• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Aya Aya Wae

Hey Gemoy “Indonesia Terang Benderang”

Ali Syarief by Ali Syarief
July 22, 2025
in Aya Aya Wae, Feature
0
Cemooh Prabowo VS Cemooh Rakyat
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Indonesia hari ini terang benderang. Bukan karena sinar matahari tropis atau lampu jalan tenaga surya yang dipasang kementerian dengan tender penuh kasih sayang antar kerabat. Tapi karena saking benderangnya kenyataan hidup, rakyat tak perlu lagi diterangi — sudah silau sendiri melihat kelakuan para pejabat.

Begini nasib bangsa kalau sudah terlalu banyak cahaya, tapi tak satu pun yang menerangi akal sehat.
Katanya kita hidup di negara demokrasi. Tapi rakyat tak boleh protes. Sekali protes, dibilang melawan negara. Negara siapa dulu ini? Negara hukum? Ah, hukum kita ibarat pisau dapur — tumpul ke atas, tajam ke bawah. Koruptor kelas kakap bisa selfie sambil minum kopi di ruang tahanan VIP, sementara pencuri sandal jepit dipelototi jaksa seolah habis makan ayam tanpa bayar.

Kita punya pemimpin. Lengkap dengan senyum dan gaya kasual yang Instagramable. Ijazahnya? Jangan tanya. Tanya saja bisa dianggap hoaks. Tapi kabar burung—burungnya burung Garuda pula—berkicau bahwa ijazah sarjananya lebih langka dari unicorn. Katanya sih ada. Tapi sepi alumni yang ingat, sepi dosen yang mengaku menguji, sepi saksi sejarah. Mungkin memang dia belajar di alam gaib, bersama Nyi Roro Kidul jurusan ilmu tata negara.

Ekonomi? Wah, pertumbuhan ekonominya hampir menyentuh target. Hampir. Seperti cinta yang bertepuk sebelah tangan, angka-angka itu selalu “nyaris”. Sementara itu, rakyat dihajar harga cabai, harga beras, dan harga sembako yang ikut-ikutan naik seperti follower influencer. Katanya sih kemiskinan tinggal 9%. Tapi di lapangan, yang miskin itu bukan cuma rakyat — akal sehat juga sudah diambang sekarat.

Pengangguran tinggi, tapi pejabat banyak kerjaan. Kerjaan foto, kerjaan rapat, kerjaan cuti, kerjaan proyek, dan kerjaan bikin peraturan yang hanya menyusahkan yang miskin, bukan yang borju. Para pejabat hidup mewah, seolah negeri ini surga, hanya saja malaikatnya pakai jas, dasi, dan main golf tiap Jumat sore.

Dan soal korupsi? Jangan main-main. Indonesia ini rumahnya para koruptor. Lengkap dengan ruang tamu, ruang makan, dan garasi untuk mobil sitaan. Tapi entah kenapa, mereka tetap melenggang seperti bintang sinetron. Mungkin karena mereka tahu, kalau masuk penjara, paling sebentar — bisa nego. Negara ini kreatif: bisa diskon hukuman seperti diskon akhir tahun.

Kita sudah merdeka hampir satu abad, tapi yang merdeka betul-betul cuma para elite. Mereka yang punya proyek, punya jabatan, punya partai, dan punya saudara di istana. Rakyat? Disuruh sabar, disuruh shalat, disuruh syukur. Tapi tak ada yang menyuruh pejabat untuk jujur.

Indonesia terang benderang, Saudara-saudara. Tapi bukan terang karena cahaya kebenaran, melainkan karena nyala api kebohongan yang tak padam-padam. Kalau dulu Bung Karno berkata, “Berikan aku 10 pemuda, maka akan kuguncang dunia,” maka zaman sekarang cukup satu buzzer — dunia bisa tenggelam dalam opini murahan.

Dan saya, kolumnis tua ini, hanya bisa duduk di sudut warung, menyeruput kopi sachet, menatap langit sambil berpikir: Apakah ini negeri dongeng yang disulap jadi kenyataan? Ataukah kenyataan pahit yang disulap jadi dongeng agar kita tetap tersenyum sambil menangis?

Wallahualam…
Tapi yang jelas, terang benderang ini sudah membuat mata rakyat sakit — dan kantongnya makin bolong.


 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Cahaya Etika Berawal dari Hening Diri

Next Post

Produksi Beras Meningkat, Tapi Benarkah Kita Sedang Menuju Swasembada?

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Saya Pikir, Memilih Prabowo Keluar dari Labirin Jokowi
Birokrasi

Peringkat Utang Indonesia Anjlok: Ketika Negara Terjebak Membayar Masa Lalunya

April 23, 2026
Feature

Kebenaran Al-Qur’an melalui Surat Al-Lahab: Ketika Waktu Menjadi Saksi

April 23, 2026
Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?
Feature

Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?

April 22, 2026
Next Post
KEMANA ARAH KETAHANAN PANGAN KE DEPAN ?

Produksi Beras Meningkat, Tapi Benarkah Kita Sedang Menuju Swasembada?

Bobolnya Bank Daerah Rp 1 Triliun: Warisan Buruk Era Jokowi

Bobolnya Bank Daerah Rp 1 Triliun: Warisan Buruk Era Jokowi

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci
daerah

10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci

by Karyudi Sutajah Putra
April 23, 2026
0

Jakarta-FusilatNews - Untuk ke-9 kalinya, Setara Institute merilis data Indeks Kota Toleran (IKT). Ada 10 kota yang masuk dalam kategori...

Read more
Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

April 22, 2026
JK & Seekor Gajah

JK & Seekor Gajah

April 21, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Saya Pikir, Memilih Prabowo Keluar dari Labirin Jokowi

Peringkat Utang Indonesia Anjlok: Ketika Negara Terjebak Membayar Masa Lalunya

April 23, 2026
Symbul Kerinduan Kolektif – Tergila-gila kepada Purbaya

Menkeu Tak Tahu Pajak Tol: Kebijakan Negara Jalan Sendiri, Koordinasi Dipertanyakan

April 23, 2026

Kebenaran Al-Qur’an melalui Surat Al-Lahab: Ketika Waktu Menjadi Saksi

April 23, 2026
10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci

10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci

April 23, 2026
Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

April 22, 2026
Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

April 22, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Saya Pikir, Memilih Prabowo Keluar dari Labirin Jokowi

Peringkat Utang Indonesia Anjlok: Ketika Negara Terjebak Membayar Masa Lalunya

April 23, 2026
Symbul Kerinduan Kolektif – Tergila-gila kepada Purbaya

Menkeu Tak Tahu Pajak Tol: Kebijakan Negara Jalan Sendiri, Koordinasi Dipertanyakan

April 23, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist