• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Setelah PDNs & INAFIS, kini Data BAIS bocor, Skor Glut (0-5). Quo Vadis SDI (Satu Data Indonesia) ?

Keminfo hanya Gela gelo alias Plonga Plongo

Redaktur Senior 01 by Redaktur Senior 01
June 26, 2024
in Feature, Tekhnologi
0
Setelah PDNs & INAFIS, kini Data BAIS bocor, Skor Glut (0-5). Quo Vadis SDI (Satu Data Indonesia) ?
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh : Dr. KRMT Roy Suryo

Bagi yang baru mulai membaca ulasan2 saya hari ini, mungkin kaget melihat “skor” 0-5 yang diraih oleh Indonesia -yang diwakili oleh Kemkominfo (Kementerian Komunikasi & Informatika)- di atas. Mengapa bisa begitu? Sebab Kementerian yang menjadi Garda depan negara dalam bidang Komunikasi & Informatika di Indonesia ini tampak sangat kedodoran alias hanya bisa “Ela elo” (baca: Gela gelo alias Plonga Plongo) belaka menghadapi kasus2 yang memang menjadi tanggungjawabnya. Mereka memang tampak berusaha “ngeles” untuk menutupi ketidaktahuannya, namun hal tsb malah makin menambah citra buruk yang ada.

Bagaimana tidak? Mulai dari abai-nya terhadap kemunculan Situs Ela Elo yang sempat disebut2 Netizen sebagai “produk Kominfo”, Publikasi Ucapan Selamat Ulang Tahun ke-63 JokoWi yang justru disebut2 Netizen bergaya “Duka Cita” yang akhirnya dihapus sendiri oleh Kemkominfo, Diobralnya data2 INAFIS di Darkweb, hingga pengumuman Kepala BSSN (Badan Siber & Sandi Negara) Hinsa Siburian terhadap kasus Ransomware PDNs (Pusat Data Nasional sementara) dan yang terbaru Publikasi Kebocoran Data2 BAIS oleh MoonzHaxor di BreachForums hari ini juga, menjadi kekalahan bertubi-tubi yang tidak bisa dihindari.

Saya tidak akan terlalu fokus pada kasus Data BAIS yang seperti kasus Data INAFIS kemarin disampaikan oleh akun X / Twitter FalconFeeds.io @FalconFeedsio bahwa ada Pelanggaran Data BAIS yang dibocorkan MoonzHaxor -salah satu anggota terkemuka BreachForums- di Forum tsb. Kebocoran tersebut mencakup file sampel, dengan kumpulan data lengkap tersedia untuk dijual. Pelanggaran ini menyusul insiden serupa pada tahun 2021 di mana jaringan internal Badan Intelijen Negara disusupi oleh kelompok Tiongkok.

Mengapa tidak perlu terlalu fokus? Karena sebagaimana yang disampaikan Kepala BSSN saat menjelaskan Kebocoran & terjadinya Obral data INAFIS saat Preskon tentang PDNs di Kemkominfo kemarin, persis seperti prediksi saya sebelumnya yang akan “datar” saja seperti tidak ada terjadi apa2, mereka dengan santainya cuma mengatakan kalau itu Data lama & Darkweb adalah Pasar gelap yang bisa saja orang menjual segala sesuatu di sana, MasyaaAllah. Sedemikian entengnya tanggungjawab terhadap data2 tsb? Kemacetan data di Imigrasi yang langsung terkait rakyat saja dengan santainya baru diumumkan setelah 4x 24 jam, apalagi ini tidak langsung ada dampaknya bagi masyarakat.

Mungkin skor Glut 0-5 sekarang, bahkan sampai 0-10 pun tidak akan memperbaiki kinerja Kemkominfo Rezim ini, karena kalau melihat santainya PresKon dan entengnya pertanggungjawaban kemarin, bencana yang makin besar akan semakin membayangi kemandirian data Indonesia. Membaca masterplan pembuatan PDN (Pusat Data Nasional) tanpa s, alias yang sudah bukan “sementara” lagi, Indonesia tampak tidak bisa lepas dari ketergantungan asing. Hal ini mirip seperti pembangunan IKN yang lucunya tampak sangat mau menggantungkan bantuan LN, padahal seharusnya kita malu karena IKN seharusnya dibangun dengan Sumberdaya & Sumberdana Indonesia sendiri.

Dalam perencanaannya, akan ada 4 PDN yang dibangun, yakni di Cikarang, Batam, IKN & Labuan Bajo. Kesemuanya tidak lepas dari bantuan asing, seperti yang di Cikarang harus dibantu Perancis 104 Juta Euro (sekitar Rp 2.7 Trilyun), sementara yang di Batam rencana akan dibantu Korea Selatan, sedangkan yang di IKN kabarnya akan dimintakan ke AS atau Inggris dan yang di Labuan Bajo belum ada negara yang akan masuk. Apakah bantuan dari negara2 tsb akan cuma-cuma? Tentu saja tidak. “No free lunch” kata pepatah lama, apalagi kalau Makan yang bergizi, perlu lebih dari Rp 71 Trilyun APBN.

Saat PresKon kemarin DirJen Aptika Kemkominfo, Samuel Abrejani Pangerapan sempat menyampaikan bahwa di antara 210 Institusi yang data2 sebelumnya ada di PDN, selain Imigrasi sudah ada LKPP & Kota Kediri yang sudah “pulih” alias normal berjalan kembali. Namun tidak dengan transparan dijelaskan apakah “pulih”-nya tsb karena berhasil dideskripsi alias diurai enkripsinya kembali dari serangan Lockbit 3.0 atau institusi2 tsb kebetulan memiliki Data BackUp sendiri. Karena sebenarnya semenjak 21/06/24 alias sehari setelah PDN “down”, Kemkominfo mengeluarkan SK No. B-698/DJAI/AI.01.01/03/2024 yang berisi Kewajiban semua penyedia data untuk memiliki BackUpnya masing2.

Tentu hal ini sangat aneh & memberatkan bagi Institusi2 tsb, karena sesuai prinsip SDI (Satu Data Indonesia) berbasis SPBE (Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik) mengikuti Perpres No. 132 Th 2022 & Perpres No 82 Th 2023 semua data harus “terpusat” alias disentralisasi di PDN. Tidak boleh ada data2 di luar PDN, termasuk sudah tidak boleh lagi menganggarkan Server sendiri atau Sentral data mandiri. Artinya 43 Kementerian / Lembaga, 5 Provinsi, 86 Kabupaten & 24 Kota yang saat ini data2nya sudah tersimpan di PDN harus bagaimana? Aturan yang tampak tidak sinkron alias carut marut, khas Rezim ini kalau kata Mayoritas netizen sekarang yang selalu membandingkan dengan negara Konoha dan Wakanda.

Sejujurnya kalau Imigrasi, LPKP dan Kota Kediri di atas tidak memiliki data2 backup sendiri, sebenarnya sampai dengan sekarang data2 mereka juga belum pulih yang ada di PDNs karena memang Pemerintah bersikeras tidak akan membayar tebusan Ransomware senilai US$ 8 Juta (senilai Rp. 132 Milyar dengan Kurs 1 US$ Rp. 16.500 saat ini). Karena enkripsi yang dilakukan oleh Lockbit 3.0 brandchipher (brand 3.0) ini tergolong canggih & sulit untuk dibuka, kecuali direplace kembali dengan BackUp bilamana memang ada di sumbernya (karena yang di PDNs disebut2 memang tidak ada Backupnya, mirip kita simpan dalam HD Eksternal dan HD-Ext tsb rusak. Bila tidak ada data Backup lainnya ya Wassalam).

Kesimpulannya “Quo Vadis SDi” (Latin, yang arti harfiahnya “Kemana engkau pergi SDI”) karena kalau benar2 SDI diterapkan dan Anggaran untuk Pembuatan Data Server di daerah2 / Institusi lain tidak lagi diperkenankan, kalau terjadi Peretasan PDN lagi seperti sekarang siapa yang mau bertanggungjawab? Kalau Kemkominfo punya rasa malu & bisa bertanggungjawab sesuai UU No. 24/2022 ttg PDP (Perlindungan Data Pribadi) publik bisa aman & percaya, namun Sekalilagi kalau melihat penyakit Rezim ini tampaknya memang tidak bisa diharapkan, Bagaikan Punguk merindukan Bulan alias Jauh Panggang dari Api, Berharap Data2 akan Aman, samasaja Tidak faham akan situasi …

  • Dr. KRMT Roy Suryo – Pemerhati Telematika, Multimedia, AI & OCB Independen – Jakarta 24 Juni 2024.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Ini Problem Besar PKS Usai Membatalkan Sohibul Lalu Mencalonkan Anies!

Next Post

PDIP Tidak Happy Terkait Keputusan PKS Usung Anies – Sohibul, Maunya Anies – Ahok

Redaktur Senior 01

Redaktur Senior 01

Related Posts

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.
Feature

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif
Feature

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?
Feature

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026
Next Post
PDIP Tidak Happy Terkait Keputusan PKS Usung Anies – Sohibul, Maunya Anies – Ahok

PDIP Tidak Happy Terkait Keputusan PKS Usung Anies - Sohibul, Maunya Anies - Ahok

PKS Yakin Pasangan Anies Baswedan dan Sohibul Iman akan Memenangkan Pilgub di Jakarta

PKS Yakin Pasangan Anies Baswedan dan Sohibul Iman akan Memenangkan Pilgub di Jakarta

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”
Crime

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

by Karyudi Sutajah Putra
April 15, 2026
0

Jakarta--FusilatNews - Kasus kekerasan seksual yang terjadi di Universitas Indonesia (UI) serta ekspresi misoginis dan seksis yang mengarah pada normalisasi...

Read more
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

April 11, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...