Bandung-Fusilatnews.–Sejumlah ahli nuklir Rusia dari ROSATOM State Atomic Energy Corporation telah melakukan kunjungan ke Indonesia pada 4-8 Maret yang lalu. Kedutaan Besar Rusia di Indonesia mengkonfirmasi bahwa para ahli tersebut menghadiri sebuah seminar yang diselenggarakan oleh Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Badan Riset dan Inovasi Nasional Indonesia (BRIN).
Menurut Kedubes Rusia di Indonesia, seminar tersebut membahas teknologi modern dalam pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) skala kecil. Para narasumber dari ROSATOM berbagi pengalaman mereka dalam mengoperasikan reaktor modular kecil dan teknologi nuklir lainnya yang menjanjikan.
Anna Belokoneva, perwakilan ROSATOM di Indonesia, menyatakan bahwa para ahli Indonesia juga telah menyampaikan rencana mereka untuk memulai pembangunan PLTN pertama pada tahun 2032 mendatang. Belokoneva menambahkan bahwa ROSATOM siap untuk bekerja sama dengan Indonesia dalam semua aspek yang mereka tawarkan, yakin bahwa teknologi ROSATOM, termasuk PLTN skala kecil, dapat menjadi pilihan yang baik untuk memperluas sumber energi Indonesia.
Pada bulan November tahun lalu, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Indonesia mengumumkan rencana pengembangan PLTN. Mereka menargetkan PLTN akan dikomersialkan pada tahun 2032 sebagai upaya untuk meningkatkan keandalan sistem tenaga listrik.
“Pengembangan tenaga nuklir direncanakan menjadi komersial pada 2032 untuk meningkatkan keandalan sistem tenaga listrik,” kata Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Jisman Parada Hutajulu, dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi VII DPR RI di Jakarta Pusat, Kamis (16/11).
Kunjungan para ahli nuklir Rusia ke Indonesia dan rencana pengembangan PLTN menunjukkan langkah besar Indonesia dalam mempercepat diversifikasi energi dan memanfaatkan teknologi nuklir untuk memenuhi kebutuhan listrik negara.

























