• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

Hortikultura di Lereng Maut: Alarm Tata Ruang Jawa Barat yang Diabaikan

Ir Entang Sastraatmaja by Ir Entang Sastraatmaja
January 31, 2026
in Economy, Feature
0
Hortikultura di Lereng Maut: Alarm Tata Ruang Jawa Barat yang Diabaikan
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Entang Sastraatmadja
(Anggota Dewan Pakar DPN HKTI)

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman turun langsung meninjau lokasi longsor di Kampung Pasir Kuning dan Pasir Kuda, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Dalam kunjungannya, Mentan menegaskan bahwa lahan bekas longsor yang sebelumnya ditanami hortikultura akan dialihfungsikan menjadi tanaman perkebunan berakar kuat.

Langkah ini ditempuh untuk memperkuat struktur tanah di kawasan rawan bencana. Artinya, tanaman hortikultura yang selama ini mendominasi lereng-lereng curam akan digantikan dengan komoditas perkebunan seperti kelapa, kopi, dan alpukat. Sementara itu, pengembangan hortikultura ke depan akan ditata ulang lokasi dan peruntukannya.

Penanaman hortikultura di wilayah Cisarua, Bandung Barat, memang diduga kuat menjadi salah satu faktor pemicu longsor. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, secara tegas menyebut alih fungsi lahan yang dilakukan secara membabi-buta sebagai penyebab utama longsor di Desa Pasirlangu. Pernyataan ini patut menjadi alarm keras bagi semua pemangku kepentingan.

Tanaman hortikultura pada umumnya memiliki sistem perakaran dangkal, sehingga kurang efektif menahan struktur tanah, terutama di wilayah dengan kemiringan ekstrem. Sebaliknya, tanaman perkebunan memiliki perakaran lebih dalam dan menyebar, yang mampu meningkatkan daya ikat tanah serta menekan risiko erosi. Meski demikian, harus ditegaskan bahwa penyebab pasti longsor tetap menunggu hasil kajian ilmiah yang komprehensif. Curah hujan tinggi, karakteristik tanah, serta degradasi lingkungan juga berkontribusi signifikan.

Menata ulang peruntukan lahan hortikultura jelas bukan perkara mudah. Diperlukan prasyarat kebijakan yang kuat, konsisten, dan berkelanjutan. Salah satu pertanyaan mendasar yang patut diajukan adalah: apakah Jawa Barat telah memiliki Rencana Besar Pengembangan Hortikultura yang benar-benar dijalankan, bukan sekadar dokumen administratif?

Secara formal, Jawa Barat memang telah memiliki Masterplan Hortikultura 2025–2030 yang dirancang untuk meningkatkan produksi dan kualitas hortikultura. Masterplan ini bertumpu pada beberapa strategi utama, antara lain:

  • Zonasi Komoditas, dengan penetapan kawasan spesifik: kentang, wortel, dan kubis di dataran tinggi; mangga, pisang, dan jambu di wilayah Subang dan Cirebon.

  • Modernisasi Teknologi, melalui pemanfaatan irigasi tetes, drone pertanian, dan digitalisasi rantai pasok.

  • Penguatan Kelembagaan, dengan pemberdayaan kelompok tani, koperasi, dan kemitraan berbasis komunitas.

  • Peran Aktif Pemerintah Daerah, dalam bentuk insentif, pelatihan, serta kolaborasi lintas sektor.

Secara konseptual, masterplan ini menjanjikan. Namun, sebaik apa pun rancangan kebijakan, ia akan lumpuh tanpa dukungan regulasi yang tegas dan penegakan hukum yang konsisten. Di sinilah persoalan klasik muncul.

Indonesia sejatinya telah memiliki beragam regulasi yang mengatur tata ruang dan penggunaan lahan hortikultura, antara lain:

  • PP No. 21 Tahun 2021, yang mengatur zonasi dan penggunaan lahan pertanian untuk menjaga keberlanjutan dan ketersediaan lahan.

  • Permentan No. 18 Tahun 2020, yang mengatur tata ruang lahan pertanian guna meningkatkan efisiensi dan produktivitas.

  • RTRW Provinsi dan Kabupaten/Kota, yang secara eksplisit mengatur peruntukan lahan, termasuk kawasan hortikultura dan konservasi.

Tujuan regulasi-regulasi tersebut jelas: menjaga keseimbangan antara kepentingan produksi pangan, konservasi lingkungan, dan pembangunan. Pertanyaannya sederhana namun menggigit: mengapa pelanggaran tetap dibiarkan terjadi di banyak daerah?

Tragedi longsor di Cisarua, Bandung Barat, yang menewaskan puluhan jiwa, merupakan bukti nyata kegagalan kepatuhan terhadap tata ruang. Penanaman hortikultura di lereng-lereng rawan longsor tanpa penerapan teknik konservasi tanah yang memadai jelas memperbesar risiko bencana.

Kecamatan Padalarang, wilayah lain di Bandung Barat, juga masuk kategori rawan longsor. Topografi perbukitan, curah hujan tinggi, serta tekanan kepadatan penduduk memperparah kerentanan wilayah ini terhadap bencana alam.

Namun, perlu ditegaskan bahwa longsor tidak pernah disebabkan oleh satu faktor tunggal. Curah hujan ekstrem, erosi tanah, degradasi vegetasi penutup, dan kesalahan tata kelola ruang saling berkelindan. Penanaman hortikultura di wilayah rawan memang bukan satu-satunya penyebab, tetapi ia adalah faktor penting yang tidak boleh lagi diabaikan.

Tragedi ini seharusnya menjadi momentum untuk menghentikan kompromi terhadap pelanggaran tata ruang. Sebab, ketika regulasi diabaikan, yang dipertaruhkan bukan sekadar produksi pertanian, melainkan nyawa manusia dan masa depan lingkungan Jawa Barat.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Aktivis, Advokat, Bukan Penyelenggara Negara: Kekeliruan Fatal Ahmad Khozinudin dalam Membaca Hukum

Next Post

Membaca Tubuh Kekuasaan Pasca-Istana: Catatan Medis atas Kondisi Kesehatan Joko Widodo

Ir Entang Sastraatmaja

Ir Entang Sastraatmaja

Related Posts

SuperSense di Indonesia: Ketika Kita Mempercayai Sesuatu yang Tak Terlihat
Feature

SuperSense di Indonesia: Ketika Kita Mempercayai Sesuatu yang Tak Terlihat

May 17, 2026
Politik Medsos, “Gemoy,” dan Jebakan Rot Brain
Feature

Prabowo & Keledai

May 17, 2026
Retorika yang Berulang, Realitas yang Berjalan: Membaca Diksi Pembangunan Prabowo
Feature

Prabowo “Menghancurkan Keuangan Negara dan Melemahkan Demokrasi” (Warning The Economist)

May 17, 2026
Next Post
Membaca Tubuh Kekuasaan Pasca-Istana: Catatan Medis atas Kondisi Kesehatan Joko Widodo

Membaca Tubuh Kekuasaan Pasca-Istana: Catatan Medis atas Kondisi Kesehatan Joko Widodo

Siapakah Jodoh atau Pasangan Hidupmu? – Membaca Takdir, Pilihan, dan Kesadaran Menurut Para Pakar

Siapakah Jodoh atau Pasangan Hidupmu? - Membaca Takdir, Pilihan, dan Kesadaran Menurut Para Pakar

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Putusan MK tentang Presidential Threshold adalah Tragedi Demokrasi
Feature

Film Itu Karya Fiksi, Prof Yusril!

by Karyudi Sutajah Putra
May 15, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Menteri Koordinator Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi...

Read more
Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi

Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi

May 13, 2026
Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

May 13, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
SuperSense di Indonesia: Ketika Kita Mempercayai Sesuatu yang Tak Terlihat

SuperSense di Indonesia: Ketika Kita Mempercayai Sesuatu yang Tak Terlihat

May 17, 2026
Politik Medsos, “Gemoy,” dan Jebakan Rot Brain

Prabowo & Keledai

May 17, 2026
Retorika yang Berulang, Realitas yang Berjalan: Membaca Diksi Pembangunan Prabowo

Prabowo “Menghancurkan Keuangan Negara dan Melemahkan Demokrasi” (Warning The Economist)

May 17, 2026
Apa Kata Roy Suryo Soal Ijazah Jokowi Asli?

Ijazah, Roy Cs, dan Ruang Sidang yang Tak Boleh Menyisakan Tanda Tanya

May 17, 2026
Rempah: Aroma Kejayaan yang Menanti untuk Kembali

Pelaku Industri Diminta Perkuat Ketahanan Hadapi Lonjakan Biaya Produksi

May 17, 2026
Ketika Pencitraan Mengalahkan Kinerja: Demokrasi Sedang Dijebak Efek Elektoral Tipu-Tipu

Ketika Pencitraan Mengalahkan Kinerja: Demokrasi Sedang Dijebak Efek Elektoral Tipu-Tipu

May 17, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

SuperSense di Indonesia: Ketika Kita Mempercayai Sesuatu yang Tak Terlihat

SuperSense di Indonesia: Ketika Kita Mempercayai Sesuatu yang Tak Terlihat

May 17, 2026
Politik Medsos, “Gemoy,” dan Jebakan Rot Brain

Prabowo & Keledai

May 17, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...