• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Hukum Menghunjam Tajam ke Bawah, Tumpul Saat Mengarah ke Atas

Ali Syarief by Ali Syarief
December 23, 2024
in Feature, Law
0
Share on FacebookShare on Twitter

Sistem hukum di Indonesia sering kali menghadirkan paradoks yang sulit dimengerti. Dalam berbagai kasus, hukum menunjukkan keberanian yang luar biasa untuk menghukum pelanggaran kecil, namun kehilangan ketegasan saat menghadapi kejahatan berskala besar. Kasus Nenek Minah yang dihukum karena mencuri kakao seharga Rp 6.000 dan korupsi Rp 300 triliun oleh Harvey Moeis menjadi cerminan nyata dari ketimpangan ini.

Ketimpangan Hukum yang Mencolok

Pada tahun 2009, Nenek Minah, seorang petani tua, didakwa mencuri tiga buah kakao seberat tiga kilogram. Dengan nilai total hanya Rp 6.000, ia dijatuhi hukuman satu bulan 15 hari dengan masa percobaan tiga bulan. Kasus ini menjadi simbol ketegasan hukum terhadap mereka yang lemah dan tak berdaya. Meskipun hukuman percobaan diberikan, proses hukum yang panjang telah menghabiskan waktu dan tenaga seorang rakyat kecil yang sesungguhnya hanya bertahan hidup.

Sebaliknya, Harvey Moeis, seorang koruptor yang merugikan negara sebesar Rp 300 triliun, hanya dijatuhi hukuman 6 tahun 6 bulan penjara. Angka ini mencengangkan, karena kerugian yang ditimbulkannya setara dengan hampir 15% dari APBN Indonesia tahun 2024. Dana sebesar itu seharusnya bisa digunakan untuk membangun infrastruktur, meningkatkan layanan kesehatan, atau menyediakan pendidikan bagi jutaan rakyat. Namun, hukum terlihat begitu lemah dalam menangani pelaku kejahatan luar biasa ini.

Efek Jera yang Dipertanyakan

Ketidakadilan dalam vonis hukuman ini menimbulkan pertanyaan besar: mengapa hukum begitu keras terhadap pelanggaran kecil, tetapi tumpul ketika menghadapi kejahatan besar? Hukuman ringan terhadap korupsi seperti ini tidak hanya melukai rasa keadilan masyarakat, tetapi juga merusak kepercayaan terhadap sistem hukum.

Sementara itu, kecepatan dan ketegasan hukum terhadap kasus kecil seperti yang dialami Nenek Minah justru menciptakan ironi. Apakah hukum hanya tajam untuk yang lemah, tetapi tumpul terhadap yang kuat? Kontras ini semakin memperkuat stigma bahwa hukum di Indonesia tidak berjalan adil dan cenderung berpihak kepada mereka yang memiliki kekuasaan atau pengaruh.

Pidato Presiden dan Kontroversi Pengampunan

Pidato Presiden Prabowo Subianto pada 18 Desember 2024 di Universitas Al-Azhar, Kairo, semakin mempertegas narasi ini. Dalam pidatonya, ia menyampaikan bahwa koruptor yang mengembalikan hasil curiannya bisa diampuni.

“Saya dalam rangka memberi kesempatan, memberi kesempatan untuk tobat. Hei para koruptor atau yang pernah merasa mencuri dari rakyat, kalau kau kembalikan yang kau curi, ya mungkin kita maafkan,” ujarnya. Pernyataan ini menimbulkan kontroversi besar. Meski mungkin dimaksudkan untuk mengembalikan kerugian negara, pendekatan ini justru berpotensi memberikan sinyal bahwa korupsi adalah kejahatan yang bisa dinegosiasikan.

Alih-alih menciptakan efek jera, pengampunan seperti ini malah dianggap melemahkan upaya pemberantasan korupsi. Hal ini semakin menambah jarak antara prinsip hukum yang seharusnya adil dengan realitas yang terjadi di lapangan.

Paradoks Hukum: Tajam ke Bawah, Tumpul ke Atas

Kasus Nenek Minah dan Harvey Moeis adalah dua sisi koin yang menunjukkan bagaimana hukum sering kali tajam saat mengarah ke bawah, tetapi tumpul saat berhadapan dengan mereka yang berada di atas. Ketimpangan ini mencerminkan masalah struktural dalam sistem hukum Indonesia, di mana keadilan sering kali menjadi barang mahal bagi rakyat kecil.

Hukum tidak seharusnya membedakan antara besar atau kecilnya pelaku, melainkan menilai besarnya dampak yang ditimbulkan. Ketika hukum gagal memberikan hukuman yang setimpal terhadap pelaku kejahatan besar seperti korupsi, ia tidak hanya kehilangan integritas, tetapi juga menciptakan ketidakpercayaan yang mendalam di masyarakat.

Kesimpulan

Ketajaman hukum yang hanya menyasar mereka yang lemah dan tumpul terhadap yang berkuasa adalah paradoks yang harus segera diatasi. Reformasi hukum yang adil dan tidak pandang bulu menjadi kebutuhan mendesak. Jika tidak, hukum di Indonesia akan terus kehilangan arah, menjadi alat penindasan bagi yang lemah, dan pelindung bagi yang kuat.

Hukum sejati adalah hukum yang tajam ke semua arah, baik ke bawah maupun ke atas, dengan satu tujuan: menegakkan keadilan yang merata bagi seluruh rakyat tanpa kecuali.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Makin Tinggi Korupsi, Diampuni Prabowo

Next Post

Berbagai Aktivitas Presiden Setelah Pensiun “Ada Yang Ngasuh Cucu Ke Mall”

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Bagaimana Wapres Gibran Menyelesaikan Rupiah yang Terpuruk dan Ekonomi yang Memburuk?
Feature

Bagaimana Wapres Gibran Menyelesaikan Rupiah yang Terpuruk dan Ekonomi yang Memburuk?

June 12, 2026
Papua: Kaya untuk Jakarta, Miskin untuk Orang Papua
Feature

Papua: Kaya untuk Jakarta, Miskin untuk Orang Papua

June 12, 2026
Macet Sampi 19 Kilometer, Hingga Pemudik di Pelabuhan Merak Pingsan
Birokrasi

Negara Jadi Pedagang, Rakyat Jadi Pelanggan: Untuk Apa Kita Memiliki Pemerintah?

June 12, 2026
Next Post
Berbagai Aktivitas Presiden Setelah Pensiun “Ada Yang Ngasuh Cucu Ke Mall”

Berbagai Aktivitas Presiden Setelah Pensiun "Ada Yang Ngasuh Cucu Ke Mall"

Jokowi Menyerah, Produksi Beras Tak Mampu Penuhi Kebutuhan Beras, Indonesia Sulit Hentikan Impor Beras

"KEKUATAN MORAL" BULOG

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Aktivis 98 Kutuk Teror Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Birokrasi

Vonis Kasus Andrie Yunus: Pelanggengan Impunitas dan Remiliterisasi

by Karyudi Sutajah Putra
June 12, 2026
0

Jakarta - FusilatNews.--Pengadilan Militer II-08 Jakarta akhirnya menjatuhkan vonis terhadap empat personel Tentara Nasional Indonesia (TNI) setelah terbukti melakukan penyiraman...

Read more
IPW Desak Propam Polda Metro Jaya Sidangkan Penyidik Polres Depok

IPW Sarankan Judicial Review ke MK Jika Tak Puas dengan UU Polri Baru

June 12, 2026

Siapa SA Anggota DPR RI dari Madura yang Diduga Jual-Beli Titik MBG?

June 9, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Bagaimana Wapres Gibran Menyelesaikan Rupiah yang Terpuruk dan Ekonomi yang Memburuk?

Bagaimana Wapres Gibran Menyelesaikan Rupiah yang Terpuruk dan Ekonomi yang Memburuk?

June 12, 2026
Papua: Kaya untuk Jakarta, Miskin untuk Orang Papua

Papua: Kaya untuk Jakarta, Miskin untuk Orang Papua

June 12, 2026
Menantang Prabowo: Bangsa ‘Besar’ yang Devisanya Terkikis Impor

Gagal Berkali-kali, Ketika Jadi Presiden Gagal Lagi

June 12, 2026
Macet Sampi 19 Kilometer, Hingga Pemudik di Pelabuhan Merak Pingsan

Negara Jadi Pedagang, Rakyat Jadi Pelanggan: Untuk Apa Kita Memiliki Pemerintah?

June 12, 2026
Per 1 September 2023 Pertamina Naikkan Semua Harga BBM Non Subsidi

Kenaikan BBM dan Momentum Kerakusan

June 12, 2026

REVOLUSI KEDUA DAN UJIAN MORAL PARA VETERAN

June 12, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Bagaimana Wapres Gibran Menyelesaikan Rupiah yang Terpuruk dan Ekonomi yang Memburuk?

Bagaimana Wapres Gibran Menyelesaikan Rupiah yang Terpuruk dan Ekonomi yang Memburuk?

June 12, 2026
Papua: Kaya untuk Jakarta, Miskin untuk Orang Papua

Papua: Kaya untuk Jakarta, Miskin untuk Orang Papua

June 12, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...