• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Hedonisme Para Penegak Hukum: KPK, Polisi, Jaksa Sama Saja

fusilat by fusilat
October 27, 2022
in Feature
0
Ada “Dewan Kolonel” di PDIP
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Pegiat Media

JAKARTA – Mental para penegak hukum ternyata sama saja: hedonis!

Akhirnya mereka bersikap pragmatis dan oportunis, bahkan ada yang koruptif, tidak lagi idealis, demi menunjang gaya hidup yang hedonis. 

Ya, para penegak hukum di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kepolisian RI (Polri) dan Kejaksaan Agung (Kejagung) mentalnya sama saja: suka bergaya hidup mewah!

Lihat saja. Setelah Ketua KPK Firli Bahuri kedapatan menggunakan pesawat helikopter saat pulang kampung ke Sumatera Selatan, dan oleh karena itu mendapat sanksi teguran dari sidang etik, berikutnya giliran Lili Pintauli Siregar, yang kini sudah mengundurkan diri dari jabatan Wakil Ketua KPK, bergaya hidup mewah.

Lili bersama keluarganya menginap di hotel mewah saat menonton Moto GP Mandalika beberapa waktu lalu. Ironisnya, gaya hidup mewah Lili dibiayai Pertamina melalui dugaan gratifikasi, sehingga akhirnya ia terjungkal dari kursi empuknya. Anehnya, delik pidananya tidak ditindaklanjuti dengan dalih Lili bukan insan KPK lagi. 

Berikutnya adalah polisi. Hedonisme para anggota Polri terungkap seiring hebohnya kasus pembunuhan berencana Brigadir Yosua yang melibatkan Inspektur Jenderal Ferdy Sambo, Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Kadiv Propam) Polri saat itu. Kepala Biro Pengamanan Internal Divpropam Polri saat itu, Brigadir Jenderal Hendra Kurniawan, diketahui menumpang pesawat jet pribadi ketika menuju rumah korban penembakan, almarhum Yosua di Jambi. Hendra juga dikenal suka gonta-ganti mobil mewah. 

Tidak itu saja. Saat jumpa pers mengumumkan tersangka kasus pembunuhan berencana Brigadir Yosua, Direktur Kriminal Umum Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri Brigjen Andi Rian Djajadi, yang kini sudah dipromosikan menjadi Kapolda Kalimantan Selatan dengan pangkat Irjen, kedapatan mengenakan kemeja mewah berharga belasan juta rupiah.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo pun langsung bereaksi. Ia melarang jajarannya mempertontonkan gaya hidup mewah di tengah situasi sulit yang sedang dihadapi masyarakat saat ini. Belakangan Kapolri mengeluarkan instruksi lagi: jangan ada pungli!

Pungutan liar itu diduga banyak dilakukan oknum Polri untuk menyetor ke atasan, baik untuk sekolah lagi, kenaikan pangkat, maupun memburu jabatan basah.

Instruksi Kapolri ini merupakan pengakuan, testimoni bahkan konfirmasi bahwa di institusi Polri selama ini memang banyak terjadi praktik pungli. Bukan sekadar rumor dan kecurigaan belaka. 

“Lips Service”

Namun, pernyataan Kapolri yang seolah-olah tegas itu diyakini sekadar “lips service” atau basa-basi belaka. Buktinya, Andi Rian Djajadi yang sudah diketahui bergaya hedonis justru mendapat promosi jabatan.

Begitu pun Irjen Teddy Minahasa, polisi yang memiliki rekening gendut, dipromosikan dari Kapolda Sumatera Barat ke Kapolda Jawa Timur. Namun belum sempat menduduki kursi empuknya, Teddy keburu ditangkap Divpropam Polri terkait kasus perdagangan narkotika.

Publik juga sempat berdecak heran saat mengetahui di lemari rumah Ferdy Sambo di Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan, berjejer koleksi tas mewah Putri Candrawathi, istrinya yang juga menjadi terdakwa kasus pembunuhan berencana Brigadir Yosua. Dalam proses pemeriksaan, Putri juga terlihat kerap menenteng tas mewah.

Berikutnya adalah jaksa yang bergaya hidup mewah. Hal ini juga terungkap dalam kasus pembunuhan berencana Brigadir Yosua saat Ferdy Sambo disidangkan sebagai terdakwa di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Seorang jaksa wanita ketahuan membawa tas mewah buatan luar negeri bermerek Fendi seharga 48-an juta rupiah. Namun pihak Kejagung menyatakan tas mewah itu tidak asli alias KW. Benarkah? Kecil kemungkinannya.

Bandingkan pula dengan gaya hidup Pinangki Sirna Malasari, seorang jaksa yang untuk sekadar perawatan wajah dan kulit saja harus terbang ke Amerika. Terlibat kasus suap Djoko Tjandra, akhirnya Pinangki dipecat dan dipenjara, tapi cuma sebentar saja.

Gaya hidup mewah para penegak hukum yang terungkap di ruang publik itu diyakini hanya fenomena gunung es di lautan. Yang terlihat di permukaan hanya secuil pucuknya saja, sementara yang tersembunyi di dasar lautan jauh lebih besar.

Menjadi kaya itu tidak dilarang. Apalagi bagi para penegak hukum yang memang punya latar belakang keluarga kaya. Persoalannya, ketika sudah menjadi pejabat publik, patutkah mereka mempertontonkan kemewahan di tengah masyarakat yang sedang ditimpa penderitaan akibat krisis ekonomi seperti sekarang ini? 

Apalagi bagi para penegak hukum yang tidak punya latar belakang leluarga kaya, memamerkan kekayaan dan bergaya hidup mewah jelas mengundang pertanyaan besar darimana mereka mendapatkan uang? Sedangkan profil gaji tidak sesuai dengan gaya hidup mereka. Maka kalau tidak pragmatis dan oportunis, ya koruptif.

Kini, di Polri akhirnya terkonfirmasi ada kebiasaan pungli dan menyetor ke atasan demi pangkat dan jabatan. 

Jangan lupa, Ketua KPK Firli Bahuri juga berlatar polisi dengan tiga bintang di pundaknya alias komisaris jenderal. Saat menjabat Deputi Penindakan KPK, Firli bermasalah karena diketahui bertemu dengan pihak yang sedang berperkara dalam kasus dugaan korupsi divestasi saham PT Newmont Nusa Tenggara.

Alhasil, kalau mental para penegak hukum di KPK, Polri dan Kejagung sudah hedonis, pragmatis, oportunis bahkan koruptif, jangan harap keadilan akan tegak di bumi Pancasila ini. Itulah!

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Sumpah Pemuda dan Spirit Kebangsaan

Next Post

Berasal dari debu kembali menjadi debu

fusilat

fusilat

Related Posts

Feature

Mengembalikan Nilai-Nilai Murobbi dalam Jiwa Seorang Guru

July 1, 2026
Feature

Ironi Bangsa Besar yang Mudah Tertipu

July 1, 2026
Di Mana Bedanya Pak Harto dan Prabowo?
Feature

Di Mana Bedanya Pak Harto dan Prabowo?

July 1, 2026
Next Post
Berasal dari debu kembali menjadi debu

Berasal dari debu kembali menjadi debu

Innalillah, Bus Jemaah Umrah Kecelakaan di Mekah, 2 WNI Tewas

Innalillah, Bus Jemaah Umrah Kecelakaan di Mekah, 2 WNI Tewas

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
IPW Tuding Pemerintah Tidak Serius, Hanya  Seolah – olah Dalam Menindak Pelaku Judi Online
Birokrasi

Hari Bhayangkara ke-80, Ini Catatan IPW

by Karyudi Sutajah Putra
July 2, 2026
0

Jakarta - FusilatNews.-- Peringatan Hari Bhayangkara atau Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Polri saat ini ditandai dengan hadiah manis bagi...

Read more
Robohnya Benteng Moral Kami

Robohnya Benteng Moral Kami

July 1, 2026
Hendardi: Jangan Normalisasi Multifungsi TNI, Sekolah Rakyat Bukan Barak Militer

Hendardi: Jangan Normalisasi Multifungsi TNI, Sekolah Rakyat Bukan Barak Militer

July 1, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Sidang Perdana Dokter Tifa Digelar Hari Ini di PN Jakarta Timur, Agenda Pembacaan Dakwaan

Sidang Perdana Dokter Tifa Digelar Hari Ini di PN Jakarta Timur, Agenda Pembacaan Dakwaan

July 2, 2026
Naik karena Rakyat, Tumbang karena Cendekia

Pemilu 2029: Duel Kekuasaan Prabowo vs Jokowi

July 2, 2026
IPW Tuding Pemerintah Tidak Serius, Hanya  Seolah – olah Dalam Menindak Pelaku Judi Online

Hari Bhayangkara ke-80, Ini Catatan IPW

July 2, 2026
Jokowi Turun Gunung untuk PSI: Bukan untuk Bangsa, Tapi Karir Politik Anaknya

Jokowi Turun Gunung untuk PSI: Bukan untuk Bangsa, Tapi Karir Politik Anaknya

July 1, 2026
Bahkan Masyarakat Pun Rayakan Hari Bhayangkara

Bahkan Masyarakat Pun Rayakan Hari Bhayangkara

July 1, 2026

Mengembalikan Nilai-Nilai Murobbi dalam Jiwa Seorang Guru

July 1, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Sidang Perdana Dokter Tifa Digelar Hari Ini di PN Jakarta Timur, Agenda Pembacaan Dakwaan

Sidang Perdana Dokter Tifa Digelar Hari Ini di PN Jakarta Timur, Agenda Pembacaan Dakwaan

July 2, 2026
Naik karena Rakyat, Tumbang karena Cendekia

Pemilu 2029: Duel Kekuasaan Prabowo vs Jokowi

July 2, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist