FusilatNews – Rismon Sianipar, pakar forensik yang dikenal teliti dalam mengurai jejak-jejak keaslian dokumen, mengawali penelitiannya terhadap skripsi sarjana Joko Widodo dengan satu harapan sederhana: semoga temuannya keliru. Ia bahkan membayangkan, dalam benaknya, sebuah permintaan maaf terbuka kepada Presiden: sebuah pengakuan ksatria bahwa kekhawatirannya selama ini tak berdasar.
Namun takdir berpihak lain.
Setelah diberi kesempatan masuk ke perpustakaan untuk mengakses skripsi tersebut, Rismon Sianipar mencatat berbagai kejanggalan: mulai dari perbedaan font huruf, halaman tanda persetujuan dosen pembimbing, hingga ketidakwajaran struktur akademiknya. Setelah beberapa saat menyigi setiap detail itu, ia sampai pada sebuah kesimpulan getir: skripsi Jokowi diduga kuat palsu. Dan bila skripsinya palsu, dengan sendirinya ijazah Sarjana Kehutanan yang selama ini menjadi landasan akademis Jokowi pun patut diragukan keasliannya.
Alih-alih gentar, Rismon justru menyambut kabar bahwa dirinya—bersama rekan-rekan pengkritik lainnya—akan dituntut secara hukum oleh Presiden atas dugaan membuat keonaran. Ia menganggapnya sebagai anugerah. Karena inilah peluang yang selama ini ia tunggu: bertarung di hadapan hakim, menghadirkan bukti-bukti, dan memaksa Jokowi, lewat perintah resmi pengadilan, untuk menyerahkan dokumen asli ijazahnya. Sesuatu yang selama bertahun-tahun nyaris mustahil diminta dalam ruang publik yang dikekang.
Di mata Rismon, ancaman hukum bukanlah akhir, melainkan justru pintu masuk menuju pembuktian. Ia percaya, dalam ruang sidang yang terbuka, segala kabut bisa dibelah. Kebenaran tak bisa terus bersembunyi di balik slogan, popularitas, atau kekuasaan.
Dan mungkin, untuk pertama kalinya, rakyat akan melihat sendiri: apakah yang mereka pilih dua kali sebagai presiden benar-benar seorang sarjana, atau sekadar legenda buatan sebuah rezim.
Rismon Sianipar, yang semula berharap bisa mundur dengan tenang, kini justru maju dengan tegap. Dalam peradilan yang ia harapkan jujur, ia yakin: kebenaran pada akhirnya tak bisa dipalsukan.


























