• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Hutan Di Rusak Setiap Regime; Ia Takkan Kembali – Ekosistem Tak Tergantikan dan Ilusi Restorasi

Ali Syarief by Ali Syarief
November 6, 2024
in Feature
0
Hutan Di Rusak Setiap Regime; Ia Takkan Kembali – Ekosistem Tak Tergantikan dan Ilusi Restorasi
Share on FacebookShare on Twitter

Pidato Jokowi di hadapan para pemimpin dunia, yang menyoroti bahwa laju deforestasi Indonesia telah menurun selama dua dekade terakhir, menjadi sorotan global. Dengan senyum optimis, presiden mengumumkan bahwa langkah-langkah strategis yang diambil telah membantu menekan hilangnya hutan. Namun, kenyataan di lapangan dan respons dari organisasi seperti Greenpeace Indonesia menimbulkan tanda tanya besar: Apakah hutan kita memang benar-benar masih ada?

Faktanya, hutan bukan sekadar sekelompok pohon yang bisa ditanam kembali seperti di taman kota atau hutan buatan. Ia adalah sistem kehidupan yang kompleks, sebuah ekosistem yang penuh hubungan erat antara flora, fauna, serta unsur tak kasat mata yang bekerja sama untuk menjaga keseimbangannya. Seorang ahli terkenal dalam bidang lingkungan dan primata, Dr. Birute Galdikas, memberikan contoh konkret tentang keajaiban alam ini. Di Tanjung Puting, Kalimantan Tengah, ia pernah menunjukkan pohon ulin kecil, hanya setinggi 30 cm, yang ternyata telah berusia tujuh tahun. Pohon itu adalah karya kelelawar, yang berperan sebagai “penanam” alamiah. Artinya, regenerasi hutan sejati adalah proses alam yang sangat lambat dan tak bisa direplikasi manusia.

Namun, ironisnya, penurunan deforestasi yang diklaim tidak selaras dengan realitas kebijakan pembangunan yang secara agresif merambah kawasan-kawasan hutan, terutama untuk kepentingan industri dan infrastruktur. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan bahkan pernah menyatakan bahwa menghentikan deforestasi sepenuhnya adalah hal yang mustahil demi pembangunan. Pernyataan ini menggambarkan bahwa pembangunan dan pelestarian hutan tampaknya berada dalam relasi yang kontradiktif dan tak mudah diharmoniskan.

Memahami deforestasi bukanlah sekadar soal pohon-pohon yang ditebang. Deforestasi merusak “kebijaksanaan alam” atau natural wisdom dari ekosistem hutan, yang mencakup siklus hidup spesies dan interaksi antar-spesies yang tak bisa digantikan. Banyak flora dan fauna, mulai dari orangutan hingga ribuan spesies tumbuhan, kehilangan habitat asli mereka, serta keseimbangan iklim mikro yang mereka ciptakan turut hilang. Hutan yang terdegradasi atau ditanami kembali dengan tanaman monokultur seperti kelapa sawit tidaklah sama dengan hutan hujan alami yang telah terbentuk selama ribuan tahun.

Dengan hilangnya hutan, kita juga kehilangan harapan untuk mengembalikannya seperti sedia kala. Proyek reklamasi dan reboisasi—betapapun masif dan terencana—hanya akan menghasilkan lapangan pohon tanpa keragaman yang khas dari hutan asli. Hutan adalah rumah bagi ekosistem yang melibatkan rantai kehidupan dari serangga hingga mamalia besar, dari mikroba tanah hingga kanopi tinggi, yang semuanya terjalin dalam keselarasan yang sulit disusun kembali oleh tangan manusia.

Kebijakan yang bertolak belakang antara klaim perlindungan dan praktik perusakan untuk pembangunan menciptakan sebuah ilusi bahwa hutan kita masih ada, padahal kenyataannya, perlahan tapi pasti, ia telah menjadi bagian dari masa lalu. Maka, deforestasi bukanlah sekadar penggundulan lahan, tetapi hilangnya warisan alami yang sesungguhnya adalah bagian dari keluarga besar kita—flora, fauna, dan seluruh unsur yang membentuk hutan tropis Indonesia.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Pelindung Ribuan Situs Judol,Benar-benar Sakti, Tak Lulus Seleksi, tapi Bekerja di Kementerian Komdigi

Next Post

Hey DPD, Kau Hanya Papan Nama Tanpa Taji

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Bulog Ke Depan : MEWUJUDKAN INTEGRASI KEBIJAKAN PANGAN NASIONAL
Economy

BERAS MELIMPAH KAPAN HARGANYA MURAH ?

June 2, 2026
Yasinta Moiwend dan Bahaya Menghakimi dari Jarak Jauh
Feature

Yasinta Moiwend dan Bahaya Menghakimi dari Jarak Jauh

June 2, 2026
Belajar Dari Negeri China – Sekarang Lebih Unggul dari Amerika Serikat – Untuk Prabowo
Bisnis

Diplomasi Angka Bodong: Ketika Kunjungan Presiden Dijual dengan Janji Investasi

June 2, 2026
Next Post
Hey DPD, Kau Hanya Papan Nama Tanpa Taji

Hey DPD, Kau Hanya Papan Nama Tanpa Taji

EKONOMI KERAKYATAN VS EKONOMI PASAR

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Feature

Pancasila: Lahir untuk Mati!

by Karyudi Sutajah Putra
June 2, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Baru pada 2016 lalu Bung Karno mendapat...

Read more
Evakuasi 380 WNI dari Iran Akan Lewat Jalur Darat, Pemerintah: Wilayah Udara Tidak Bisa Dilewati

Indonesia Kutuk Israel: Mengapa Kak Sugiono Kebakaran Jenggot?

May 25, 2026
Tangsel Ngotot Bangun PSEL Sendiri Tanpa Aglomerasi, Proyek Terancam Gagal

Tangsel Ngotot Bangun PSEL Sendiri Tanpa Aglomerasi, Proyek Terancam Gagal

May 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Bulog Ke Depan : MEWUJUDKAN INTEGRASI KEBIJAKAN PANGAN NASIONAL

BERAS MELIMPAH KAPAN HARGANYA MURAH ?

June 2, 2026
Yasinta Moiwend dan Bahaya Menghakimi dari Jarak Jauh

Yasinta Moiwend dan Bahaya Menghakimi dari Jarak Jauh

June 2, 2026
Belajar Dari Negeri China – Sekarang Lebih Unggul dari Amerika Serikat – Untuk Prabowo

Diplomasi Angka Bodong: Ketika Kunjungan Presiden Dijual dengan Janji Investasi

June 2, 2026
Simalakama Teddy Wijaya

Tinjauan Yuridis: Presiden Membayar Sendiri Kelebihan Biaya Perjalanan Dinas? Persoalannya Bukan pada Uangnya

June 2, 2026
PERINGATAN HARI LAHIR PANCASILA: PARADOKS KETIKA NEGARA BERJALAN DI JALUR LIBERAL-KAPITALISTIK

PERINGATAN HARI LAHIR PANCASILA: PARADOKS KETIKA NEGARA BERJALAN DI JALUR LIBERAL-KAPITALISTIK

June 2, 2026

Pancasila: Lahir untuk Mati!

June 2, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Bulog Ke Depan : MEWUJUDKAN INTEGRASI KEBIJAKAN PANGAN NASIONAL

BERAS MELIMPAH KAPAN HARGANYA MURAH ?

June 2, 2026
Yasinta Moiwend dan Bahaya Menghakimi dari Jarak Jauh

Yasinta Moiwend dan Bahaya Menghakimi dari Jarak Jauh

June 2, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist