Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan dan Survei Indonesia (KSI)
Jakarta – Luhut Binsar Pandjaitan sepertinya punya ilmu seribu bayangan laiknya Rahwana, Raja Alengka yang sakti mandraguna. Di mana-mana ada bayangan Ketua Dewan Ekonomi Nasional (KEN) itu.
Teranyar, bayangan Luhut tercermin dari sang adik, Nurmala Kartini Pandjaitan Sjahrir, seorang antropolog, yang disebut diajukan Presiden Prabowo Subianto sebagai calon duta besar Indonesia untuk Jepang dan kini sedang menjalani fit and proper test di Komisi I DPR RI.
Sebelumnya, anak dari Nurmala Sjahrir, yang juga keponakan Luhut, Pandu Sjahrir diangkat Prabowo menjadi Chief Investment Officer (CIO) Danantara. Ada bayangan Luhut di sana.
Sebelumnya lagi, menantu Luhut, Jenderal Maruli Pandjaitan diangkat Presiden ke-7 RI Joko Widodo sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD), dan tetap menjadi KSAD di era Prabowo ini. Pun ada bayangan Luhut di sana.
Jadi, meskipun rezim sudah berganti dari Jokowi ke Prabowo, bahkan dari era Orde Baru ke era Reformasi, bayangan Luhut tetap ada di pemerintahan.
Di era Jokowi, Luhut bahkan pernah menduduki beberapa jabatan strategis. Terakhir sebagai Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi.
Di era Orde Baru, jabatan Luhut di TNI sudah moncer. Gerakan Reformasi 1998 yang berhasil menumbangkan Presiden Soeharto dan rezim Orde Baru ternyata tidak menyurutkan peran Luhut meskipun ia berlatar tentara.
Bahkan di era Reformasi jabatannya makin moncer saja, mulai dari menjadi Duta Besar RI untuk Singapura (1999-2000),
Menteri Perindustrian dan Perdagangan (2000-2001), Kepala Staf Kepresidenan (2014-2015), Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (2015-2016),
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman (2016-2019), dan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (2019-2024).
Di era Jokowi pula, Luhut dapat julukan sebagai menteri segala menteri karena saking dipercayanya dia oleh Jokowi. Setiap ada urusan penting dan genting, Luhut-lah yang tampil ke depan. Ia rela pasang badan buat Jokowi.
Lantas, bagaimana dengan di era Prabowo ini? Bayangan Luhut ternyata ada di mana-mana. Belum lagi gurita bisnisnya.
Jika Nurmala Kartini Sjahrir, yang merupakan istri dari mendiang ekonom Sjahrir, lolos sebagai Dubes RI untuk Jepang, maka ia akan mengikuti jejak sang kakak, Luhut Binsar Pandjaitan yang pernah menjadi Dubes RI untuk Singapura di awal era Reformasi.
Artinya, Luhut mungkin benar-benar punya ilmu seribu bayangan. Ia seperti Rahwana, Raja Alengka yang sakti mandraguna dan punya seribu bayangan pula.


























