. Banyak variabel lain yang memengaruhi kesejahteraan petani:

  • Biaya Produksi: Harga pupuk, pestisida, dan benih juga ikut naik.
  • Akses Pasar: Jika harga gabah terlalu tinggi, pembeli bisa enggan membeli.
  • Ketergantungan Tengkulak: Petani tetap saja tidak mendapat harga terbaik.
  • Intervensi Pemerintah: Harga terlalu tinggi bisa membuat pemerintah menurunkan harga dengan intervensi.

Misalnya, Bulog menyerap gabah dengan harga Rp6.500/kg. Angka itu terdengar besar, tetapi belum tentu sampai ke tangan petani jika jalurnya masih melalui tengkulak.

Solusi: Akses, Informasi, dan Kemandirian

Agar petani benar-benar bisa menikmati hasil kerjanya, mereka harus diberi akses ke informasi pasar, fasilitas pengolahan, dan edukasi pascapanen. Program-program pemerintah harus diarahkan untuk menciptakan petani yang tidak hanya produktif, tetapi juga berdaya secara ekonomi.

Kebahagiaan petani tidak cukup hanya dengan harga gabah yang naik. Mereka butuh sistem yang adil dan ekosistem pertanian yang sehat. Jika tidak, kenaikan harga hanyalah angka di atas kertas—sementara jerih payah petani tetap saja tidak berbuah manis.


 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Ijazah Jokowi, Skandal yang Dikubur? Beathor: Tangkap Jokowi dan Paiman Sekarang!

Next Post

Amnesti Politik, Hukum yang Luka: Prabowo Ampuni Hasto dan Lembong, Bagaimana Nasib Jokowi dan Para Korbannya?

Ir Entang Sastraatmaja

Ir Entang Sastraatmaja

Related Posts

JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi
Feature

JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

April 19, 2026
Saat Rakyat Menggemakan ‘Adili Jokowi’, Prabowo Teriak ‘Hidup Jokowi’: Loyalitas Kepada Siapa?
Feature

Presiden Harus Optima Prima: Antara Kekuasaan dan Kesadaran

April 19, 2026
Silaturahmi yang Terlupakan, Kekuatan yang Dijalankan Orang Lain
Feature

Silaturahmi yang Terlupakan, Kekuatan yang Dijalankan Orang Lain

April 19, 2026
Next Post

Amnesti Politik, Hukum yang Luka: Prabowo Ampuni Hasto dan Lembong, Bagaimana Nasib Jokowi dan Para Korbannya?

Paradigma Usang Penyidik Kasus Ijazah Jokowi: Hukum Dibelokkan, Keadilan Disandera

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi
Feature

JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

by Karyudi Sutajah Putra
April 19, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Tak pernah kita menyaksikan Jusuf Kalla seemosional...

Read more
Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia

Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia

April 17, 2026
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

April 15, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

April 19, 2026
Saat Rakyat Menggemakan ‘Adili Jokowi’, Prabowo Teriak ‘Hidup Jokowi’: Loyalitas Kepada Siapa?

Presiden Harus Optima Prima: Antara Kekuasaan dan Kesadaran

April 19, 2026
Silaturahmi yang Terlupakan, Kekuatan yang Dijalankan Orang Lain

Silaturahmi yang Terlupakan, Kekuatan yang Dijalankan Orang Lain

April 19, 2026

​Pembuktian Mens Rea: Abu-Abu, Pelik, tapi Pangkal Keadilan

April 19, 2026
Negeri Para Jongos

Seberapa Pentingkah Teddy Wijaya Bagi Bangsa Ini?

April 19, 2026
JK dan Keris Mpu Gandring

JK dan Keris Mpu Gandring

April 19, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

April 19, 2026
Saat Rakyat Menggemakan ‘Adili Jokowi’, Prabowo Teriak ‘Hidup Jokowi’: Loyalitas Kepada Siapa?

Presiden Harus Optima Prima: Antara Kekuasaan dan Kesadaran

April 19, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...