• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Indonesia Menyerah pada Tekanan Trump: Mengulang Trauma Soeharto 1998 demi Hindari Chaos Ekonomi?

fusilat by fusilat
March 10, 2026
in Feature, Politik
0
Indonesia Menyerah pada Tekanan Trump: Mengulang Trauma Soeharto 1998 demi Hindari Chaos Ekonomi?
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Malika Dwi Ana
10 Maret 2026

Sejarah Indonesia seolah berulang dengan ironi yang paling menyakitkan. Prabowo Subianto—presiden yang dulu mengkritik ketergantungan asing dalam buku Paradoks Indonesia—kini menandatangani Agreement on Reciprocal Trade (ART) dengan Donald Trump pada 19 Februari 2026. Kesepakatan ini bukan kemenangan diplomasi, melainkan penyerahan total di bawah tekanan ekonomi yang sangat familiar: penguatan dolar AS, ancaman rupiah anjlok, kebangkrutan konglomerat, kekacauan ekonomi, dan potensi chaos politik yang bisa menggoyang kedudukannya.

Bayangkan skenario yang nyaris identik dengan 1998. Saat itu, Michel Camdessus (Direktur Pelaksana IMF) memegang kunci bantuan US$43 miliar untuk menyelamatkan rupiah yang terjun bebas dari Rp2.500 menjadi Rp16.000 per dolar. Soeharto “menyerah” pada paket reformasi IMF—penutupan bank, kenaikan suku bunga ekstrem, pemotongan subsidi—tapi akhirnya reformasi itu memicu kerusuhan Mei 1998 dan pengunduran dirinya. Prabowo, yang tumbuh di lingkungan kekuasaan era itu, pasti paham betul: ancaman ekonomi dari superpower bukan main-main. Trump, dengan gaya “America First” yang arogan, mengancam tarif ekspor Indonesia naik hingga 32%. Dampaknya bisa sama: rupiah anjlok, impor mahal, inflasi meledak, konglomerat lokal (terutama yang bergantung ekspor ke AS) bangkrut massal, demo jalanan membara, sayap kanan radikal dan kiri anti-kapitalis masuk arena, negara chaos total.

Prabowo takut mengalami nasib serupa. Maka ART buru-buru diteken di bawah bayang-bayang itu. Indonesia menggadaikan kedaulatan dengan harga yang sangat murah:
– Impor energi AS senilai US$15 miliar per tahun (LPG, minyak mentah, BBM)—padahal produksi domestik (Chevron, ExxonMobil, ConocoPhillips) masih ada.
– Perpanjangan kontrak Freeport-McMoRan hingga tahun 2061 (dari tahun 2041).
– Negosiasi bagi hasil ExxonMobil lebih “ramah investor” (mendekati 55-45 dari semula 85-15).
– Transfer data lintas batas bebas hambatan, moratorium pajak digital, kompromi regulasi halal, dan pembatasan produksi smelter nikel/tembaga agar tidak mengganggu kepentingan AS.

Semua itu demi diskon tarif 19% yang bahkan masih kalah kompetitif dibanding Vietnam atau Malaysia. Prabowo lebih memilih terburu-buru “menyerah,” dan beredar narasi spekulatif bahwa ia berhutang atas jabatan presidennya. Ibarat “dahulu dibantu, bayarnya kemudian”—tapi bayarnya menggunakan masa depan anak cucu. Ekonomi mungkin aman jangka pendek (menghindari inflasi akut dan konglomerat tidak bangkrut), namun jangka panjangnya: ketergantungan energi meningkat, petani lokal mati pelan-pelan, kedaulatan data hilang, dan pintu chaos terbuka lebar jika AS atau China memainkan kartu mereka lagi.

Apa yang tersirat? Tekanan ekonomi dari superpower bukan lagi ancaman kosong—itu senjata ampuh untuk memaksa negara berkembang tunduk tanpa perlu tembakan dan kekuatan militer. Krisis 1998 sudah membuktikan: Soeharto “menyerah” demi bantuan IMF, tapi akhirnya reformasi datang dan dia pun mengundurkan diri. Prabowo tampaknya mengulangi pola yang sama: takut rupiah anjlok, takut kedudukannya goyah, takut konglomerat jatuh miskin, dan takut chaos seperti 1998. Maka ia memilih “bayar ijon” dengan menyerahkan substansi kedaulatan demi stabilitas sementara.

Ini bukan diplomasi cerdas—ini capitulation murahan. Prabowo yang dulu mengkritik sistem ketergantungan asing, sekarang justru memperdalam sistem itu dengan cara paling brutal. Jika benar takut kekuasaannya goyah seperti Soeharto, kenapa tidak membangun kemandirian terlebih dulu daripada menjual murah aset strategis? Atau jangan-jangan ancaman itu hanya alasan untuk menutupi ijon politik dan komisi elite?

Pertanggungjawaban pemimpin sekarang? Mungkin hanya senyum di foto jabat tangan, sambil berharap chaos tidak datang sebelum masa jabatan habis. Tapi sejarah 1998 mengajarkan satu hal: tekanan ekonomi asing itu bukanlah akhir, melainkan awal dari kehancuran yang lebih besar. Prabowo, takut di-Soeharto-kan kah? Atau takut di-98-kan kah?

Malika Dwi Ana
10 Maret 2026

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Mahfud MD: Pilkada Bisa Digelar Langsung atau Lewat DPRD Berdasarkan Putusan MK

Next Post

Dinas Kebudayaan DKI Tak Keluarkan Izin Bongkar Bangunan Cagar Budaya Teuku Umar 2

fusilat

fusilat

Related Posts

Prabowo Copot Kepala BGN Dadan Hindayana, Naniek Deyang Penggantinya
Feature

Teka-teki Mundurnya Nanik S Deyang

July 22, 2026
Feature

 Ketika Tata Kelola Menjadi Benteng Kepercayaan (Perspektif GRC, COSO ERM, dan GIAS 2024 dalam Menjaga Marwah Lembaga Penegak Hukum)

July 22, 2026
Dari Koramil Menteng ke Tukang Tagih Pajak
Birokrasi

Dari Koramil Menteng ke Tukang Tagih Pajak

July 22, 2026
Next Post
Dinas Kebudayaan DKI Tak Keluarkan Izin Bongkar Bangunan Cagar Budaya Teuku Umar 2

Dinas Kebudayaan DKI Tak Keluarkan Izin Bongkar Bangunan Cagar Budaya Teuku Umar 2

Setara Institute: Pelanggaran Kebebasan Beragama di Indonesia Masih Tinggi pada 2025

Setara Institute: Pelanggaran Kebebasan Beragama di Indonesia Masih Tinggi pada 2025

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?
Feature

Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

by Karyudi Sutajah Putra
July 11, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Calon Pimpinan KPK 2019-2024 Jakarta - Akhirnya, Febrie Adriansyah berhasil diamputasi. Jaksa Agung Muda Bidang Tindak...

Read more
AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

July 10, 2026
Geng Trunojoyo Vs Geng Gedung Bundar, Siapa Menang?

Geng Trunojoyo Vs Geng Gedung Bundar, Siapa Menang?

July 9, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Prabowo Copot Kepala BGN Dadan Hindayana, Naniek Deyang Penggantinya

Teka-teki Mundurnya Nanik S Deyang

July 22, 2026
Mengapa Kepala BGN Nanik S. Deyang Mundur?

Mengapa Kepala BGN Nanik S. Deyang Mundur?

July 22, 2026

 Ketika Tata Kelola Menjadi Benteng Kepercayaan (Perspektif GRC, COSO ERM, dan GIAS 2024 dalam Menjaga Marwah Lembaga Penegak Hukum)

July 22, 2026
Dari Koramil Menteng ke Tukang Tagih Pajak

Dari Koramil Menteng ke Tukang Tagih Pajak

July 22, 2026
Amnesty International: Pembangunan Era Jokowi Semu dan Elitis

Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Babinsa “Polisi Pajak”, Kepatuhan Warga Tak Boleh Dibangun dengan Rasa Takut

July 22, 2026
Ocean Institute of Indonesia Resmi Berdiri, KKP Satukan 11 Kampus Vokasi Cetak SDM Kelautan Berdaya Saing Global

Ocean Institute of Indonesia Resmi Berdiri, KKP Satukan 11 Kampus Vokasi Cetak SDM Kelautan Berdaya Saing Global

July 21, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Prabowo Copot Kepala BGN Dadan Hindayana, Naniek Deyang Penggantinya

Teka-teki Mundurnya Nanik S Deyang

July 22, 2026
Mengapa Kepala BGN Nanik S. Deyang Mundur?

Mengapa Kepala BGN Nanik S. Deyang Mundur?

July 22, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...