• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Ini Problem Besar PKS Usai Membatalkan Sohibul Lalu Mencalonkan Anies!

fusilat by fusilat
June 26, 2024
in Feature, Pilkada, Pojok KSP
0
Ini Problem Besar PKS Usai Membatalkan Sohibul Lalu Mencalonkan Anies!
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik pada Konsultan dan Survei Indonesia (KSI).

Karyudi Sutajah Putra

Jakarta, Fusilatnews – Sudah bisa ditebak. Langkah Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengumumkan Mohamad Sohibul Iman sebagai calon gubernur Jakarta dalam Pilkada 2024, Ahad (23/6/2024) lalu sekadar manuver politik belaka.

Tujuannya: menaikkan “bargaining position” (posisi tawar) partai politik berjuta umat ini di hadapan Anies Baswedan dan parpol-parpol lainnya.

Buktinya, hanya dua hari berselang, Selasa (25/6/2024), PKS langsung melakukan koreksi atas keputusan sebelumnya dengan menyatakan Anies Baswedan sebagai cagubnya.

Sohibul Iman, bekas Presiden PKS yang kini Wakil Ketua Dewan Syuro itu kemudian terdegradasi menjadi calon wakil gubernur (cawagub) bagi Anies. Alasannya, meskipun menjadi pemenang Pemilu 2024 di Jakarta, tapi PKS harus realistis.

Realistis semacam apa? Mengakui elektabilitas Anies yang sementara ini tertinggi di antara kandidat lainnya. Mungkin. Elektabilitas adalah senjata pamungkas dalam kontestasi elektoral level apa pun.

Sementara elektabilitas Sohibul belum meyakinkan. Termasuk jika dibandingkan dengan Ridwan Kamil, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, atau Kaesang Pangarep, tiga sosok lain yang disebut-sebut bakal bersaing di Pilkada Jakarta 2024.

Ada ungkapan, “If you can’t beat them, join them” (jika kamu tak bisa mengalahkan mereka maka bekerja samalah)! Anies terlalu perkasa untuk dapat dirobohkan Sohibul.

Berikutnya, realistis bahwa PKS tidak bisa sendirian mengusung cagub-cawagub. Sebab meskipun menang pemilu, tapi perolehan kursi PKS di DPRD Jakarta “hanya” 18 biji. Padahal, sesuai amanat Undang-Undang No 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota (UU Pilkada), untuk bisa mengajukan cagub-cawagub minimal parpol atau gabungan parpol harus punya 22 kursi atau 20% dari total 106 kursi di DPRD Jakarta.

Dus, PKS harus berkoalisi dengan parpol lain jika hendak mengusung cagub-cawagub. Jika tidak, maka meskipun Sohibul sudah diplot sebagai cagub, namun tak bisa didaftarkan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) karena dukungan suaranya tak cukup.

Dengan mencalonkan Anies, maka PKS akan bisa mengusung cagub-cawagub, karena Anies sudah terlebih dahulu dicalonkan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang memiliki 10 kursi di DPRD Jakarta hasil Pemilu 2024. Jumlah kursi kedua parpol itu pun sudah lebih dari cukup untuk mengusung cagub-cawagub.

Bukan Solusi Final

Namun, langkah PKS menganulir pencaguban Sohibul lalu mencalonkan Anies bukanlah solusi final. PKS akan dihadapkan pada sederet probem lain. Apa itu?

Pertama, jika benar Sohibul menjadi cawagubnya Anies maka keduanya tidak akan menambah luas ceruk suara di pilkada. Keduanya akan memungut suara pada ceruk yang sama. Ibarat berburu ikan, keduanya berada pada kolam yang sama. Duet Anies-Sohibul yang berasal dari habitat politik yang sama itu pun tidak akan cukup kuat.

Sebab, meski bukan seorang kader, tapi selama ini Anies sudah terlanjur identik dengan PKS. Anies ya PKS, PKS ya Anies. Sebab, parpol yang kini dinahkodai Ahmad Syaikhu itu pada Pilkada DKI Jakarta 2017 dan Pilpres 2024 mengusung bekas Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tersebut.

Kedua, bagaimana bisa PKB yang telah lebih dulu mencalonkan Anies akan rela begitu saja dan membiarkan kursi cawagub diambil PKS? Meski jumlah kursinya di DPRD Jakarta kalah jauh dari PKS, namun PKB punya “privileges” (hak istimewa) karena yang paling dulu mencalonkan Anies. Sedangkan parpol lain masih sebatas “omon-omon” saja.

Pun, bukankah PKB juga akan menyorongkan kadernya sendiri sebagai cawagubnya Anies?

Begitu pun Partai Nasdem yang hampir pasti ikut PKB dan PKS mencalonkan Gubernur DKI Jakarta 2017-2022 itu. Nasdem pun sudah mewacanakan sejumlah kadernya sebagai cawagubnya Anies. Salah satunya Ahmad Sahroni, sang bendahara umum.

Alhasil, kursi cawagubnya Anies diyakini akan diperebutkan dengan alot oleh PKB, PKS dan Nasdem. Sohibul pun bisa terdegradasi lagi, sehingga tidak menjadi cawagub apalagi cagub. Nasib bekas Rektor Universitas Paramadina Jakarta, sebagaimana Anies, itu pun akan seperti layang-layang yang putus talinya.

Ketiga, bila kemudian PKS memilih opsi merekrut Anies sebagai kader ketika nanti Sohibul jadi terdepak dari posisi cawagub, sehingga PKS akan tetap punya cantolan di pemerintahan Jakarta, persoalannya adalah apakah Anies mau masuk PKS atau tidak?

Kalau memang mau masuk PKS atau parpol lain, mungkin sudah dari dulu Anies melakukannya. Tapi tidak. Bahkan saat menjadi calon presiden di Pilpres 2024 pun Anies tak mau masuk parpol apa pun. Apalagi di pilkada.

Anies seorang yang independen, non-partisan, non-parpol, tapi diusung parpol. Politik yes, partai politik no. Demikian barangkali kata Anies dalam benaknya.

Jika Anies Baswedan dan/atau parpol-parpol pendukungnya selain PKS tidak mau menerima Sohibul Iman sebagai cawagub, tentu ini akan menjadi problem besar bagi PKS.

Pun, jika Anies katakanlah menolak bergabung dengan PKS setelah menolak Sohibul sebagai cawagubnya, tentu ini juga akan menjadi problem besar bagi PKS.

Akhirnya, PKS bisa kembali menjadi kambing congek yang harus menuruti perintah Anies Baswedan atau parpol lainnya. Hati-hati PKS. Manuver politikmu mudah dibaca lawan!

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Banyak Menteri Ajak Keluarga dalam Perjalanan Dinas Luar Negeri, Ungkap Mantan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo

Next Post

Setelah PDNs & INAFIS, kini Data BAIS bocor, Skor Glut (0-5). Quo Vadis SDI (Satu Data Indonesia) ?

fusilat

fusilat

Related Posts

Misi Mata-mata Prabowo di BGN
Feature

Misi Mata-mata Prabowo di BGN

June 3, 2026
Feature

Solusi Program MBG: Bangun Dapur Sekolah, Bukan Proyek Raksasa

June 3, 2026
Siapa Pengganti Menpan RB, Nama Yg Dikantong Jokowi atau  Megawati?
Feature

Semua Parpol Akan Menjadi Lawan Jokowi

June 3, 2026
Next Post
Setelah PDNs & INAFIS, kini Data BAIS bocor, Skor Glut (0-5). Quo Vadis SDI (Satu Data Indonesia) ?

Setelah PDNs & INAFIS, kini Data BAIS bocor, Skor Glut (0-5). Quo Vadis SDI (Satu Data Indonesia) ?

PDIP Tidak Happy Terkait Keputusan PKS Usung Anies – Sohibul, Maunya Anies – Ahok

PDIP Tidak Happy Terkait Keputusan PKS Usung Anies - Sohibul, Maunya Anies - Ahok

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Feature

Pancasila: Lahir untuk Mati!

by Karyudi Sutajah Putra
June 2, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Baru pada 2016 lalu Bung Karno mendapat...

Read more
Evakuasi 380 WNI dari Iran Akan Lewat Jalur Darat, Pemerintah: Wilayah Udara Tidak Bisa Dilewati

Indonesia Kutuk Israel: Mengapa Kak Sugiono Kebakaran Jenggot?

May 25, 2026
Tangsel Ngotot Bangun PSEL Sendiri Tanpa Aglomerasi, Proyek Terancam Gagal

Tangsel Ngotot Bangun PSEL Sendiri Tanpa Aglomerasi, Proyek Terancam Gagal

May 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Tembus SNBT di Tengah Keterbatasan, Irwan Bidik Mimpi Besar Bangun Daerah Ramah Disabilitas

Tembus SNBT di Tengah Keterbatasan, Irwan Bidik Mimpi Besar Bangun Daerah Ramah Disabilitas

June 3, 2026
Misi Mata-mata Prabowo di BGN

Misi Mata-mata Prabowo di BGN

June 3, 2026

Solusi Program MBG: Bangun Dapur Sekolah, Bukan Proyek Raksasa

June 3, 2026
Ratna Sarumpaet Soroti Rekam Jejak Nanik Deyang Usai Ditunjuk Jadi Kepala BGN Baru

Ratna Sarumpaet Soroti Rekam Jejak Nanik Deyang Usai Ditunjuk Jadi Kepala BGN Baru

June 3, 2026
Siapa Pengganti Menpan RB, Nama Yg Dikantong Jokowi atau  Megawati?

Semua Parpol Akan Menjadi Lawan Jokowi

June 3, 2026
Jokowi Turun Gunung: Ambisi Kekuasaan dan Bayang-Bayang Jeruji Penjara

Jokowi Turun Gunung: Ambisi Kekuasaan dan Bayang-Bayang Jeruji Penjara

June 3, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Tembus SNBT di Tengah Keterbatasan, Irwan Bidik Mimpi Besar Bangun Daerah Ramah Disabilitas

Tembus SNBT di Tengah Keterbatasan, Irwan Bidik Mimpi Besar Bangun Daerah Ramah Disabilitas

June 3, 2026
Misi Mata-mata Prabowo di BGN

Misi Mata-mata Prabowo di BGN

June 3, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...