Dr. Susilawati Saras, SE.,MM,.MA,.M,han – Pemerhati lingkungan politik dan pertahanan negara.
Setelah menghadapi berbagai dinamika seperti tensi politik nasional yang selalu tinggi di era pemerintahan saat ini, kemudian serangan pandemi Covid-19 yang masih menghinggapi masyarakat Indonesia, ditambah kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) belakangan ini otomatis berpengaruh pada kenaikan harga kebutuhan hidup lainnya dan menimbulkan gejolak kemarahan rakyat, terjadinya tragedi kemanusiaan pada liga persepakbolaan di Malang yang merenggut ratusan korban jiwa anak bangsa melayang, menjadikan situasi nasional sangat riskan, dikhawatirkan dapat melemahkan stabilitas kehidupan bangsa Indonesia.
Situasi yang amat melelahkan bagi rakyat Indonesia dalam menjalani rutinitas kehidupan nasional yang terus gaduh, menjadikan sulit berfokus pada tujuan mewujudkan kesejahteraan hidup yang diharapkan. Untuk itu dibutuhkan pemimpin yang dapat mengendalikan situasi demikian, dengan cara bukan semata berfokus pada fungsi “menindak” saat sesuatu tak terduga muncul dan berakibat buruk bagi kesehatan dan keselamatan hidup, tetapi yang paling utama adalah pada fungsi “pencegahan” agar hal-hal yang mengganggu, merugikan dan membahayakan kehidupan rakyat Indonesia tidak terjadi.
Inilah cara pandang pemimpin yang sangat bernilai yang dibutuhkan oleh bangsa Indonesia, untuk dapat menjalankan sebuah pemerintahan agar proses penyelenggaraan negara yang baik dan diharapkan mampu mengendalikan keadaan berdampak stabilitas negara kuat.
Dengan stabilitas yang kuat maka terjamin seluruh sektor kehidupan, yang berarti setiap warga negara percaya dan yakin dapat menekuni bidang kerja masing-masing dengan tenang dan produktif. Tidak ingin membenturkan perbedaan di antara sesama anak bangsa, karena fungsi pemerintahan atau negara adalah mendidik rakyatnya dengan memajukan kebudayaan nasional yang menjadi dasar kehidupan yang terkandung dalam nilai Pancasila.
Maka dari itu saatnya Indonesia menghadirkan kepemimpinan nasional (Presiden) yang kuat (peduli dan berani) serta mengayomi rakyat dengan perhatian yang sama besarnya. Kepemimpinan muda yang patuh terhadap aturan konstitusi dalam menjalankan seluruh kebijakan agar tujuan yang hendak dicapai efektif dan tidak melenceng. Pemimpin berjiwa Pancasila yang sangat kental dengan nilai-nilai Pancasila seperti Anies Baswedan (AB) dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Dua pemimpin muda yang lahir dan besar dari lingkungan yang harmoni dan terdidik baik telah membentuk pola pikir, ucap dan sikap yang positif serta bertanggung jawab. Orientasi pikir yang selalu mengarah pada solusi secara cepat dan tepat, tapi bukan mempersoalkan permasalahan yang muncul sehingga terus berputar di pusaran permasalahan dan melelahkan serta memunculkan masalah baru.
Jika sebuah pemerintahan dijalankan dengan kepemimpinan yang kuat dan dipercaya akan menciptakan lingkungan yang berkualitas, karena setiap orang dijaga dan dilindungi sesuai haknya sebagai warga negara.
Pemimpin muda yang selama ini terus mengikuti dinamika nasional, mengamati serta memberikan solusi dengan kebijakan yang humanis. Bangsa Indonesia harus bangga dengan lahirnya dua tokoh pemimpin muda nasional tersebut, kehadiran mereka menjadi harapan bangsa Indonesia ke depan dengan kehidupan yang terjamin stabilitasnya.
Berpadunya kekuatan latar belakang masing-masing tokoh muda tersebut menjadikan lengkap cara pandang secara paripurna dengan latar akademik, politisi, militer, harapannya setiap persoalan yang dihadapi dapat terselesaikan dengan baik tanpa hiruk pikuk. Kepemimpinan yang transparan, arahnya jelas, berorientasi pada kekuatan sumber daya nasional diberdayakan sehingga semua berjalan linier dan dapat meminimalisir dampak buruk.
Kepemimpinan yang memberi rasa aman akan melahirkan pemimpin-pemimpin baru yang lebih tangguh pada level dan ruang lainnya menjadikan kekuatan yang maksimal bagi sebuah pemerintahan.
Terpenting dari semua itu pemerintahan bekerja dengan hening tapi perubahan ke arah lebih baik sudah terjadi tanpa harus memunculkan gejolak rakyat. Di sini tantangan bagi pemimpin muda dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dalam mengemban amanah rakyat. Semoga kehadiran kedua tokoh muda ini dalam kompetisi demokrasi di tahun 2024 memberi warna yang lebih cerah bagi kehidupan bangsa Indonesia ke depan.
Ekonomi tumbuh dengan baik, rakyat hidup sejahtera, lingkungan sosial aman dan nyaman, tensi politik nasional terkendali dengan memunculkan kesadaran diri untuk membangun pola pikir yang lebih terbuka bagi setiap warga bangsa, bahwa berbeda itu bukan musuh yang harus dilenyapkan tapi justru menumbuhkan warna warni baru yang mengkayakan.
Kerjasama dengan negara-negara lain di dunia terjalin luas dan erat, semua ini menjadikan sumber kehidupan yang harus dibangun oleh seluruh anak bangsa sesuai amanah konstitusi, yang sudah disepakati oleh bangsa Indonesia utama bagi pemimpin.
Dengan sikap tertib dan patuh terhadap aturan yang ada sebenarnya tidak ada masalah krusial yang dihadapi oleh bangsa Indonesia, jika hal mendasar ini dijalankan dengan komitmen yang kuat maka kehidupan nasional sudah sampai pada tujuannya. Hanya tinggal menjalankan saja tidak perlu repot harus menciptakan sesuatu yang di luar kemampuan yang bukan karakter bangsa Indonesia dan menjadi rumit.
Bangsa Indonesia yang mendiami wilayah dengan iklim alam tropis cenderung manja sehingga tidak gigih untuk mengekplorasi peluang yang begitu banyak tersedia untuk dijadikan sebuah karya atau kreatifitas yang membanggakan, ini menjadi satu tantangan tersendiri bagi bangsa Indonesia.
Semoga kepemimpinan AB – AHY ke depan jika Allah meridhoi, kehidupan bangsa Indonesia sudah lebih kondusif dan mampu memotivasi seluruh anak bangsa menjadi pribadi tangguh dan tidak mudah mengeluh dalam menghadapi dinamika kehidupan yang begitu dinamis di era modern. Setiap kita adalah pemimpin, pemimpin bagi diri untuk dapat mengatur dan mengelola kehidupan menjadi pribadi yang beradab sebagaimana tercipta sebagai manusia berakal yang membedakan dengan makhluk hidup lainnya.
Tulisan ini hanya ingin membukakan wawasan kita dalam melihat dan memilih pemimpin yang menjadi imam dalam kehidupan nasional di ruang demokrasi. Kualitas sebuah kehidupan sosial berbangsa dapat dirasakan dari bagaimana pola dan sikap pemimpin dalam menjalankan kepemimpinannya. Dalam ruang demokrasi tidak berlaku lagi pola yang saling menyakiti sesama anak bangsa hanya karena berbeda pandang politik, selama dalam alur konstitusi kita semua adalah pahlawan yang menjadikan kehidupan rakyat Indonesia selamat dan bahagia.
Jakarta, 8 Oktober 2022


























