Amalia menjelaskan, inflasi pada Maret 2024 ini terutama didorong oleh inflasi kelompok pengeluaran makanan, minuman dan tembakau. Kelompok tersebut pada Februari 2024 mencatat inflasi sebesar 1,42% MoM dengan andil inflasi sebesar 0,41%
Jakarta – Fusilatnews – Dalam Konferensi Pers Senin 1/4/ 2024, Badan Pusat Statistik (BPS ) melaporkan tingkat inflasi di Indonesia pada Maret 2024 meningkat dibanding tingkat inflasi bulan Februari 2024
Berdasarkan laporan BPS inflasi pada Maret 2024 sebesar 0,52% secara bulanan month on month (MoM), atau lebih tinggi bila dibandingkan dengan kondisi inflasi pada Februari 2024 yang sebesar 0,37% MoM.
Plt Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti dalam paparannya melaporkan pada Maret 2024 secara tahunan terjadi inflasi 3,05% atau year on year (YoY). Sedangkan inflasi secara tahun kalender (Maret 2024 terhadap Desember 2023) mencapai 0,93% year to date (YtD
“Tingkat inflasi bulanan Maret 2024, relatif lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya dan bulan yang sama tahun lalu,” papar Amalia Senin (1/4/2024).
Amalia menjelaskan, inflasi pada Maret 2024 ini terutama didorong oleh inflasi kelompok pengeluaran makanan, minuman dan tembakau. Kelompok tersebut pada Februari 2024 mencatat inflasi sebesar 1,42% MoM dengan andil inflasi sebesar 0,41%.
Sementara komoditas utama penyumbang inflasi adalah telur ayam ras menyumbang 0,09%, daging ayam ras menyumbang 0,09%, beras menyumbang inflasi 0,09%, serta cabai rawit menyumbang inflasi sebesar 0,02%, serta bawang putih dengan andil inflasi 0,02%.
Kemudian, pada kelompok makanan, minuman dan tembakau juga terdapat beberapa komoditas yang menyumbang andil deflasi. Diantaranya, cabai merah dan tomat dengan andil deflasi masing-masing sebesar 0,2%.
Sedangkan Harga Beras, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat harga gabah kering panen (GKP) di tingkat petani selama Ramadan pada Maret 2024 turun 7,24 persen secara bulanan. Namun angka ini naik dibandingkan tahun lalu sebesar 27,71 persen.
Harga gabah kering giling (GKG) juga turun sebesar 5,47 persen secara bulanan. Harga GKP tercatat naik dibandingkan 2023 sebesar 34,22 persen.
Sedangkan harga beras mengalami penurunan, harga beras secara bulanan terjadi di tingkat penggilingan sebesar 0,87 persen. Namun secara tahunan, harga beras di penggilingan naik sebesar 25,21 persen.
“Harga beras ini merupakan rata-rata harga beras yang mencakup berbagai jenis beras dan seluruh wilayah di Indonesia,” ujar Pelaksana Tugas Kepala BPS Amalia A. Widyasanti dalam konferensi pers virtual pada Senin, 1 April 2024.
Sementara harga beras di tingkat grosir pada Maret 2024 naik 0,9 persen secara bulanan dan naik sebesar 20,64 secara tahunan. Harga beras eceran juga naik sebesar 2,06 persen secara bulanan. Harga beras eceran juga naik dibandingkan tahun lalu sebesar 20,07 persen
Amalia mengatakan beras masih mengalami inflasi, namun kini sudah mulai melemah. Komoditas beras mengalami inflasi secara bulanan sebesar 2,06 persen dan memberikan andil inflasi 0,09 persen.























