• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

PETANI SEJAHTERA, BANGSA BERDAYA

Ir Entang Sastraatmaja by Ir Entang Sastraatmaja
August 30, 2025
in Economy, Feature
0
PETANI TANPA BULOG
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Entang Sastratmadja

Judul tulisan ini, “Petani Sejahtera, Bangsa Berdaya”, bertujuan menegaskan keberadaan petani sekaligus menegaskan tanggung jawab pemerintah dalam mewujudkan cita-cita nasional bangsa Indonesia, sebagaimana tertuang dalam Alenia ke-4 Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. Petani berhak hidup sejahtera, dan pemerintah wajib mewujudkannya.

Petani memiliki hak untuk hidup serta mempertahankan kehidupannya sebagaimana tercantum dalam Pasal 28A UUD 1945 Amandemen IV. Hak ini termasuk hak mendapatkan kesejahteraan, antara lain melalui kepemilikan varietas lokal yang mendapat perlindungan hukum sebagai pemulia tanaman.

Tugas utama pemerintah, sesuai amanah undang-undang, adalah mensejahterakan masyarakat, termasuk para petani. Namun kenyataannya, kondisi hidup petani saat ini masih memprihatinkan. Pelayanan publik yang cepat, terjangkau, efektif, dan efisien masih jauh dari harapan.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), sejahtera berarti aman, sentosa, dan makmur. W.J.S. Poewodarminto (2015) menjelaskan bahwa kesejahteraan adalah kondisi aman, makmur, dan bebas dari gangguan atau kesulitan. Dalam konteks petani hari ini, kesejahteraan masih sebatas angan-angan. Fakta menunjukkan banyak petani hidup sengsara, penuh keprihatinan.

Petani padi, khususnya yang disebut petani gurem, menjadi gambaran warga bangsa yang masih terjerat kemiskinan. Lebih menyedihkan lagi, Sensus Pertanian 2023 menunjukkan jumlah petani gurem selama 10 tahun terakhir meningkat signifikan. Hal ini menandakan lahan pertanian semakin sempit akibat alih fungsi lahan yang tidak terkendali, serta kepemilikan lahan petani yang semakin menyusut, melemahkan kedaulatan mereka atas tanahnya sendiri.

Petani gurem—mereka yang memiliki lahan kurang dari 0,5 hektar—sudah sering dibahas, bahkan dicari solusinya, namun sampai kini belum ditemukan. Mereka tetap menjadi potret anak bangsa yang hidup dalam kesusahan berkepanjangan.

Badan Pusat Statistik mencatat, dalam 10 tahun terakhir (2013-2023), jumlah Rumah Tangga Usaha Pertanian (RTUP) gurem naik dari 14,25 juta menjadi 16,89 juta, meningkat 18,49%. Kenaikan ini jelas bukan prestasi, melainkan alarm bahwa pembangunan petani harus diperlakukan secara khusus. Pembangunan petani tidak boleh lagi menjadi bagian dari pembangunan pertanian; ia harus berdiri sendiri.

Petani hanya akan sejahtera jika solusi cerdas lahir untuk menuntaskan masalah pokok. Dua persoalan besar yang mengancam mereka adalah: alih fungsi lahan yang semakin liar dan alih generasi petani. Alih fungsi lahan menjadi kawasan industri atau pemukiman berlangsung tanpa kendali, sekaligus diikuti alih kepemilikan lahan.

Masalah alih generasi juga serius. Kaum muda perdesaan enggan menjadi petani. Pekerjaan sebagai petani padi dianggap tidak menjanjikan, sehingga banyak yang memilih migrasi ke kota. Dua masalah ini tidak boleh disepelekan. Jika kebijakan pemerintah salah, anak cucu kita yang menanggung akibatnya. Ruang pertanian yang memadai dan petani yang mau bercocok tanam adalah bukti bahwa pertanian masih hidup di negeri ini.

Jika pemerintah mampu memberikan solusi nyata, semangat untuk mensejahterakan petani bisa diwujudkan. Pertanyaannya tinggal satu: adakah niat untuk menjalankannya? Jawaban tegas: harus ada!

(Penulis, Ketua Dewan Pakar DPD HKTI Jawa Barat)

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Hasto Bebas: Jokowi Kian Terpojok, Ketakutan Jadi Kenyataan?

Next Post

Kapolri Mundur atau Di Pecat Adalah Norma Di Banyak Negara

Ir Entang Sastraatmaja

Ir Entang Sastraatmaja

Related Posts

Diplomasi Bukan Wisata Politik: Mengukur Perjalanan Presiden dari Hasil, Bukan Frekuensi
Feature

Diplomasi Bukan Wisata Politik: Mengukur Perjalanan Presiden dari Hasil, Bukan Frekuensi

May 31, 2026
Obat Masa Depan Itu Ternyata Mengalir dari Payudara Seorang Ibu
Feature

Obat Masa Depan Itu Ternyata Mengalir dari Payudara Seorang Ibu

May 30, 2026
UMKM Tidak Akan Naik Kelas Jika Masih Mengandalkan Buku Tulis
daerah

UMKM Tidak Akan Naik Kelas Jika Masih Mengandalkan Buku Tulis

May 30, 2026
Next Post
Personel Brimob yang Lindas Ojol Harus Diproses Hukum

Kapolri Mundur atau Di Pecat Adalah Norma Di Banyak Negara

Menggugat Arah Kekerasan Aparat: Saat Polisi Kehilangan Rakyat dan Tentara Kehilangan Musuh

Hey Sahroni - Kedaulatan Rakyat dan Extra-Parlementer: Kekuasaan di Atas Hukum Formal

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Evakuasi 380 WNI dari Iran Akan Lewat Jalur Darat, Pemerintah: Wilayah Udara Tidak Bisa Dilewati
Birokrasi

Indonesia Kutuk Israel: Mengapa Kak Sugiono Kebakaran Jenggot?

by Karyudi Sutajah Putra
May 25, 2026
0

Jakarta - Fusilatnews -Indonesia dan tujuh negara lain mengutuk keras tindakan Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben Gvir dan pasukan Israel...

Read more
Tangsel Ngotot Bangun PSEL Sendiri Tanpa Aglomerasi, Proyek Terancam Gagal

Tangsel Ngotot Bangun PSEL Sendiri Tanpa Aglomerasi, Proyek Terancam Gagal

May 24, 2026
Aliansi Melawan Rezim Deformasi: Militerisme Bangkit, Reformasi Mati

Aliansi Melawan Rezim Deformasi: Militerisme Bangkit, Reformasi Mati

May 21, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Diplomasi Bukan Wisata Politik: Mengukur Perjalanan Presiden dari Hasil, Bukan Frekuensi

Diplomasi Bukan Wisata Politik: Mengukur Perjalanan Presiden dari Hasil, Bukan Frekuensi

May 31, 2026
Obat Masa Depan Itu Ternyata Mengalir dari Payudara Seorang Ibu

Obat Masa Depan Itu Ternyata Mengalir dari Payudara Seorang Ibu

May 30, 2026
Distribusikan Hewan Kurban untuk Disabilitas, Gammara Inklusi Gandeng Kawan Netra dan Kuril Langit

Distribusikan Hewan Kurban untuk Disabilitas, Gammara Inklusi Gandeng Kawan Netra dan Kuril Langit

May 30, 2026
UMKM Tidak Akan Naik Kelas Jika Masih Mengandalkan Buku Tulis

UMKM Tidak Akan Naik Kelas Jika Masih Mengandalkan Buku Tulis

May 30, 2026
Bolehkah Berkurban dengan Sayur-Mayur?

Sapi Kurban dari APBN: Sebuah Paradoks?

May 30, 2026
Mengapa Harus Belajar Bahasa Daerah?

Mengapa Harus Belajar Bahasa Daerah?

May 30, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Diplomasi Bukan Wisata Politik: Mengukur Perjalanan Presiden dari Hasil, Bukan Frekuensi

Diplomasi Bukan Wisata Politik: Mengukur Perjalanan Presiden dari Hasil, Bukan Frekuensi

May 31, 2026
Obat Masa Depan Itu Ternyata Mengalir dari Payudara Seorang Ibu

Obat Masa Depan Itu Ternyata Mengalir dari Payudara Seorang Ibu

May 30, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...