• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Crime

Ijazah Jokowi Hilang, Bareskrim Jadi Tameng? Drama Hukum yang Dipertontonkan Kekuasaan

Damai Hari Lubis - Mujahid 212 by Damai Hari Lubis - Mujahid 212
June 4, 2025
in Crime, Feature
0
“Pemerintah Sontoloyo”: Ketika Aparat Membungkam Kebenaran dan Menista Hukum demi Lindungi Kebohongan
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh Damai Hari Lubis-Pengamat KUHP dan Politik Hukum


Ketika Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku kehilangan ijazah aslinya, publik tidak hanya mengernyitkan dahi, tapi juga mempertanyakan integritas seluruh sistem hukum yang seolah-olah ikut melindungi narasi tersebut. Pernyataan tersebut muncul tepat setelah Bareskrim Polri mengumumkan hasil uji laboratorium forensik (Labfor) yang menyatakan bahwa ijazah S-1 Jokowi identik dengan yang asli.

Namun, yang menjadi tanda tanya besar adalah: bagaimana bisa Bareskrim menyatakan ijazah itu asli, sementara sang pemilik justru mengaku ijazah aslinya hilang? Apa yang diuji sebenarnya? Di sinilah letak keganjilan hukum yang membuka ruang kecurigaan terhadap rekayasa kekuasaan.

Proses Hukum atau Sandiwara Politik?

Laporan dugaan penggunaan ijazah palsu oleh Jokowi, yang diajukan oleh TPUA (Tim Pembela Ulama dan Aktivis), sejatinya merupakan upaya hukum murni, sebagaimana diatur dalam sistem peradilan pidana Indonesia. Namun dalam pelaksanaannya, investigasi oleh penyidik Bareskrim Polri justru sarat dengan aroma intervensi politik. Indikasi penyimpangan terhadap KUHAP—kitab suci sistem peradilan pidana Indonesia—muncul sejak awal proses. Banyak langkah penyidik yang tak mengindahkan prosedur formal, sehingga membuat publik ragu akan hasil akhirnya.

Sementara laporan balik oleh Jokowi terhadap anggota TPUA, seperti Dr. Roy Suryo, Prof. Eggi Sudjana, dr. Tifauzia Tyassuma, dan Kurnia Tri Royani, SH, justru diproses dengan sangat cepat. Kontras ini memperkuat dugaan bahwa hukum tidak sedang berjalan secara netral, melainkan sedang digunakan sebagai alat kekuasaan untuk membungkam kritik dan perlawanan sipil.

Kebenaran vs Kekuasaan

Setelah Bareskrim mengumumkan bahwa ijazah Jokowi “identik dengan yang asli”, bukan legitimasi yang tumbuh, melainkan skeptisisme. Publik kian ragu, bahkan banyak yang meyakini bahwa pernyataan tersebut hanyalah pelindung kekuasaan. Survei dan polling di berbagai media sosial menunjukkan bahwa mayoritas masyarakat tetap meragukan keabsahan ijazah Jokowi.

Pakar IT seperti Roy Suryo dan Dr. Rismon Sianipar justru telah melakukan analisis forensik digital sendiri dan menemukan bahwa hasil Labfor Bareskrim berbanding terbalik 180 derajat dengan temuan mereka. Dalam sistem hukum, pembelaan semacam ini sah dan dijamin oleh KUHAP. Dan jika perkara ini tetap dilanjutkan ke tahap penyidikan dan pengadilan, maka para terdakwa dari TPUA berhak menghadirkan saksi ahli dan bukti tandingan yang sah menurut hukum.

Risiko Bumerang bagi Penegak Hukum

Apabila pihak penyidik tetap memaksakan peningkatan status dari penyelidikan ke penyidikan terhadap Roy cs, maka mereka harus bersiap menghadapi konsekuensi hukum yang tak ringan. Sebab, ketika data dan bukti dihadapkan di pengadilan, dan hasil uji lab yang diumumkan Bareskrim terbukti cacat metodologi, maka kredibilitas institusi penegak hukum akan runtuh. Ini bukan sekadar soal ijazah, tapi soal akuntabilitas negara.

Yang lebih ironis lagi, Jokowi justru mengaku bahwa ijazah aslinya hilang, dan hanya menunjukkan surat kehilangan yang tak dilaporkan ke kepolisian. Padahal, dalam perkara hukum yang menjadikan dokumen itu sebagai pokok permasalahan, barang bukti harus berada dalam penguasaan penyidik dan dapat diperiksa secara objektif. Pernyataan kehilangan justru menjadi tameng, bukan klarifikasi.

Prediksi Politik: Kasus Bisa Mandek atau Dipaksakan

Dari perspektif politik kekuasaan, bukan tidak mungkin kasus ini tidak dilanjutkan. Mengendapnya kasus, atau bahkan dihentikannya penyidikan tanpa penjelasan yang masuk akal, bisa saja menjadi skenario yang dipilih demi meredam gejolak. Namun jika tetap dipaksakan naik ke pengadilan, masyarakat tidak perlu terkejut bila prosesnya berlangsung ganjil, karena sejak awal substansi hukumnya sudah dibayangi oleh konflik kepentingan.

Yang jelas, perkembangan kasus ini tak hanya akan menguji keabsahan ijazah Jokowi, tetapi juga menjadi cermin sejauh mana penegakan hukum masih bisa dipercaya di era demokrasi yang semakin terkikis oleh kepentingan elite.

Penutup:

Dalam negara hukum yang sehat, integritas dan transparansi menjadi landasan. Namun ketika ijazah seorang Presiden dipertanyakan dan lembaga hukum justru berlindung di balik pengakuan kehilangan, maka bukan hanya keabsahan dokumen yang diragukan, tapi juga keabsahan moral pemerintahan itu sendiri.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

ASET NEGARA DIJUAL SENYAP          

Next Post

Prabowo Undang Megawati & Jenderal Tri Sutrisno — Isyarat Politik ‘Kencingi Kepala Jokowi?’

Damai Hari Lubis - Mujahid 212

Damai Hari Lubis - Mujahid 212

Related Posts

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral
Crime

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing
Birokrasi

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.
Feature

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Next Post
Prabowo Undang Megawati & Jenderal Tri Sutrisno — Isyarat Politik ‘Kencingi Kepala Jokowi?’

Prabowo Undang Megawati & Jenderal Tri Sutrisno — Isyarat Politik ‘Kencingi Kepala Jokowi?’

Idul Adha di Negeri Para Bedebah

Menghidupkan Makna Kurban di Tengah Dunia yang Bising

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”
Crime

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

by Karyudi Sutajah Putra
April 15, 2026
0

Jakarta--FusilatNews - Kasus kekerasan seksual yang terjadi di Universitas Indonesia (UI) serta ekspresi misoginis dan seksis yang mengarah pada normalisasi...

Read more
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

April 11, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...