• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Hey DPD, Kau Hanya Papan Nama Tanpa Taji

Ali Syarief by Ali Syarief
November 6, 2024
in Feature, Politik
0
Hey DPD, Kau Hanya Papan Nama Tanpa Taji
Share on FacebookShare on Twitter

Di Amerika Serikat, para senator memiliki kekuasaan besar untuk mengatur kebijakan yang berdampak luas, termasuk yang berhubungan dengan kepentingan daerah. Mereka bertugas untuk mewakili kebutuhan dan aspirasi setiap negara bagian, memastikan bahwa pusat tidak merampas hak-hak atau sumber daya lokal. Hal ini kontras dengan situasi di Indonesia, di mana Dewan Perwakilan Daerah (DPD) masih sering terlihat seperti “papan nama” tanpa taji. Di tengah derasnya isu eksploitasi kekayaan alam, terutama di luar Jawa, fungsi DPD justru tenggelam di bawah bayang-bayang DPR dan kebijakan pusat yang dominan.

Paradoks DPD: Antara Harapan dan Kenyataan

DPD seharusnya menjadi garda terdepan untuk menjaga kedaulatan daerah, memastikan bahwa setiap daerah memiliki suara dalam pengambilan keputusan yang berdampak pada lingkungan dan kesejahteraan rakyatnya. Mereka adalah wakil dari setiap provinsi yang memiliki hak dan tanggung jawab untuk melindungi wilayahnya dari ancaman eksploitasi yang tidak berkelanjutan. Namun, di Indonesia, DPD sering kali tidak memiliki peran nyata dalam pengawasan atau kontrol atas kekayaan alam yang dieksploitasi dari daerah-daerah. Banyak dari hasil tambang, minyak, dan sumber daya alam lainnya diangkut ke ibu kota tanpa kontribusi yang memadai bagi kesejahteraan masyarakat setempat.

Mengapa DPD Harus Lebih Berperan?

  1. Mencegah Kerusakan Hutan dan Lingkungan Daerah
    Sumber daya alam yang dimiliki oleh daerah bukan hanya soal pohon atau batu bara; itu adalah masa depan masyarakat setempat. Eksploitasi yang berlebihan dan tidak berkelanjutan akan meninggalkan kerusakan permanen pada ekosistem. DPD harus berperan aktif untuk mencegah kebijakan pusat yang mengancam kelestarian hutan daerah. Hutan adalah milik bersama rakyat daerah, bukan milik pemerintah pusat atau segelintir elit.

  2. Menjaga Kekayaan Alam untuk Rakyat Daerah
    Kekayaan alam yang dihasilkan dari perut bumi daerah seharusnya menjadi modal utama bagi kesejahteraan masyarakat sekitar. Masyarakat desa yang tinggal di sekitar tambang atau perkebunan harus memiliki hak lebih besar atas hasil tersebut. Saat kekayaan alam ini hanya disedot menuju Jakarta, rakyat di daerah tertinggal dan tetap bergulat dengan kemiskinan. Kesenjangan antara kota besar dan desa justru kian melebar. DPD seharusnya memperjuangkan hak bagi rakyat di daerah agar lebih merasakan hasil bumi yang diambil dari tanah mereka sendiri.

  3. Menyuarakan Aspirasi Daerah di Pusat
    DPD didirikan dengan tujuan yang mirip dengan Senat di Amerika Serikat: sebagai penghubung antara pusat dan daerah. Mereka diharapkan bisa menjadi suara aspirasi daerah dalam setiap kebijakan pusat. Namun, dengan peran yang terbatas dan keterbatasan kewenangan, mereka justru lebih sering terlihat sebagai pelengkap administrasi ketimbang pembela kepentingan daerah. Jika ini terus dibiarkan, kita akan kehilangan representasi asli untuk daerah di tingkat nasional.

Melindungi Daerah dari Sentralisasi Ekonomi

Pusat memang memiliki peran penting dalam pembangunan nasional, namun, dominasi pusat yang tidak terkendali hanya akan memperparah ketimpangan. Ketika sumber daya alam dari Papua, Kalimantan, atau Sulawesi terus diangkut ke Jakarta, daerah-daerah ini seolah hanya menjadi “ladang” yang hasilnya dinikmati oleh orang-orang di pusat pemerintahan. Rakyat desa, yang sebenarnya memiliki hak terbesar atas kekayaan daerahnya, justru sering terpinggirkan dan merasakan dampak kerusakan lingkungannya.

Membayangkan DPD yang Proaktif dan Berani

DPD Indonesia perlu lebih berani dalam menyuarakan kepentingan daerah yang mereka wakili. Mereka bukan sekadar perpanjangan tangan pusat yang bertugas menjalankan agenda pembangunan pemerintah, melainkan pelindung daerah dari kebijakan yang bisa menghancurkan lingkungan dan budaya lokal. Kinerja mereka haruslah sejalan dengan semangat untuk menjaga keberlanjutan dan kesejahteraan daerah, bukan hanya menjalankan rutinitas legislatif tanpa memperjuangkan kepentingan daerah secara nyata.

Dengan tanggung jawab yang ada, DPD harus berani menuntut perubahan dalam kewenangan mereka. DPD harus lebih vokal dalam menentang eksploitasi sumber daya alam yang merugikan rakyat. Mereka harus menjadi “penjaga gawang” yang memastikan daerah mereka tidak dimiskinkan oleh kebijakan pusat.

Kesimpulan: Bangkit atau Tenggelam?

Harapan untuk DPD masih ada. Jika wakil-wakil daerah ini berani mengambil sikap untuk melawan arus eksploitasi yang tidak adil, maka mereka akan memenuhi harapan rakyat daerah yang mereka wakili. DPD harus bergerak, mendengarkan keluhan dan keinginan rakyat di daerah, serta menyuarakannya dengan lantang di panggung nasional. Sebab, hutan, tanah, dan air milik daerah bukanlah sekadar sumber daya; itu adalah warisan yang tak ternilai dan merupakan hak setiap warga untuk menikmatinya secara adil dan berkelanjutan.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Hutan Di Rusak Setiap Regime; Ia Takkan Kembali – Ekosistem Tak Tergantikan dan Ilusi Restorasi

Next Post

EKONOMI KERAKYATAN VS EKONOMI PASAR

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang
Feature

Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

April 17, 2026
Pilkada Jakarta Selesai, Inisial S atau Kaesang?
News

PSI Klaim ‘Borong’ Kader NasDem, Nama-nama Disimpan: Manuver Senyap atau Sinyal Perang Politik?

April 17, 2026
Ini Bukan Dendam Biasa: Jejak Pembusukan Hukum di Balik Kasus Andrie Yunus
Birokrasi

Ini Bukan Dendam Biasa: Jejak Pembusukan Hukum di Balik Kasus Andrie Yunus

April 17, 2026
Next Post

EKONOMI KERAKYATAN VS EKONOMI PASAR

Presiden Prabowo Subianto Bertemu Jokowi di Solo, Lanjutkan Diskusi di Wedangan Omah Semar

Tumbangnya Prabowo-Jokowi di Jakarta dan Jawa Tengah

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia
News

Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia

by fusilat
April 17, 2026
0

Jakarta-FusilatNews - Awal minggu ini beredar sejumlah laporan media internasional yang mengungkap adanya upaya Amerika Serikat (AS) untuk memperoleh akses...

Read more
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

April 15, 2026
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

April 17, 2026
Pilkada Jakarta Selesai, Inisial S atau Kaesang?

PSI Klaim ‘Borong’ Kader NasDem, Nama-nama Disimpan: Manuver Senyap atau Sinyal Perang Politik?

April 17, 2026
Baru Dilantik, Ketua Ombudsman Langsung Berhadapan dengan Hukum

Baru Dilantik, Ketua Ombudsman Langsung Berhadapan dengan Hukum

April 17, 2026
Ini Bukan Dendam Biasa: Jejak Pembusukan Hukum di Balik Kasus Andrie Yunus

Ini Bukan Dendam Biasa: Jejak Pembusukan Hukum di Balik Kasus Andrie Yunus

April 17, 2026
Indonesia Tidak Pernah Ajeg – Aneh Sendiri. Presidensial dalam Konstitusi, Parlementer dalam Praktik

Indonesia Tidak Pernah Ajeg – Aneh Sendiri. Presidensial dalam Konstitusi, Parlementer dalam Praktik

April 17, 2026
Negara Kesatuan dengan Rasa Federal

Negara Kesatuan dengan Rasa Federal

April 17, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

April 17, 2026
Pilkada Jakarta Selesai, Inisial S atau Kaesang?

PSI Klaim ‘Borong’ Kader NasDem, Nama-nama Disimpan: Manuver Senyap atau Sinyal Perang Politik?

April 17, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist