• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

Produksi Beras Meningkat, Tapi Benarkah Kita Sedang Menuju Swasembada?

Ir Entang Sastraatmaja by Ir Entang Sastraatmaja
July 23, 2025
in Economy, Feature
0
KEMANA ARAH KETAHANAN PANGAN KE DEPAN ?
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Entang Sastaatmadja – Ketua Dewan Pakar DPD HKTI Jawa Barat

Produksi beras Indonesia pada kuartal I tahun 2025 mencatatkan capaian yang patut diperhatikan. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), produksi beras mencapai 13,95 juta ton—angka tertinggi dalam tujuh tahun terakhir. Sebuah pencapaian yang sekilas tampak menjanjikan. Namun, di balik data yang impresif itu, muncul pertanyaan mendasar: apakah kita benar-benar sedang berada di jalur menuju swasembada pangan, atau hanya sedang memoles statistik untuk kepentingan sesaat?

Di Balik Angka: Antara Luas Panen dan Produktivitas

Peningkatan ini diduga kuat dipengaruhi oleh bertambahnya luas panen. Data BPS menunjukkan bahwa luas panen pada Maret 2025 mencapai 1,67 juta hektare, naik signifikan dari 1,11 juta hektare pada bulan yang sama tahun sebelumnya. Hasilnya, produksi gabah kering giling (GKG) diperkirakan mencapai 8,93 juta ton.

Namun perlu dicatat: data ini masih bersifat parsial—hanya mencakup Januari hingga Maret. Kita perlu berhati-hati agar tidak terjebak dalam euforia angka sementara tanpa melihat tren tahunan secara utuh.

Selain itu, produktivitas juga menjadi kunci. Banyak faktor yang memengaruhi hasil panen per hektare: jenis varietas padi, teknik budidaya, sistem irigasi, ketersediaan pupuk, serta kondisi cuaca dan iklim. Tak kalah penting, tingkat adopsi teknologi pertanian modern—seperti alsintan, drone, atau smart farming—turut memainkan peran krusial.

Peran Pemerintah: Nyata atau Basa-Basi?

Pemerintah, melalui Kementerian Pertanian, telah menggencarkan program dukungan berupa distribusi benih unggul, pompa air, hingga alat dan mesin pertanian. Namun, efektivitas kebijakan ini masih menyisakan tanda tanya. Apakah benar-benar menyentuh kebutuhan petani di lapangan? Atau justru lebih banyak berhenti di seremoni dan laporan kinerja belaka?

Kita tak bisa menutup mata terhadap tantangan besar yang mengintai: konversi lahan sawah yang terus terjadi, kerusakan lingkungan, perubahan iklim ekstrem, serangan hama penyakit, hingga keterbatasan infrastruktur pertanian.

Dari Tantangan Menuju Transformasi

Jika kita benar-benar ingin menjadikan beras sebagai pilar ketahanan pangan nasional, maka langkah-langkah konkret berikut tak boleh ditawar:

  1. Adopsi teknologi modern: dari mekanisasi pertanian hingga digitalisasi sistem irigasi.
  2. Varietas unggul dan tahan hama: riset dan pengembangan harus diperkuat.
  3. Pelatihan petani: ubah petani menjadi pelaku utama inovasi, bukan hanya objek kebijakan.
  4. Kebijakan berpihak: subsidi, kredit, dan asuransi pertanian harus tepat sasaran.
  5. Pembangunan infrastruktur pertanian: tak ada swasembada tanpa jalan desa dan saluran irigasi yang memadai.

Jangan Berhenti di Angka

Capaian peningkatan produksi beras jangan hanya dijadikan selebrasi sesaat. Apalagi jika diiringi dengan lemahnya kontrol terhadap alih fungsi lahan, minimnya kedaulatan benih, dan ketergantungan pada impor pupuk.

Jika kita serius menjadikan Indonesia sebagai bangsa yang mandiri dalam pangan, maka produksi beras bukan sekadar target proyek tahunan, melainkan kewajiban esensial dalam cita-cita besar menuju swasembada yang sejati.

Berhenti membanggakan data tanpa makna jika di lapangan petani masih kesulitan mengakses air, pupuk, dan pasar. Stop euforia. Ini saatnya kita bekerja lebih dalam, lebih jujur, dan lebih menyeluruh untuk memastikan bahwa setiap butir beras yang dipanen adalah simbol keberdayaan, bukan sekadar angka dalam laporan tahunan.


 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Hey Gemoy “Indonesia Terang Benderang”

Next Post

Bobolnya Bank Daerah Rp 1 Triliun: Warisan Buruk Era Jokowi

Ir Entang Sastraatmaja

Ir Entang Sastraatmaja

Related Posts

Saya Pikir, Memilih Prabowo Keluar dari Labirin Jokowi
Birokrasi

Peringkat Utang Indonesia Anjlok: Ketika Negara Terjebak Membayar Masa Lalunya

April 23, 2026
Feature

Kebenaran Al-Qur’an melalui Surat Al-Lahab: Ketika Waktu Menjadi Saksi

April 23, 2026
Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?
Feature

Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?

April 22, 2026
Next Post
Bobolnya Bank Daerah Rp 1 Triliun: Warisan Buruk Era Jokowi

Bobolnya Bank Daerah Rp 1 Triliun: Warisan Buruk Era Jokowi

Lima Kali Berusaha Nyapres: Dari Komando ke Mendengar

Mengejar Omon-Omon Prabowo: Memburu Koruptor Hingga ke Antartika

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci
daerah

10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci

by Karyudi Sutajah Putra
April 23, 2026
0

Jakarta-FusilatNews - Untuk ke-9 kalinya, Setara Institute merilis data Indeks Kota Toleran (IKT). Ada 10 kota yang masuk dalam kategori...

Read more
Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

April 22, 2026
JK & Seekor Gajah

JK & Seekor Gajah

April 21, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Saya Pikir, Memilih Prabowo Keluar dari Labirin Jokowi

Peringkat Utang Indonesia Anjlok: Ketika Negara Terjebak Membayar Masa Lalunya

April 23, 2026
Symbul Kerinduan Kolektif – Tergila-gila kepada Purbaya

Menkeu Tak Tahu Pajak Tol: Kebijakan Negara Jalan Sendiri, Koordinasi Dipertanyakan

April 23, 2026

Kebenaran Al-Qur’an melalui Surat Al-Lahab: Ketika Waktu Menjadi Saksi

April 23, 2026
10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci

10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci

April 23, 2026
Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

April 22, 2026
Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

April 22, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Saya Pikir, Memilih Prabowo Keluar dari Labirin Jokowi

Peringkat Utang Indonesia Anjlok: Ketika Negara Terjebak Membayar Masa Lalunya

April 23, 2026
Symbul Kerinduan Kolektif – Tergila-gila kepada Purbaya

Menkeu Tak Tahu Pajak Tol: Kebijakan Negara Jalan Sendiri, Koordinasi Dipertanyakan

April 23, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...