• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Hasto Bebas: Jokowi Kian Terpojok, Ketakutan Jadi Kenyataan?

Damai Hari Lubis - Mujahid 212 by Damai Hari Lubis - Mujahid 212
August 30, 2025
in Feature, Tokoh/Figur
0
Hasto Bebas: Jokowi Kian Terpojok, Ketakutan Jadi Kenyataan?
Share on FacebookShare on Twitter

Damai Hari Lubis
Pengamat KUHP (Kebijakan Umum Hukum dan Politik)

Ada kejutan besar setelah berulang kali Jokowi menegaskan—bahkan langsung disampaikan kepada penulis (DHL) di kediamannya, Jalan Kutai, Solo, 16 April 2025—bahwa ia hanya akan memperlihatkan ijazahnya di pengadilan. Namun, tak lama berselang, Jokowi justru memperlihatkan ijazah aslinya kepada 11 awak media. Ironisnya, para wartawan itu dilarang membawa HP dan kamera.

Lebih jauh, Jokowi kemudian menyerahkan ijazahnya untuk disita Polresta Surakarta. Pertanyaannya, apakah langkah ini ada kaitannya dengan aksi demo 25 dan 28 April di DPR RI Senayan? Apakah sekadar show of force untuk pemanasan politik? Dan kalau iya, unjuk kekuatan itu ditujukan kepada siapa?

Fenomena ini membuka indikasi penting yang patut dicermati publik mengenai langkah politik Jokowi dan “Geng Solo” dengan segala manuvernya. Beberapa fakta hukum dan pergeseran kekuasaan menguatkan dugaan tersebut:

  1. Pergantian mendadak jabatan Kapolda Metro Jaya.
  2. Lambannya penyidikan 12 terlapor kasus “Ijazah Palsu Jokowi”, yang kontras dengan kebiasaan penanganan hukum era Jokowi—di mana jika menyangkut dirinya, proses biasanya ekspres: sehari bisa langsung jadi tersangka dan ditahan.
  3. Jokowi menyadari dirinya mulai rapuh. Sementara itu, kader PDIP semakin solid dan waspada. Kondisi ini mendorong Jokowi memilih “berlindung” dengan posisi sebagai Dewan Pembina PSI.
  4. Rektor UGM, Ova, tiba-tiba kembali mengumumkan keaslian ijazah Jokowi. Diduga sebagai serangan balik atas uji labfor digital yang mungkin sudah di tangan penyidik Polri.
  5. Menteri Yaqut, orang lama kubu Jokowi, mulai ditekan KPK menuju status tersangka.
  6. Noel Ebenezer, tangan kanan Jokowi dalam jaringan pendukung, meski mencoba bermimikri ke Gerindra, tetap ditangkap KPK lewat OTT.
  7. Seruan Koordinator Laskar Cinta Jokowi (28/4/2025) yang meminta Prabowo mundur dari RI-1, namun tidak menyebut Gibran. Padahal Jokowi sendiri pernah menegaskan, presiden dan wapres adalah satu paket.

Di sisi lain, Megawati Soekarnoputri, negarawati sekaligus maestro politik, dengan sengaja memperlambat Kongres PDIP. Tujuannya jelas: terus membangun bargaining position dengan penguasa riil saat ini, Prabowo Subianto.

Jokowi yang makin rapuh berusaha menepis isu soal hasratnya merebut PDIP. Caranya? Melampiaskan sisa-sisa kekuasaan dengan mengubah logo PSI—dari bunga mawar menjadi gambar gajah, mirip partai sosialis Spanyol. Sebuah simbol arogansi sekaligus pertahanan terakhir.

Dalam konteks amnesti Hasto, pertimbangan politik Prabowo masuk akal. PDIP adalah partai dengan basis konstituen terbesar versi KPU, dan kursi kedua terbesar di DPR. Merangkul PDIP adalah langkah tepat untuk mengantisipasi barisan sakit hati di panggung politik.

Perhitungan itu diperkuat oleh fakta sejarah. Megawati pernah menolak wacana tiga periode Jokowi. Jika ia mendukung, bisa jadi Prabowo masih bertahan sebagai Menhan hari ini. Dari sisi psikologis politik, Mega sulit melupakan “pengkhianatan” Jokowi–Gibran setelah dua kali mendukung Jokowi hingga menjadi presiden.

Kini, realitas sejarah berubah. Rivalitas Mega–Prabowo melahirkan simbiosis politik yang dibungkus atas nama hukum (prerogatif). Buktinya, Hasto mendapat amnesti. Tak lama berselang, Megawati kembali mengangkatnya sebagai Sekjen PDIP—jabatan yang memang sengaja dikosongkan pada Kongres Bali, hanya untuk menunggu momentum itu.

Pertanyaannya, bagaimana nasib Jokowi selanjutnya? Dengan posisinya sebagai Dewan Pembina PSI, ia tampak terseok-seok menjaga “tanaman politiknya” di Kabinet Merah Putih. Namun, pil pahit sudah di depan mata: palu kekuasaan kini beralih cepat ke tangan Prabowo Subianto.

Dengan dukungan partai besar-kecil, juga kelompok identitas terbesar di negeri ini—yang merasa terdiskriminasi dan dikriminalisasi di era Jokowi—arah politik jelas condong ke Prabowo–Mega. Jika lawannya adalah Jokowi–Gibran, posisinya nyaris mustahil.

Inilah dunia politik pragmatis. Dahulu Jokowi mengejar Hasto. Kini, giliran Hasto yang bisa mengejar Jokowi—sebagai tangan kanan Putri Sang Proklamator dalam partai yang pernah berkuasa dua dekade.


 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Terbongkar! Ini 7 Nama Brimob Pelindas Affan, Termasuk Seorang Komandan!

Next Post

PETANI SEJAHTERA, BANGSA BERDAYA

Damai Hari Lubis - Mujahid 212

Damai Hari Lubis - Mujahid 212

Related Posts

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.
Feature

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif
Feature

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?
Feature

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026
Next Post
PETANI TANPA BULOG

PETANI SEJAHTERA, BANGSA BERDAYA

Personel Brimob yang Lindas Ojol Harus Diproses Hukum

Kapolri Mundur atau Di Pecat Adalah Norma Di Banyak Negara

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”
Crime

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

by Karyudi Sutajah Putra
April 15, 2026
0

Jakarta--FusilatNews - Kasus kekerasan seksual yang terjadi di Universitas Indonesia (UI) serta ekspresi misoginis dan seksis yang mengarah pada normalisasi...

Read more
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

April 11, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...