• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home News Komunitas

Setara Institute: Pelanggaran Kebebasan Beragama di Indonesia Masih Tinggi pada 2025

Karyudi Sutajah Putra by Karyudi Sutajah Putra
March 11, 2026
in Komunitas, News, Pojok KSP
0
Setara Institute: Pelanggaran Kebebasan Beragama di Indonesia Masih Tinggi pada 2025
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta – FusilatNews – Kondisi kebebasan beragama dan berkeyakinan (KBB) di Indonesia sepanjang 2025 dinilai belum menunjukkan perbaikan yang berarti. Setara Institute mencatat masih berulangnya pola pelanggaran yang sama seperti tahun-tahun sebelumnya.

Direktur Eksekutif Setara Institute Halili Hasan mengatakan, negara dinilai belum menunjukkan komitmen yang kuat untuk menjaga toleransi dan melindungi hak kebebasan beragama bagi seluruh warga negara.

“Hal ini menjadi bukti bahwa negara melalui pemerintah belum sungguh-sungguh berkomitmen menjaga stabilitas nasional melalui pemeliharaan toleransi antarumat beragama,” kata Halili dalam paparan laporan bertajuk “Reorientasi Kebijakan dan Tindakan Negara” di Jakarta, Selasa (10/3/2026).

Dalam laporan KBB 2025, Setara Institute mencatat 221 peristiwa pelanggaran dengan 331 tindakan pelanggaran. Angka ini memang menurun dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 260 peristiwa dengan 402 tindakan.

Namun, Setara menilai penurunan tersebut belum mencerminkan perbaikan kualitas perlindungan terhadap kebebasan beragama.

Dari total tindakan pelanggaran yang terjadi sepanjang 2025, 128 tindakan dilakukan oleh aktor negara, sementara 197 tindakan dilakukan oleh aktor non-negara.

Menurut Halili, tingginya pelanggaran KBB dalam beberapa tahun terakhir tidak terlepas dari masih bertahannya regulasi yang bersifat diskriminatif terhadap kelompok minoritas agama.

Regulasi tersebut, kata dia, sering menyasar kelompok seperti umat Kristen, Katolik, dan Jemaat Ahmadiyah, sehingga membatasi ruang mereka dalam menjalankan ajaran dan ritus keagamaannya.

“Regulasi yang ada bahkan kerap menjadi legitimasi bagi kelompok intoleran untuk melakukan tindakan diskriminatif,” ujarnya.

Tiga Sorotan Pelanggaran

Dalam laporan tersebut, Setara Institute menyoroti tiga tren utama pelanggaran KBB sepanjang 2025.

Pertama, meningkatnya kontribusi pelanggaran oleh aktor non-negara. Kondisi ini menunjukkan bahwa praktik intoleransi tidak hanya bersumber dari kebijakan struktural negara, tetapi juga telah menguat di tingkat masyarakat.

Peneliti HAM dan Reformasi Sektor Keamanan Setara Institute Ikhsan Yosarie mengatakan tindakan yang dilakukan aktor non-negara memiliki spektrum luas, mulai dari sikap intoleransi hingga kekerasan.

Ia mencontohkan pembubaran paksa kegiatan retret di Cidahu, Kabupaten Sukabumi, serta penyerangan rumah doa umat Kristen di Padang Sarai, Sumatera Barat, sebagai bentuk nyata praktik intoleransi di masyarakat.

“Kedua peristiwa itu menunjukkan bagaimana intoleransi telah terinternalisasi dalam kehidupan sosial,” katanya.

Sorotan kedua adalah masih berlangsungnya diskriminasi terhadap Jemaat Ahmadiyah. Sepanjang 2025, Setara mencatat 12 kasus pelanggaran terhadap Ahmadiyah, meningkat dari 8 kasus pada 2024.

Kasus yang muncul antara lain terkait penyelenggaraan Jalsah Salanah di sejumlah daerah serta pembatalan kegiatan bedah buku tentang Ahmadiyah.

“Kasus-kasus ini menunjukkan bahwa restriksi terhadap Jemaat Ahmadiyah terus berulang dan terjadi di berbagai wilayah,” ujar Ikhsan.

Sorotan ketiga adalah masih tingginya pelanggaran terhadap umat Kristen dan Katolik. Meski jumlahnya sedikit menurun, kedua kelompok ini tetap menjadi korban terbanyak tindakan intoleransi sepanjang 2025.

Menurut Setara, kondisi ini menunjukkan bahwa persoalan yang dihadapi umat Kristen dan Katolik bukan sekadar insidental, melainkan memiliki akar persoalan yang bersifat struktural.

Korban Pelanggaran

Sepanjang 2025, Setara Institute mencatat 239 korban pelanggaran KBB di Indonesia.

Umat Kristen dan Katolik menjadi kelompok dengan jumlah korban terbanyak, yakni 61 korban. Selanjutnya warga masyarakat umum (41 korban), individu (34 korban), dan pelaku usaha (32 korban).

Sementara itu, umat Islam tercatat 15 korban, Ahmadiyah 12 korban, serta tokoh agama 10 korban.

Peneliti Kebebasan Beragama/Berkeyakinan Setara Institute Harkirtan Kaur mengatakan pelanggaran KBB kini tidak hanya berdampak pada kelompok agama tertentu, tetapi juga masyarakat secara luas.

“Pelanggaran KBB bahkan berdampak pada sektor ekonomi, di mana pelaku usaha turut mengalami kerugian akibat tekanan sosial maupun kebijakan diskriminatif,” ujarnya.

Menurutnya, spektrum pelanggaran KBB saat ini telah meluas dari ranah privat ke ranah sosial dan ekonomi.

Rekomendasi

Berdasarkan temuan tersebut, Setara Institute menyampaikan sejumlah rekomendasi kepada pemerintah.

Pertama, Presiden Prabowo Subianto diminta menunjukkan kepemimpinan yang tegas dalam menjamin kebebasan beragama sesuai amanat UUD 1945.

Kedua, pemerintah didorong mempercepat penyusunan Rancangan Peraturan Presiden tentang Pemeliharaan Kerukunan Umat Beragama (PKUB) sebagai pengganti PBM 2006, dengan memastikan substansinya memperkuat jaminan hak kelompok minoritas.

Ketiga, pemerintah perlu meninjau ulang dan menghapus berbagai regulasi diskriminatif di tingkat pusat maupun daerah yang membatasi kebebasan kelompok minoritas agama.

Keempat, Kementerian Agama diminta memperkuat deteksi dini dan langkah pencegahan terhadap kekerasan berbasis agama, terutama di lingkungan pendidikan.

Kelima, aparat penegak hukum diminta menindak pelaku kekerasan berbasis agama secara konsisten dan tidak selektif.

Selain itu, pemerintah juga diminta memastikan ruang akademik terlindungi dari praktik pembungkaman, termasuk pembatalan kegiatan akademik oleh kelompok masyarakat tertentu.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Dinas Kebudayaan DKI Tak Keluarkan Izin Bongkar Bangunan Cagar Budaya Teuku Umar 2

Next Post

“CAPEK MISKIN”: TERIAKAN DARI DASAR LUMPUR KETIMPANGAN

Karyudi Sutajah Putra

Karyudi Sutajah Putra

Related Posts

Pelibatan Tentara Atasi Begal Menyimpang dari Fungsi TNI
Birokrasi

Pelibatan Tentara Atasi Begal Menyimpang dari Fungsi TNI

May 25, 2026
Pemadaman Sumatera: Ketika Listrik Padam, Peradaban Ikut Tersendat
Feature

Pemadaman Sumatera: Ketika Listrik Padam, Peradaban Ikut Tersendat

May 25, 2026
Dari Kaset Bekas ke Perpustakaan Digital: 35 Tahun Mitra Netra Membuka Jalan Literasi Tunanetra
Feature

Dari Kaset Bekas ke Perpustakaan Digital: 35 Tahun Mitra Netra Membuka Jalan Literasi Tunanetra

May 25, 2026
Next Post
“CAPEK MISKIN”: TERIAKAN DARI DASAR LUMPUR KETIMPANGAN

“CAPEK MISKIN”: TERIAKAN DARI DASAR LUMPUR KETIMPANGAN

Retorika yang Berulang, Realitas yang Berjalan: Membaca Diksi Pembangunan Prabowo

Retorika yang Berulang, Realitas yang Berjalan: Membaca Diksi Pembangunan Prabowo

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Evakuasi 380 WNI dari Iran Akan Lewat Jalur Darat, Pemerintah: Wilayah Udara Tidak Bisa Dilewati
Birokrasi

Indonesia Kutuk Israel: Mengapa Kak Sugiono Kebakaran Jenggot?

by Karyudi Sutajah Putra
May 25, 2026
0

Jakarta - Fusilatnews -Indonesia dan tujuh negara lain mengutuk keras tindakan Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben Gvir dan pasukan Israel...

Read more
Tangsel Ngotot Bangun PSEL Sendiri Tanpa Aglomerasi, Proyek Terancam Gagal

Tangsel Ngotot Bangun PSEL Sendiri Tanpa Aglomerasi, Proyek Terancam Gagal

May 24, 2026
Aliansi Melawan Rezim Deformasi: Militerisme Bangkit, Reformasi Mati

Aliansi Melawan Rezim Deformasi: Militerisme Bangkit, Reformasi Mati

May 21, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Pelibatan Tentara Atasi Begal Menyimpang dari Fungsi TNI

Pelibatan Tentara Atasi Begal Menyimpang dari Fungsi TNI

May 25, 2026
Pemadaman Sumatera: Ketika Listrik Padam, Peradaban Ikut Tersendat

Pemadaman Sumatera: Ketika Listrik Padam, Peradaban Ikut Tersendat

May 25, 2026
Dari Kaset Bekas ke Perpustakaan Digital: 35 Tahun Mitra Netra Membuka Jalan Literasi Tunanetra

Mata Terbuka, Pikiran Tertutup: Ketika Tunanetra Ingin Menulis dan yang Awas Malas Membaca

May 25, 2026
Dari Kaset Bekas ke Perpustakaan Digital: 35 Tahun Mitra Netra Membuka Jalan Literasi Tunanetra

Dari Kaset Bekas ke Perpustakaan Digital: 35 Tahun Mitra Netra Membuka Jalan Literasi Tunanetra

May 25, 2026

Menghidupkan Ruh PAI di Madrasah: Strategi Taktis Menanamkan Soft Skills Pasca-Pembatasan Gawai

May 25, 2026
Menkomdigi Meutya Hafid Lantik  Pejabat di Lingkungan Kemenkom Digi

Taruhan Prabowo Lengser Bikin Geger: Mengapa Komdigi Bergerak Secepat Kilat?

May 25, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Pelibatan Tentara Atasi Begal Menyimpang dari Fungsi TNI

Pelibatan Tentara Atasi Begal Menyimpang dari Fungsi TNI

May 25, 2026
Pemadaman Sumatera: Ketika Listrik Padam, Peradaban Ikut Tersendat

Pemadaman Sumatera: Ketika Listrik Padam, Peradaban Ikut Tersendat

May 25, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist